Setelah melakukan latihan lari, sangat penting untuk melakukan gerakan pendinginan atau cooling down untuk membantu memulihkan tubuh dan mencegah cedera. Simak apa saja gerakan yang harus dilakukan dalam pembahasan berikut ini.
Berbagai gerakan pendinginan setelah lari
Lari merupakan salah satu jenis olahraga kardio yang banyak diminati masyarakat. Hal ini karena caranya yang mudah, murah, dan dapat dilakukan kapan saja.
Namun, banyak orang yang belum tahu bahwa selain gerakan peregangan sebelum lari, pendinginan setelah lari juga perlu dilakukan.
Nah, berikut ini beberapa gerakan pendinginan yang bisa Anda lakukan.
Quick jumps adalah salah satu gerakan yang bisa dimasukkan dalam sesi pendinginan setelah lari. Gerakan ini membantu menurunkan intensitas latihan secara bertahap dan membawa tubuh kembali ke kondisi istirahat.
Untuk melakukannya, pertama-tama Anda harus berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua tangan di sisi tubuh.
Pastikan tubuh Anda dalam keadaan rileks. Kemudian, angkat kaki ke depan sejajar dengan tanah sambil melompat. Angkat tangan ke atas di atas kepala sejajar dengan bahu.
Lompat kembali ke posisi awal dengan meletakkan kaki secara lurus kembali ke tanah. Lalu, turunkan tangan ke sisi tubuh.
Gerakan high knees sering kali digunakan sebagai bagian dari pemanasan sebelum lari atau latihan kardio lainnya. Akan tetapi, gerakan ini bisa juga dimasukkan ke dalam sesi pendinginan setelah lari.
High knees pada pendinginan setelah lari dilakukan dengan kecepatan yang lebih lambat. Gerakan ini juga harus terkontrol untuk menurunkan detak jantung secara bertahap dan merilekskan otot-otot yang telah bekerja keras.
Gerakan ini dilakukan dengan mengangkat lutut ke arah dada setinggi mungkin secara bergantian kanan dan kiri. Pada saat yang sama, angkat lengan secara bersamaan ke depan sejajar dengan lutut yang diangkat. Lakukan pendinginan ini selama 20–30 detik.
Cara pendinginan setelah lari yang selanjutnya yaitu lunges. Gerakan ini juga bisa digunakan sebagai penguatan otot, tetapi bisa juga dimasukkan dalam sesi pendinginan setelah lari.
Namun, pada sesi pendinginan, lunges dilakukan dengan ritme yang lebih lambat dan fokus untuk merilekskan otot-otot yang telah bekerja keras selama latihan.
Untuk melakukan gerakan ini, letakkan lutut kanan di permukaan dan kaki kiri lurus ke depan.
Letakkan kedua tangan di permukaan dan tekuk tubuh ke depan sekitar 90 derajat. Tekan tubuh Anda dan tahan posisi selama 60 detik, lalu tukar posisi kedua kaki.
Side-to-side shuffles merupakan gerakan lateral atau gerakan menyamping yang dapat dimasukkan ke dalam sesi pendinginan setelah lari.
Gerakan ini membantu menurunkan detak jantung secara bertahap, meningkatkan fleksibilitas pada pinggul, dan merilekskan otot-otot yang telah bekerja keras selama latihan.
Untuk melakukan gerakan ini, pertama-tama Anda perlu berdiri tegak dengan kaki selebar bahu. Kemudian, tekuk lutut dan pertahankan postur tubuh yang stabil. Setelah itu, geser kaki ke samping ke arah kanan dengan langkah yang lebar.
Peregangan hamstring adalah salah satu gerakan peregangan yang efektif untuk merilekskan otot hamstring (otot di bagian belakang paha) setelah berlari.
Gerakan ini membantu mengurangi kekakuan, meningkatkan fleksibilitas, dan mengurangi risiko cedera olahraga.
Untuk melakukan peregangan daerah otot hamstring, pertama duduklah di lantai atau alas yang nyaman dengan kaki lurus di depan Anda. Pastikan punggung Anda tegak lurus dan bahu rileks.
Kemudian, rentangkan kedua kaki lurus ke depan sambil pastikan tumit menyentuh lantai. Tekuk tubuh ke depan secara perlahan dari pinggang dengan membawa dada atau perut ke arah paha.
Tahan posisi ini selama 15–30 detik dan ulangi gerakan peregangan ini beberapa kali untuk memperoleh efek maksimal.
IT band atau iliotibial band adalah jaringan ikat yang membentang dari bagian luar pinggul hingga sisi luar lutut.
Gerakan peregangan pada IT band dapat membantu menjaga fleksibilitas area tersebut setelah berlari. Namun, peregangan IT band tidak secara langsung terbukti dapat mencegah cedera lutut.
Untuk melakukan gerakan ini, berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.
- Dalam posisi tegak, silangkan kaki kanan ke belakang kiri.
- Condongkan tubuh sedikit ke depan dan ke samping kiri hingga Anda merasakan regangan pada bagian luar kaki kanan.
- Angkat tangan kanan ke atas kepala dan rentangkan ke sisi kiri.
- Tahan selama 30 detik, lalu ulangi dengan kaki kiri.
Hal lain yang sebaiknya dilakukan setelah lari
Selain pendinginan, berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan setelah olahraga lari.
- Pijat otot dengan foam roller. Gunakan foam roller atau pijatan ringan pada otot-otot yang terasa tegang atau kaku. Ini dapat membantu meredakan ketegangan dan meningkatkan peredaran darah.
- Minum air yang cukup. Pastikan Anda tetap mendapatkan cukup cairan setelah berlari. Minumlah air untuk mengganti cairan yang hilang selama latihan.
- Relaksasi dan pernapasan. Setelah berlari, luangkan beberapa menit untuk duduk atau berbaring sambil fokus melakukan pernapasan dalam. Ini membantu menurunkan detak jantung dan mengembalikan tubuh ke kondisi istirahat.
- Konsumsi makanan bernutrisi. Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung protein dan karbohidrat dalam waktu 30–60 menit setelah berlari. Ini membantu memulihkan otot dan menggantikan kalori yang digunakan selama latihan.
Selain itu, perhatikan tanda-tanda kelelahan berlebihan atau cedera. Jika mengalami nyeri yang berkelanjutan atau masalah kesehatan lainnya, konsultasikan dengan profesional medis.
Perlu diingat bahwa setiap orang mungkin membutuhkan pendinginan lain setelah lari. Poin-poin di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing orang.
Satu yang terpenting adalah mengenali kebutuhan tubuh Anda dan memberikan perawatan yang sesuai untuk memastikan proses pemulihan yang optimal setelah berlari.
Manfaat pendinginan setelah lari
- Mengurangi risiko cedera.
- Mempercepat pemulihan.
- Menurunkan denyut jantung dan pernapasan secara perlahan.
- Menghindari perubahan suhu tubuh drastis yang dapat menyebabkan pusing.
- Mengurangi kekakuan otot.
- Meningkatkan fleksibilitas.
- Memulihkan sistem saraf.
- Meningkatkan kinerja lari berikutnya.