3 Penyebab Utama Kenapa Hidung Anda Tidak Bisa Mencium Bau Apa Pun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/01/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Hidung adalah bagian dari sistem pernapasan sekaligus untuk mendeteksi bau di sekitar Anda. Selain itu, hidung juga berkoordinasi dengan lidah untuk mendeteksi berbagai rasa makanan. Namun, pada kondisi tertentu kemampuan hidung untuk membaui bisa terganggu, Anda jadi tidak bisa mencium bau apapun. Kondisi ini dikenal dengan istilah medis anosmia. Apa saja penyebab anosmia?

Bagaimana cara hidung mendeteksi bau?

Saat Anda berada di toko bunga, Anda pasti merasa senang karena wangi bunga dapat memanjakan hidung Anda. Sebenarnya bagaimana cara hidung Anda mendeteksi wangi bunga dan bau lainnya?

Bunga melepaskan suatu molekul “wewangiannya”  di udara. Saat Anda bernapas, udara yang bercampur dengan molekul dari bunga akan terhirup ke dalam hidung. Molekul tersebut akan merangsang sel-sel saraf khusus pada hidung yang disebut dengan sel olfaktori untuk mengirimkan informasi pada otak.

Kemudian, otak akan menerjemahkan secara spesifik informasi tersebut sebagai wangi bunga levender atau bunga lainnya. Nah, apa pun yang mengganggu proses penciuman tersebut dapat memengaruhi kemampuan hidung mencium bau.

Penyebab anosmia yang mungkin terjadi

Anosmia sangat umum terjadi, biasanya akan sembuh dengan cepat. Kecuali, jika penyebabnya cukup berat sehingga perlu waktu lama untuk proses pemulihan.

Saat Anda mengalami anosmia, kemampuan indra pengecap juga akan menurun. Hidung berkoordinasi dengan lidah untuk mendeteksi bau dan mengenali rasa. Akibatnya, Anda kehilangan nafsu makan dan berpotensi menyebabkan berat badan menurun. Pada kasus jangka panjang, anosmia bisa menyebabkan kekurangan gizi dan depresi.

Ada berbagai hal yang bisa mengganggu kemampuan Anda untuk mencium bau secara normal, mulai dari penyumbatan, kerusakan saraf, hingga perubahan fungsi otak. Lebih jelas, penyebab anosmia yang mungkin terjadi pada Anda meliputi:

1. Masalah pada lapisan dalam hidung

Masalah pada lapisan dalam hidung adalah penyebab ansomia yang paling umum. Berbagai penyakit yang menyebabkan iritasi pada selaput lendir yang melapisi bagian dalam hidung, antara lain:

  • Sinusitis akut (peradangan pada sinus)
  • Pilek
  • Rinitis alergi dan rinitis non alergi
  • Flu

2. Penyumbatan pada hidung

Adanya penyumbatan bisa menghalangi aliran udara yang masuk ke hidung dan dapat menyebabkan anosmia. Kondisi dan penyakit yang bisa menyebabkan penyumbatan pada hidung, seperti:

  • Polip hidung (tumbuhnya jaringan pada lapisan hidung)
  • Tumbuhnya tumor di dalam hidung
  • Memiliki kelainan bentuk tulang hidung bagian dalam

3. Kerusakan otak atau saraf

Penyebab anosmia mungkin saja terjadi akibat adanya kerusakan pada saraf yang mengarah ke pusat pendeteksian bau di otak. Kondisi dan penyakit yang menyebabkan kerusakan saraf di otak, antara lain:

  • Penuaan
  • Penyakit Alzheimer (peradangan pada otak)
  • Aneurisma otak (benjolan pada arteri otak yang bisa pecah kapan saja)
  • Tumor otak
  • Diabetes
  • Penyakit Huntington (kerusakan sel-sel saraf otak)
  • Penyakit langka seperti sindrom Kallmann dan sindrom Klinefelter
  • Multiple sclerosis
  • Malnutrisi
  • Demensia jenis Niemann-Pick
  • Gangguan progresif sistem saraf  (multiple system atrophy)
  • Penyakit Parkinson
  • Skizofrenia
  • Sindrom Sjorgen (peradangan yang membuat mata dan mulut kering)
  • Penyakit Paget tulang
  • Menjalani terapi radiasi di sekitar kepala atau leher
  • Mengalami cedera pada otak
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat untuk hipertensi
  • Psikosis Korsakoff (gangguan otak akibat kekurangan thiamin)
  • Terpapar zat kimia, seperti insektisida, zat pelarut, atau semprotan mengandung zink

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sindrom Kallmann, Penyakit yang Membuat Anak Gagal Puber

Sindrom Kallmann adalah salah satu kelainan genetik yang memengaruhi pubertas pada anak dan remaja. Cari tahu penyebab, gejala, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. William
Hidup Sehat, Fakta Unik 05/04/2018 . 3 menit baca

Mengenal Tahap Perkembangan Kelima Indra Bayi Dalam Kandungan

Pada dasarnya indra manusia sudah mulai berkembang sepanjang kehamilan, yaitu sejak kita masih jadi janin. Seperti apa tahapan perkembangannya? Cek di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perkembangan Janin, Kehamilan 03/02/2018 . 3 menit baca

Risiko Demensia Meningkat Jika Hidung Anda Kurang Tajam Mencium Bau

Penelitian terbaru memaparkan berkurangnya kemampuan hidung mencium bau dapat meningkatkan risiko demensia. Adakah kaitan indera penciuman dengan demensia?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya
Hidup Sehat, Fakta Unik 10/01/2018 . 4 menit baca

Sudah Tidak Bisa Mencium Bau? Bisa Jadi Tanda Ajal Mendekat

Hati-hati, penelitian membuktikan kalau orang yang sudah tidak bisa mencium bau lagi bisa jadi tanda kalau ajal sudah mendekat. Bagaimana bisa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/06/2017 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

komplikasi anosmia

Beragam Masalah yang Timbul Saat Punya Gangguan Sulit Mencium Aroma (Anosmia)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2019 . 3 menit baca
hidung tidak bisa mencium bau

Mungkinkah Seseorang Kehilangan Kemampuan untuk Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 15/01/2019 . 3 menit baca
penyakit anosmia

Anosmia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 28/11/2018 . 1 menit baca
indra penciuman

5 Kunci Mempertajam Indra Penciuman dan Pengecapan, Seiring Usia Bertambah Tua

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/09/2018 . 5 menit baca