6 Penyebab Kadar PSA Tinggi, Selain Kanker Prostat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/12/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pemeriksaan kadar PSA sering digunakan untuk mendeteksi kanker prostat pada kaum pria. Namun, kadar PSA ini tidak selalu menandakan terjadinya kanker prostat, lho! Ada beberapa kondisi yang ternyata memengaruhi hasil pemeriksaan kadar PSA. Apa saja penyebab kadar PSA tinggi? Yuk, simak ulasan berikut.

Sekilas soal PSA

PSA (Prostate Spesific Agent) adalah protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Karena kadar PSA banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, PSA juga tidak bisa dijadikan indikator kesehatan prostat yang baik. Biasanya dokter akan melihat kadar PSA beserta faktor risiko lainnya, atau hasil pengukur kadar lainnya di dalam tubuh, dan juga riwayat keluarga.

Kenapa kadar PSA bisa naik?

1. Usia

Kadar PSA dapat meningkat semakin menuanya usia seseorang. Peningkatan ini disebabkan karena pertumbuhan jaringan prostat seiring bertambahnya usia. Pada usia 40, PSA batas normal adalah 2,5, pada usia 60, batasnya mencapai 4,5 dan pada usia 70 PSA mencapai 6,5 dianggap normal.

2. BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)

BPH adalah pembesaran kelenjar prostat, tetapi ini bukan kanker prostat. BPH merupakan kondisi di mana terjadi pertambahan sel-sel prostat. Semakin banyaknya sel pada kelenjar prostat, maka semakin banyak sel yang menghasilkan PSA. BPH merupakan masalah yang sering terjadi pada laki-laki di bawah usia 50 tahun.

Seorang pria yang mengalami BPH mengalami gangguan dalam buang air kecil. Jika tidak ditangani, kondisi ini memengaruhi fungsi ginjal. Pembesaran kelenjar prostat terjadi kemungkinan akibat perubahan kadar hormon seiring bertambahnya usia.

3. Prostatitis

Prostatitis merupakan peradangan pada prostat. Biasanya kasus ini terjadi pada pria di bawah 50 tahun dan sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Prostatitis menyebabkan pembengkakan, dan iritasi pada kelenjar prostat. Gejala yang ditemukan biasanya punggung bawah terasa sakit atau sakit perut, rasa sakit saat buang air kecil, dan susah buang air kecil. Peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat akan meningkatkan kadar PSA di dalam tubuh.

4. Ejakulasi

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 60 orang pria yang sehat, ada kaitan yang erat antara ejakulasi dengan kadar PSA dalam tubuh. Ternyata, peningkatan PSA yang paling tampak terjadi satu jam setelah ejakulasi. Kecenderungan kadar PSA yang tinggi ini terjadi selama 24 jam setelah ejakulasi.

Namun, penelitian lebih lanjut masih sangat dibutuhkan untuk menjelaskan bagaimana efek ejakulasi terhadap PSA. Jika Anda ingin melakukan tes PSA, pertimbangkan untuk tidak melakukan kegiatan seksual setidaknya 24 jam sebelum tes untuk melihat hasil PSA yang yang lebih akurat.

5. Konsumsi obat-obatan atau tindakan medis

Pemberian jenis obat 5-alpha reductase blockers (finasteride atau dutasteride) yang biasa digunakan pada kasus pembesaran kelenjar prostat akan menurunkan kadar PSA seakan-akan PSA dalam kondisi rendah. Karena itu, perlu dipertimbangkan untuk melakukan tes PSA atau mengintepretasikan hasil PSA saat sedang mengonsumsi obat tersebut.

Tindakan medis yang dapat memengaruhi hasil uji PSA adalah kateterisasi dan cystocopy. Kateterisasi yaitu pemasangan tabung atau selang tipis dalam kandung kemih guna mengalirkan urine keluar. Kateterisasi ini bisa menimbulkan hasil positif palsu terhadap pengukuran PSA. Hasil yang salah menyatakan bahwa PSA Anda tinggi padahal sebenarnya tidak.

Cystoscopy, yakni memasukan instrumen kecil dan tipis bersama kamera ke dalam kandung kemih juga bisa menghasilkan hasil pengukuran PSA yang positif palsu.

6. Paratiroid hormon

Paratiroid hormon (PTH) adalah hormon alami yang diproduksi tubuh untuk mengatur kadar kalsium dalam darah. Kadar hormon paratiroid yang tinggi dapat meningkatkan kadar PSA. Penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 pria yang diukur dalam laboratorium NHANES menunjukan bahwa serum paratiroid hormon dan kadar kalsium masing-masing berkaitan erat dengan PSA.

Pria dengan kadar serum PTH di atas 66 pg/mL dapat meningkatkan 43 persen kadar PSA sehingga PTH dapat merangsang pertumbuhan prostat pada pria dan memengaruhi hasil skrining PSA.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit