Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hubungan yang sehat dan kuat tentu memiliki tantangan bagi siapapun, terutama para penderita ADHD. Tidak dapat dipungkiri bahwa penderita ADHD memiliki tantangan yang tidak dialami orang biasa lainnya dalam membangun dan mempertahankan hubungan asmara. Mengapa demikian? 

Tantangan hubungan asmara penderita ADHD

cara meningkatkan daya ingat orang ADHD

Penderita ADHD yang sudah dewasa mungkin mengalami berbagai rintangan dalam menjalani kehidupannya. Ada banyak hal yang menyebabkan tantangan perlu mereka lalui saat beranjak dewasa, seperti sulit fokus, merasa tidak teratur, dan mudah terdistraksi.

Begitupun dengan hubungan asmara dan kehidupan seks penderita ADHD yang menemui tantangan. Dilansir dari Psycom, jika ada salah satu pasangan atau keduanya sedang berjuang dengan ADHD, hubungan mereka mungkin sejumlah masalah. 

Mulai dari sering salah paham, merasa frustrasi, hingga benci yang diakibatkan oleh gejala ADHD sangat berpengaruh dalam menjalani hubungan asmara di antara pasangan. 

Bagi penderita ADHD, mungkin sering merasa dikritik, dimarahi, dan dikontrol oleh pasangan. Apa pun yang dilakukan tampaknya tidak pernah membuat pasangan senang atau puas. Anda tidak merasa dihormati sebagai orang dewasa, sehingga cenderung menghindari pasangan dan tidak terbuka.

hubungan asmara penderita adhd

Sementara itu, bagi yang tengah menjalani hubungan dengan penderita ADHD, tentu mengalami perasaan yang tidak jauh berbeda. Anda mungkin merasa tidak dihargai, kesepian, dan diabaikan karena lelah menganggap mengurus semuanya sendiri.

Anda mungkin melihat pasangan tidak pernah menepati janjinya dan harus dipaksa sampai diancam saat melakukan hal-hal sendirian. Perasaan tersebut akhirnya berkembang dan menganggap pasangan Anda justru tidak peduli sama sekali. 

Hasilnya, hubungan asmara yang dimiliki penderita ADHD lebih rentan dan tidak bahagia. Namun, Anda sebenarnya bisa membangun hubungan yang lebih sehat dengan memahami cara yang lebih positif ketika berkomunikasi dan memahami satu sama lain. 

Gejala ADHD yang menyebabkan masalah dalam hubungan

Langkah awal dari memperbaiki hubungan asmara yang dimiliki oleh penderita ADHD adalah mulai memahami bagaimana gejala berpengaruh terhadap komunikasi. Dengan begitu, penderita ADHD dapat belajar mengelola gejala dan pasangan bisa paham ketika gejala tersebut bereaksi. 

1. Sulit fokus

tetap-fokus

Salah satu gejala penderita ADHD yang dapat merusak hubungan asmara mereka adalah kesulitan untuk fokus. Jika Anda menderita ADHD, sulit fokus ketika mengobrol dengan pasangan dan membuat mereka tidak dihargai ternyata cukup sering terjadi.

Anda mungkin juga mulai kehilangan detail cerita yang penting atau tanpa sadar menyetujui sesuatu yang tidak dapat diingat. Sulit berkonsentrasi terhadap masalah kecil, seperti ketika berkomunikasi dengan pasangan tentu dapat membuat mereka frustrasi.

2. Cepat lupa

Selain sulit fokus, penderita ADHD juga kerap cepat lupa dan ini sangat memengaruhi kualitas hubungan mereka. Walaupun penderita ADHD mencoba perhatikan apa yang pasangannya ucapkan, mereka mungkin akan cepat melupakan topik atau janji yang dibahas.

Sebagai contoh, Anda mungkin menjanjikan sesuatu saat pasangan ulang tahun, tetapi sulit untuk mengingatnya. Akibatnya, pasangan mungkin mulai merasa Anda tidak peduli atau tidak dapat diandalkan karena mengingkari janji yang dibuat. 

3. Kurang teratur

waktu yang tepat untuk bercerai

Bagi Anda yang menjalani hubungan asmara serius dengan penderita ADHD mungkin sifat kurang teratur mereka menjadi hal yang cukup mengganggu. Hal tersebut dapat menyebabkan kekacauan dan rasa frustrasi di antara Anda berdua. 

Anda mungkin merasa lebih banyak melakukan tugas rumah tangga yang sebenarnya dapat dibagi bersama pasangan. Namun, sifat kurang teratur ini kadang membuat Anda tidak mempercayakan dan menjadi lebih frustrasi ketika mereka berbuat salah. 

4. Terlalu spontan

Sifat terlalu spontan alias impulsif yang dimiliki oleh penderita ADHD termasuk dalam tantangan yang dihadapi dalam hubungan asmara mereka. Penderita ADHD mungkin sering bertindak sebelum berpikir, terutama pada hal yang berkaitan dengan pengeluaran.

Anda mungkin menghabiskan banyak uang terhadap hal yang mungkin tidak terlalu dibutuhkan. Akibatnya, bertengkar dengan pasangan karena masalah keuangan pun tidak dapat dihindari. 

5. Emosional

Emosi yang meledak-ledak alias emosional adalah salah satu tantangan yang dihadapi penderita ADHD dan pasangan ketika menjalani hubungan. Kesulitan mengendalikan emosi saat menangani masalah tentu dapat merusak suatu hubungan. 

Akibatnya, kondisi ini sering membuat pasangan merasa harus sangat berhati-hati ketika menangani penderita ADHD. Bahkan, tidak jarang mereka harus memendam perasaan yang mungkin bisa berdampak buruk terhadap mental. 

Tips menjalani hubungan asmara bagi penderita ADHD

Berbicara dengan pasangan tentang ketemuan sama mantan

Beberapa dari Anda mungkin merasa tidak pernah memiliki hubungan asmara yang langgeng dan harmonis, baik bagi para penderita ADHD maupun pasangannya.

Berbagai gejala ADHD yang menimbulkan masalah dalam hubungan tersebut ternyata tidak jarang menyebabkan rasa frustrasi hingga tidak dapat melanjutkan hubungan. 

Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan hubungan yang sehat meskipun mengalami ADHD yaitu sebagai berikut. 

  • Menghadirkan kembali cinta yang pudar, seperti berlibur atau berkencan.
  • Mencoba bergerak lebih lambat mengiringi sifat impulsif ADHD.
  • Menerima semua orang memiliki kekurangan, termasuk diri sendiri.
  • Mengandalkan rutinitas agar mengetahui apa yang diekspektasikan.
  • Mencoba lebih terbuka dan tetap menjaga emosi.

Hubungan asmara yang melibatkan penderita ADHD membutuhkan kesabaran dan kasih sayang yang mungkin lebih dari hubungan lainnya. 

Intinya, mencoba pahami bagaimana rasanya memiliki ADHD dapat membantu salah seorang dari pasangan berada dalam prinsip yang sama. Dengan demikian, hubungan yang harmonis dan sehat pun tidak cuma jadi impian belaka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Pasangan Menjadi Sahabat dalam Hubungan Asmara

Sahabat jadi cinta sudah biasa. Namun, bagaimana dengan pasangan yang juga berperan menjadi sahabat? Akankah hubungan lebih harmonis atau tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Flirting atau menggoda adalah bagian dari komunikasi, tetapi terkadang menjadi ambigu. Pahami apa saja alasan orang menggoda (flirting) ke orang lain, yuk!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Menjadi yang kedua atau diduakan mungkin jadi hal yang tak pernah Anda inginkan. Namun, nyatanya tidak dengan hubungan poliamori. Apa itu poliamori?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Disebut Pelampiasan, Apakah Hubungan Rebound Bisa Bertahan Lama?

Hubungan rebound adalah hubungan yang Anda jalani tepat setelah putus dari mantan. Nah, apakah hubungan rebound yang Anda jalani bisa bertahan lama?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan borderline personality disorder

Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 7 menit
mengakui kebohongan pada pasangan

Sudah Jujur Saja, Tak Apa Mengakui Kebohongan pada Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 5 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 7 menit
jual mahal berhasil

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit