Anda sudah menahan hasrat makan enak selama berminggu-minggu demi menurunkan berat badan, tapi hasilnya belum tampak juga? Mungkin ada yang kurang dari cara Anda diet. Misalnya kurang olahraga. Ya, ternyata mengurangi porsi makan atau menghindari makanan tak sehat belum cukup kalau Anda mau menurunkan berat badan secara efektif. Anda juga perlu olahraga untuk diet yang sempurna. Memangnya seberapa penting, sih, olahraga untuk diet? Berikut ulasannya.

Mana yang lebih ampuh, mengurangi porsi makan atau olahraga?

Pada dasarnya, kunci untuk menurunkan berat badan adalah mengendalikan kalori dalam tubuh. Caranya ada dua, yaitu membatasi asupan kalori dari makanan dan minuman serta membakar kalori yang disimpan dalam tubuh.

Menurut seorang pakar ilmu gizi dan olahraga Shawn M. Talbott, Ph.D., memang sejatinya lebih mudah membatasi asupan kalori daripada membakarnya. Misalnya Anda makan siang sate ayam satu porsi dengan lontong, totalnya yaitu 500 kalori. Untuk membakar 500 kalori, Anda harus berolahraga lari kira-kira enam kilometer jauhnya! Inilah mengapa banyak orang memilih untuk mengurangi porsi makan, lebih tepatnya yaitu kalori, untuk mengendalikan berat badan. Apalagi Anda yang punya segudang kesibukan tiap hari.

Akan tetapi, banyak orang salah kaprah dan malah menghindari makanan berkalori yang sebenarnya sehat dan diperlukan tubuh. Misalnya tidak makan makanan pokok dan produk hewani sama sekali. Hal ini justru bikin Anda lemas dan tambah ngidam makanan tinggi karbohidrat, lemak, dan gula. Akibatnya, diet Anda bisa gagal.

Maka Anda harus menyeimbangkan asupan kalori yang masuk dengan yang Anda bakar. Anda hanya bisa melakukannya dengan cara olahraga untuk diet. Jadi Anda tetap bisa mengonsumsi sumber energi seperti nasi, daging, buah, dan sayur. Olahraga akan membakar kalori yang masuk dari berbagai sumber energi tersebut.

Pentingnya olahraga untuk diet

Belum percaya juga bahwa olahraga untuk diet itu sama pentingnya dengan membatasi porsi makan Anda? Simak berbagai buktinya di bawah ini.

1. Membakar lemak lebih banyak

Tanpa olahraga tubuh Anda malah akan kehilangan massa otot dan tulang karena asupan gizi Anda berkurang. Di timbangan memang berat badan menurun, tapi hanya sedikit saja lemak yang hilang. Sebagian lainnya dari berat badan yang hilang justru bukan lemak, melainkan otot dan kepadatan tulang.

Sedangkan olahraga justru akan menguatkan otot dan tulang sembari mengusir kelebihan lemak. Ini lantaran olahraga memicu sistem metabolisme agar mengolah lemak jadi kalori (energi).

2. Menjaga berat badan tetap stabil

Kalau Anda terbiasa olahraga saat diet, Anda bisa menjaga berat badan ideal. Bayangkan kalau suatu saat Anda makan banyak di suatu acara. Kalori yang Anda konsumsi hanya akan menumpuk jadi lemak saja di tubuh dan berat badan Anda pun naik lagi.

Sementara kalau Anda biasa olahraga, sesekali makan banyak tak jadi masalah. Tubuh akan tetap membakar lemak yang menumpuk sehingga badan tetap langsing dan stabil.

3. Mencegah stres dan meningkatkan kualitas tidur

Pakar ilmu olahraga dari Auburn University at Montgomery di Amerika Serikat, Michele Olson Ph.D. menjelaskan bahwa olahraga mampu melawan stres dan meningkatkan kualitas tidur. Menurut sejumlah penelitian, stres dan kurang tidur bisa membuat Anda gemuk karena nafsu makan meningkat dan metabolisme tubuh kacau. Jadi, Anda masih malas olahraga untuk diet?

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca