Memahami Fungsi Hati (Liver) untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Dengan berat sekitar 1,5 kilogram, hati merupakan salah satu organ terbesar dalam tubuh. Salah satu fungsi hati adalah bekerja membantu melancarkan  metabolisme tubuh. Lalu, hal apa lagi yang harus diketahui lebih lanjut tentang fungsi hati?

Di mana letak hati dalam tubuh?

Hati terletak di perut kanan atas, di bawah diafragma, dan memenuhi sebagian besar ruang di bawah tulang rusuk dan juga sebagian kecil ruang di perut kiri atas. Jika dilihat dari luar, tampak perbedaan dari lobus kanan yang lebih besar dan lobus kiri yang lebih kecil. Kedua lobus ini dipisahkan oleh pita jaringan ikat yang melekatkan hati pada rongga perut. Kandung empedu, di mana cairan empedu disimpan, terletak di cekungan kecil di bagian bawah hati.

Salah satu fungsi hati adalah untuk membuang racun dalam tubuh

Beberapa hal yang dilakukan fungsi hati adalah sebagai berikut:

  • Membersihkan tubuh dari zat-zat berbahaya dalam darah, termasuk obat-obatan dan alkohol
  • Memecah lemak jenuh dan menghasilkan kolesterol
  • Menghasilkan protein darah yang membantu koagulasi, pengangkutan oksigen, dan fungsi sistem kekebalan tubuh
  • Menyimpan gula (glukosa) dalam bentuk glikogen
  • Menyimpan kelebihan nutrisi dan mengembalikannya sebagian ke aliran darah
  • Menghasilkan empedu, zat yang diperlukan untuk membantu mencerna makanan

Jaringan fungsi hati terdiri dari banyak unit sel hati, itu dinamakan lobulus. Lalu, ada banyak kapiler (pembuluh darah terkecil) pengangkut darah dan empedu yang membentang di antara sel-sel hati ini. Darah yang berasal dari organ pencernaan mengalir ke pembuluh utama hati dengan mengangkut nutrisi, obat, dan juga zat beracun.

Begitu mencapai hati, zat-zat ini diproses, disimpan, diubah, dimurnikan, dan disalurkan kembali ke dalam darah atau dilepaskan ke usus untuk digunakan dalam proses pencernaan. Dengan cara ini, hati ini bisa memurnikan darah dari alkohol dan terhindar dari produk sampingan hasil pemecahan obat. Hati juga memecah sel-sel darah merah yang berusia tua atau rusak. Bersama vitamin K, hati memproduksi protein yang penting dalam pembekuan darah.

Fungsi hati manusia untuk menghasilkan energi

Fungsi hati manusia adalah memainkan peran utama dalam semua proses pencernaan dan penyerapan zat gizi dalam tubuh. Selain membuang racun, salah satu fungsi hati adalah untuk menghasilkan energi dengan memecah lemak.

Dalam proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat, fungsi hati adalah untuk membantu menstabilkan kadar gula darah (glukosa). Jika kadar gula darah meningkat, misalnya sehabis makan, hati menyaring gula dari darah yang dipasok oleh vena portal (pembuluh vena dalam hati) dan menyimpannya dalam bentuk glikogen. Jika kadar gula darah seseorang terlalu rendah, hati akan memecah cadangan gula yang dimilikinya dan melepaskannya ke dalam darah. Sama halnya dengan gula, hati juga menyimpan vitamin dan mineral (besi dan tembaga), untuk dilepaskan ke dalam darah jika diperlukan.

Sementara jika tubuh kekurangan kadar gula, maka lemak akan diambil untuk dijadikan energi. Lagi-lagi hati memiliki peran utama dalam mempersiapkan lemak untuk menjadi bahan energi pengganti gula.

Dalam proses pencernaan lemak, sel-sel hati memecah lemak dan menghasilkan energi. Sel-sel ini juga melepaskan sekitar 800 sampai 1.000 mililiter empedu per harinya. Cairan berwarna kuning, kecoklatan atau hijau zaitun ini dikumpulkan dalam kapiler-kapiler kecil dan kemudian diteruskan ke saluran empedu utama, yang mengangkut empedu ke bagian usus kecil yang disebut duodenum. Empedu sangatlah diperlukan untuk pemecahan dan penyerapan lemak.

hati manusia tumbuh lagi

Fungsi hati manusia untuk membantu ginjal memproduksi urin

Fungsi hati juga memainkan peran penting dalam metabolisme protein. Pasalnya sel-sel hati mengubah asam amino dalam makanan sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan energi, atau membentuk karbohidrat atau lemak. Zat “sampah” yang dihasilkan dari proses ini disebut ammonia.

Sel-sel hati mengubah ammonia menjadi zat yang jauh tidak berbahaya yang disebut urea, yang dilepaskan ke dalam darah. Urea kemudian diangkut ke ginjal dan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin.

Fungsi hati manusia memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Konsultasikan pada dokter atau apoteker jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai fungsi hati manusia.

Bila fungsi hati manusia rusak

Bila fungsi hati manusia rusak, hal ini tidak dapat diperbaiki kecuali dilakukan transplantasi. Penyakit hati atau penyakit liver adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai faktor yang merusak hati, seperti virus dan penggunaan alkohol. Obesitas juga berhubungan dengan kerusakan hati. Seiring waktu, kerusakan hati berdampak pada luka di jaringan (sirosis), yang dapat menyebabkan gagal hati, suatu kondisi yang mengancam jiwa.

Makanan apa yang baik untuk fungsi hati manusia?

Gejala kesulitan tidur, bertambah berat badan, atau mengalami sakit kepala berkepanjangan, merupakan salah satu ciri bahwa di tubuh Anda memiliki banyak racun yang mengendap. Racun dapat berasal dari pola makan, kebiasaan gaya hidup, atau polutan dari lingkungan. Ini juga berarti hati Anda perlu bekerja lebih keras untuk membersihkan darah dari segala racun.

Untuk membantu fungsi hati manusia menjadi lebih baik, Anda dapat mengubah pola makan Anda untuk membantu kerja fungsi hati dan memberi nutrisi yang penting agar dapat berfungsi dengan efisien. Berikut asupan yang harus Anda makan:

1. Air

Enam puluh persen kandungan di tubuh Anda adalah air. Namun tidak seperti unta, manusia tidak menyimpan air di kantung pada punggung. Kadar air pada tubuh manusia adalah kadar air dalam sirkulasi, tersimpan di sel tubuh. Jika Anda tidak memiliki air yang cukup,fungsi hati adalah organ pertama yang tidak dapat bekerja dengan baik dan sehat.

Sehingga nantinya racun akan mengendap di tubuh Anda, salah satu sisa pembuangan seperti air seni dan keringat akan menjadi ciri bahwa fungsi hati manusia bermasalah. Direkomendasikan untuk meminum 3 liter air setiap hari. Namun jangan minum air dengan berlebihan, karena tidak baik juga.

2. Sayur-sayuran

Sayur-sayuran yang baik untuk fungsi hati adalah jenis sayuran yang meliputi brokoli, kol, kembang kol, bok choy dan daikon. Sayur-sayuran ini memiliki phytonutrients – flavonoid, carotenoid, sulforaphane dan indoles. Zat kimia alami ini dapat membantu fungsi hati menetralkan zat kimia, pestisida, obat-obatan dan karsinogen.

Ada juga sayur-sayuran hijau lainnya seperti kale, Brussels sprouts, dan kembang kol yang kaya akan sulfur. Zat kimia ini terkenal untuk kemampuan mendetoksifikasi pada fungsi hati manusia dan dapat dimasak dengan berbagai cara. Sayuran yang berdaun seperti bayam yang kaya akan antioksidan glutation juga dapat membantu melawan radikal bebas dan melindungi liver Anda.

3. Tanaman laut

Dikenal juga sebagai algea dan memiliki banyak jenis algea. Beberapa contohnya adalah arame, nori, kombu, wakame, hijiki, dulse, agar dan kelp. Warga Jepang memiliki angka kematian yang terkait dengan penyakit hati terendah karena tanaman laut adalah salah satu makanan utama dalam pola makan mereka. Tanaman laut ini membantu hati dalam mencegah logam dari terserap oleh tubuh Anda.

4. Kacang-kacangan dan oatmeal

Makanan yang kaya serat seperti oatmeal dapat membantu mengurangi lemak pada tubuh Anda. Ini dapat mengurangi risiko Anda untuk mengalami penyakit pada hati. Kacang-kacangan, yang mengandung vitamin E, dapat melindungi liver Anda dari penyakit perlemakan hati.

buah untuk sakit tipes

5. Buah-buahan

Buah-buahan pada umumnya, terutama buah-buahan ceri seperti stroberi, raspberi dan cranberi sering disebut sebagai buah-buahan super karena sangat sehat. Buah-buahan tersebut mengandung anthocyanin dan polyphenols, yang telah terbukti menghambat perkembangan sel kanker di hati. Selain itu, mereka juga kaya antioksidan dan dapat mengurangi jerawat, rasa sakit dan penuaan.

6. Makanan fermentasi

Makanan fermentasi seperti kimchi, acar, sup miso dan tofu dapat menambahkan mikroorganisme di perut dan membantu pencernaan. Selain itu, senyawa kimia di makanan berfermentasi sudah dipecah, sehingga mudah dicerna orang dengan penyakit hati.

7. Lemak sehat

Lemak memberikan tubuh tenaga untuk bekerja dan bermain. Anda dapat menemukan lemak yang sehat di produk alami seperti flax seeds, hemp seeds, chia seeds, minyak kelapa, olive oil dan alpukat. Makanan tersebut mengandung lemak yang sehat seperti lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal. Sumber yang paling kaya akan asam lemak omega-3 adalah dari makanan hasil laut.

8. Rempah-rempah

Rempah-rempah adalah cara yang paling murah untuk mendapatkan hati yang sehat. Rempah serba guna – dapat dibuat menjadi teh atau sebagai bumbu – dan kaya akan zat-zat pendetoksifikasi anti peradangan, antiviral dan antibakteri.

Panduan menjalani diet penyakit hati

Jika Anda memiliki penyakit hati (liver), ada beberapa pertimbangan khusus yang mungkin Anda butuhkan sebelum menjalani diet penyakit hati untuk membantu mengelola kondisi Anda. Diet yang tidak sehat dapat membuat hati bekerja sangat keras sehingga mungkin menyebabkan lebih banyak kerusakan dari yang sudah ada.

Meskipun awalnya tidak dimaksudkan untuk orang dengan penyakit hati, diet Mediterania yang memfokuskan kecukupan empat pilar nutrisi, seperti karbohidrat kompleks, lemak sehat, protein, dan antioksidan ternyata juga dapat membantu mengurangi tebalnya lapisan lemak di hati Anda.

Bicarakan dengan ahli gizi Anda seputar jenis diet yang terbaik untuk Anda sehingga Anda mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat, dan juga berapa banyak kalori yang Anda harus dapatkan setiap hari. Perubahan yang Anda akan buat akan banyak bergantung pada seberapa baik hati Anda bekerja.

Begini panduan umumnya:

1. Makan makanan tinggi karbohidrat

Karbohidrat harus menjadi sumber utama kalori dalam diet ini. Tapi bukan sembarang karbohidrat. Hindari permen, soda biasa, roti, pasta dari terigu, gorengan, dan makanan lain dengan tambahan gula termasuk sirup jagung tinggi fruktosa. Terlalu banyak gula sederhana mempercepat proses di mana hati mengolah makanan menjadi lemak.

Karbohidrat kompleks, seperti yang diiringi dengan banyak serat, merupakan pilihan yang lebih aman. Karbohidrat kompleks cenderung memiliki indeks glikemik rendah yang dicerna lebih lambat dan tidak menyebabkan lonjakan gula ke seluruh tubuh Anda. Hal ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kolesterol darah Anda.

Contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks termasuk biji-bijian (gandum, oats, nasi merah), alpukat, kacang walnut, sayuran bertepung seperti jagung, kacang polong, kentang, labu, dan ketela, juga sayuran berdaun hijau seperti bayam dan selada. Penyakit hati dapat menyebabkan kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah pada beberapa orang. Anda mungkin perlu untuk mengontrol jumlah karbohidrat yang Anda makan untuk membantu mengontrol kadar gula darah Anda.

2. Cukupi kebutuhan protein Anda

Hal ini penting untuk makan dalam jumlah yang tepat dari protein ketika Anda memiliki penyakit hati. Makanan berikut merupakan sumber protein yang baik: ikan air dingin (seperti salmon dan mackerel), daging tanpa lemak, telur dan produk susu, serta kacang dan biji-bijian mentah.

Makan sekitar 1 gram protein per kilogram berat badan. Ini berarti bahwa seorang pria dengan berat badan 70 kilogram, misalnya, harus makan 70 gram protein per hari. Tapi perhitungan ini tidak termasuk protein yang didapat dari makanan dan sayuran bertepung. Seseorang dengan hati yang rusak parah mungkin perlu makan lebih sedikit protein. Bicarakan dengan dokter Anda tentang rincian kebutuhan protein Anda.

3. Lemak boleh, asal secukupnya

Orang dengan penyakit hati sering bertentangan dengan insulin. Pasalnya, tubuh mereka membuat insulin, tetapi tidak bekerja dengan baik. Akibatnya glukosa menumpuk dalam darah, dan hati mengolah gula tambahan gula tersebut menjadi lemak.

Lemak tertentu dalam diet penyakit hati Anda dapat meningkatkan sensitivitas insulin, atau kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin. Sel-sel Anda dapat mengambil simpanan glukosa tersebut sehingga hati Anda tidak perlu membuat dan menyimpan lemak. Peningkatan asupan karbohidrat dan lemak juga membantu mencegah pemecahan protein dalam hati.

asam lemak esensial untuk kecerdasan anak

Contoh lemak yang baik adalah asam lemak omega 3 yang ditemukan dalam ikan berminyak (salmon, tuna, mackerel, herring), minyak sayur, kacang-kacangan (terutama walnut), dan sayuran berdaun hijau gelap. Lemak tak jenuh tunggal juga merupakan jenis lemak yang baik untuk tubuh.

Lemak tak jenuh tunggal dapat Anda temukan di berbagai sumber pangan nabati, seperti buah zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan. Hindari lemak jenuh dan batasi pula konsumsi daging dan produk susu. Hindari memasak dengan cara dipanggang, dibakar, atau digoreng yang menggunakan minyak kelapa. Ini menyebabkan penumpukan lemak yang lebih banyak di hati Anda.

4. Makan buah dan sayur yang tinggi antioksidan

Alasan lain dari penumpukan lemak dalam hati adalah bahwa sel-sel pada fungsi hati bisa rusak ketika nutrisi tidak memecah dengan benar. Buah-buahan (terutama beri, seperti goji berry), sayuran, dan beberapa makanan lain memiliki senyawa yang dikenal sebagai antioksidan yang dapat melindungi sel-sel dari kerusakan ini. Hanya saja, ingat untuk memilih produk segar dan menghindari makanan kaleng, yang cenderung tinggi kandungan sodiumnya.

Beberapa studi menemukan bahwa vitamin E dapat membantu dengan penyakit perlemakan hati. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa untuk memperbaiki kondisi hati  yang berlemak, maka Anda perlu juga mengonsumsi vitamin E dan C yang disertai dengan obat penurun kolesterol. Dokter tidak tahu mana salah satu dari faktor ini yang bertanggung jawab, atau jika semua tiga hal tersebut saling bekerja sama.

Biji bunga matahari dan almond merupakan sumber yang baik dari vitamin E. Begitu pula dengan minyak zaitun dan minyak canola. Makanan sumber antioksidan tinggi lain yang mungkin memiliki manfaat untuk hati Anda meliputi sayuran berdaun hijau dan sayuran berbonggol, bawang putih mentah, teh hijau, buah asam (lemon dan jeruk, dan kunyit.

5. Hindari garam

Anda mungkin perlu untuk mengurangi jumlah garam dalam diet penyakit hati Anda (biasanya kurang dari 1500 miligram per hari). Penelitian terkini menunjukkan bahwa konsumsi garam yang berlebih dapat memicu pembentukan jaringan parut (seperti bekas luka) pada liver Anda. Tanyakan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut tentang diet rendah garam. Beberapa makanan yang mengandung garam dalam jumlah tinggi adalah:

  • Garam dapur
  • Daging asap, sosis, kornet
  • Makanan kaleng dan kaldu sayuran siap saji
  • Makanan beku dan makanan ringan kemasan
  • Kecap asin, saus barbeque, saus teriyaki
  • Sup kemasan

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca