Benarkah Tahun Pertama Pernikahan Adalah Masa Tersulit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang baik yang sudah menikah maupun belum mengatakan bahwa tahun pertama pernikahan merupakan masa-masa tersulit. Biasanya hal ini dikarenakan masa-masa awal pernikahan merupakan waktu penyesuaian bagi keduanya. Selain itu, tahun awal pernikahan juga adalah masa bagi pasangan untuk membangun pondasi rumah tangga yang akan menentukan perjalanan rumah tangganya kelak. Lantas, benarkah tahun pertama pernikahan menjadi waktu tersulit seperti anggapan kebanyakan orang?

Banyak masalah yang muncul di tahun pertama pernikahan

Rachel A. Sussman, seorang pakar hubungan di Sussman Counseling di New York menyatakan bahwa orang yang mengalami berbagai masalah di tahun pertama pernikahan biasanya mereka yang tidak membahas secara tuntas masalah yang terjadi selama masa pacaran atau saat pendekatan sebelum menikah. Pasangan yang mengalami hal ini biasanya tidak membahas hal-hal yang cukup penting seperti:

  • Kebiasaan sehari-hari
  • Pembagian waktu antara waktu kerja, waktu untuk sendiri, dan waktu untuk keluarga
  • Masalah keuangan
  • Pembagian pekerjaan rumah tangga

Selain itu, berbagai tantangan dan perbedaan yang terjadi juga bisa berkontribusi pada masalah adaptasi di antara kedua belah pihak. Berbagai hal penting lainnya yang biasanya memicu pertengkaran yaitu:

  • Pandangan seputar rencana masa depan
  • Perbedaan cara dalam menyelesaikan masalah
  • Memiliki keputusan yang berbeda
  • Mengedepankan ego masing-masing

Menurut Ronald Katz, Ph.D., terapis hubungan di New York mengungkapkan bahwa masalah-masalah tersebut terjadi karena pasangan yang berada di tahun awal pernikahan masih belum menyadari jika mereka adalah satu kesatuan.

Oleh karenanya perbedaan-perbedaan kecil yang tidak sesuai keinginan bisa menjadi masalah yang diperdebatkan akibat mengedepankan ego masing-masing. Selain itu, kedua belah pihak juga belum menyadari komitmen nyata yang dibuatnya.

Komunikasi menjadi kunci utama dalam pernikahan

Itulah sebabnya para terapis pernikahan menekankan pentingnya komunikasi sebelum, selama, dan sesudah proses pernikahan itu berlangsung.

Cobalah untuk menemukan pola komunikasi Anda dan pasangan sehingga berbagai masalah yang muncul akibat komunikasi yang buruk bisa dihindari. Dengan memperbaiki pola komunikasi juga Anda dan pasangan akan selalu berusaha menemukan jalan tengah dari setiap permasalahan yang menimpa.

Intinya adalah menyadari bahwa Anda dan pasangan bukan lagi dua orang berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. Akan tetapi, Anda dan pasangan sekarang merupakan satu kesatuan yang perlu saling menguatkan untuk mencapai tujuan bersama.

Sussman menyatakan bahwa pernikahan pasti akan menghadirkan tantangan tersendiri. Namun bukan berarti hal tersebut dapat merusak kebahagiaan pasangan yang baru saja menikah.

Justru segala tantangan yang biasanya muncul di tahun pertama pernikahan bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi lebih besar lagi di kemudian hari.

Karena tidak ada pernikahan yang terjadi tanpa konflik. Namun, pernikahan yang sehat berisikan dua orang yang selalu berjuang bersama-sama untuk mengatasi perbedaan yang ada demi kebahagiaan bersama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ketika lain kali Anda diledek cengeng karena sering menangis, katakan dengan lantang bahwa menangis adalah tanda orang yang sehat dan bermental baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Stres dan Depresi 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Banyak orang yang menjalin asmara ingin akhirnya berumah tangga, tapi ada juga yang malah sangat takut menikah sampai menghindari cari pacar. Kenapa begitu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Harus Anda Tanyakan Pada Diri Sendiri Ketika Mulai Ragu Dengan Si Dia

Ketika Anda sudah cukup lama menjalani hubungan asmara, akan ada masanya di mana Anda mulai merasa ragu dengan pasangan. Normalkah merasa seperti itu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
konseling pernikahan

Manfaat Konseling Pernikahan untuk Mengatasi Masalah Rumah Tangga Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
membantu pasangan depresi

10 Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Pasangan Mengatasi Depresi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
pasangan perfeksionis

4 Cara Menghadapi Pasangan Perfeksionis Agar Hubungan Tetap Hangat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit