Serba- Serbi Jerawat pada Bayi yang Tidak Perlu Dikhawatirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Biasanya, jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang sering dialami anak remaja saat mengalami pubertas. Selain itu, jerawat juga sering timbul pada orang dewasa ketika ia merasa stres atau tidak membersihkan kulit dengan benar. Namun, tidak hanya mereka, anak-anak bahkan bayi juga bisa memiliki jerawat. Apa penyebab jerawat pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya?

Seperti apa tanda jerawat pada kulit bayi?

Jerawat pada bayi menandakan ciri kulit bayi masih sangat sensitif. Jerawat termasuk masalah pada kulit bayi yang tidak berbahaya.

Mengutip dari Mayo Clinic, tanda awal jerawat pada kulit si kecil adalah berupa bintik merah yang menyebabkan daerah sekitarnya ikut memerah bila lenting yang berisi nanah (whiteheads) berkembang.

Jerawat ini bisa muncul di sekitar pipi, dagu, dahi, atau bahkan di punggung bayi. Kondisi ini bisa terjadi setelah bayi baru lahir atau sekitar dua atau empat minggu setelah dilahirkan. 

Jerawat pada bayi biasanya muncul dan bertahan sekitar 2 sampai 4 minggu setelah bayi lahir. Namun, jerawat ini juga bisa muncul sampai tiga bulan pertama setelah bayi lahir, lalu akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan (biasanya 3-4 bulan).

Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena jerawat hanya muncul sementara. Anda bisa melakukan perawatan untuk mengatasi rasa tidak nyaman bayi.

Memang di masa ini, biasanya bayi lebih rewel dan menangis bila benda kasar atau air liur mengenai jerawat tersebut.

Apa penyebab jerawat pada bayi?

jerawat pada bayi

Belum diketahui dengan jelas apa yang menyebabkan jerawat pada bayi. Dilansir dari Baby Center, para ahli menduga bahwa hormon yang diterima bayi dari ibunya pada akhir kehamilan dapat menjadi penyebab timbulnya jerawat pada bayi.

Dalam beberapa kasus, produk perawatan kulit bayi, terutama yang berminyak, bisa saja menghalangi pori-pori di wajah bayi sehingga menyebabkan timbulnya jerawat.

Selain itu, minum obat-obatan tertentu saat menyusui atau jika bayi minum obat tertentu, juga bisa menjadi penyebab munculnya jerawat pada bayi.

Si kecil akan merasa tidak nyaman dengan kondisi jerawat yang muncul di kulit ketika mengalami:

  • Tubuh kepanasan
  • Kulit iritasi akibat air liur atau keringat
  • Bahan pakaian atau kain terlalu kasar

Jerawat membuat kulit si kecil tidak nyaman ketika kondisi di atas terjadi. Cegah si kecil rewel dengan membuat tubuh bayi tetap kering, tidak berkeringat, dan memakaikan bahan baju bayi yang lembut.

Kondisi kulit yang menyerupai jerawat bayi

Ada beberapa kondisi kulit yang mirip dengan jerawat pada kulit buah hati Anda, tapi sebenarnya bukan. Kondisi ini yauitu eksim, milia, dan eritema toxicum, penjelasannya sebagai berikut:

Eksim

Kondisi kulit yang satu ini biasanya muncul dengan benjolan merah di wajah dan sangat mungkin timbul di kulit dan siku, saat si kecil beranjak dewasa.

Pada kodisi yang parah, eksim atau dermatitis atopik pada bayi yang sudah infeksi bisa membuat kulit kering berwarna kuning dan berkerak. Kondisi ini akan semakin parah ketika bayi belajar merangkak dan mengikis lutut dan siku si kecil.

Ada dua jenis eksim yang paling sering dialami bayi, dermatitis atopik dan dermatitis seboroik. Eksim bisa diobati dengan memakai obat salep ringan yang diresepkan oleh dokter. Anda tidak bisa sembarangan memakaikan obat pada kulit si kecil.

Dokter akan meminta Anda untuk menghilangkan makanan yang menjadi pemicu alergi. Selain itu, dokter akan meresepkan probiotik untuk diberikan pada si kecil sebagai cara mengurangi eksim pada bayi.

Eritema toksikum

Ini adalah kondisi kulit yang muncul sebagai ruam, benjolan kecil, atau bercak merah. Biasanya bisa dilihat di area wajah, dada, punggung di beberapa hari pertama setelah bayi lahir.

Eritema toksikum tidak berbahaya karena bisa hilang dalam waktu kurang dari satu minggu setelah si kecil dilahirkan.

Milia

Ini adalah kondisi ketika ada bintik putih kecil yang timbul di kulit wajah bayi. Milia terjadi ketika sel kulit mati terjebak di bawah kulit dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Milia pada bayi juga hadir beberapa minggu setelah kelahiran dan akan hilang dengan sendirinya.

Berapa lama jerawat ada di kulit bayi?

Biasanya, jerawat pada kulit si kecil akan muncul sesaat setelah dilahirkan kemudian hilang beberapa minggu kemudian. Paling lama sampai bayi berusia enam bulan.

Apakah jerawatnya akan meninggalkan bekas, seperti jerawat pada orang dewasa? Tidak perlu khawatir, jerawat pada kulit si kecil tidak akan meninggalkan bekas luka dan tidak bersifat permanen seperti halnya orang dewasa.

Bagaimana mengatasi jerawat pada bayi?

jerawat pada bayi

Kondisi ini umum terjadi dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, minggu, atau bulan. Walaupun demikian, melakukan perawatan di rumah dapat membantu kulit bayi sembuh lebih cepat dan menjadikan kulit bayi lebih sehat.

Berikut tips merawat kulit bayi yang berjerawat:

1. Bersihkan dengan memakai air hangat

Meski jerawat bayi akan hilang dengan sendirinya, tapi American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan untuk tetap melakukan perawatan kulit bayi dengan membersihkan memakai air hangat. 

Maksud air hangat di sini, bukan panas tapi cenderung dingin atau air suam-suam kuku. Air yang terlalu hangat cenderung panas bisa membuat kulit iritasi dan membuat si kecil tidak nyaman.

Rutin membersihkan wajah bayi dengan air hangat membantu merawat kulit bayi agar lebih bersih dari sisa makanan, ASI, air liur, dan tentunya bakteri atau kuman.

Cara membersihkan dengan menyiapkan lap atau kain yang lembut yang sebelumnya sudah direndam ke dalam air hangat.

2. Hindari menggosok kulit bayi

Setelah dibersihkan dengan air hangat, usap kulit bayi dengan handuk lembut. Hindari menggosok kulit bayi dengan keras yang bisa menyebabkan iritasi.

Bila sudah dibersihkan, keringkan dengan handuk atau kain kering dengan cara ditepuk-tepuk perlahan. Walau bertujuan untuk membersihkan kulit bayi,mencuci muka bayi hanya dilakukan sekali sehari dan tidak lebih.

3. Hindari membersihkan memakai tisu basah

Cara berikutnya untuk mengatasi jerawat pada kulit bayi adalah membersihkan area mulut bayi yang sering mengeluarkan air liur. Bersihkan dengan memakai tisu kering untuk menghindari air liur mengiritasi jerawat di sekitar dagu.

Hindari menggunakan tisu basah yang biasanya mengandung alkohol dan pewangi yang bisa menimbulkan rasa perih dan membuat kulit bayi kering. Anda bisa memakai sabun untuk kulit kering bayi agar lebih lembut dan halus.

4. Jangan pakai produk perawatan kulit sembarangan

Untuk bayi yang usianya masih beberapa bulan, menggunakan produk perawatan kemungkinan akan menyebabkan iritasi.

Memakai losion berminyak pada kulit bayi juga akan memperparah kondisi jerawat karena losion tersebut menghalangi pori-pori kulit.

Tidak hanya itu, hindari memakai obat jerawat tanpa resep dokter. Bila mendapat produk perawatan kulit dari dokter, gunakan sesuai dengan anjuran.

Saat berkonsultasi dengan dokter, biasanya akan direkomendasikan krim untuk mengobati jerawat pada anak. Dalam kasus yang sangat parah sampai membuat luka, dokter kemungkinan akan memberikan antibiotik untuk menghindari terjadinya peradangan.

5. Gunakan pakaian berkancing

Bila jerawat muncul di sekitaran pipi, hindari untuk mencubit pipinya. Ini akan melukai dan membuat iritasi kulit pada bayi karena jerawat.

Untuk sementara, gunakan pakaian berkancing, ini menghindari kulitnya yang berjerawat dari gesekan jika baju langsung digunakan dari atas kepala.

Dalam melakukan perawatan kulit bayi yang berjerawat, Anda harus bersabar. Rasa kekhawatiran pasti muncul karena bayi menjadi tidak nyaman dan sering menangis.

Bila jerawat bayi tidak hilang dalam waktu tiga bulan, sebaiknya segera memeriksakan kesehatan kulitnya ke dokter. Sebenarnya tidak pengobatan khusus untuk menyembuhkan jerawat si kecil. Kemungkinan dokter akan merekomendasikan penggunaan obat atau salep sebagai pengobatan.

Kapan harus ke dokter?

mengobati jerawat bayi

Jika Anda merasa jerawat bayi tak kunjung hilang (lebih dari 4-6 bulan) atau jerawat makin bertambah parah, sebaiknya periksakan bayi ke dokter.

Dokter mungkin akan meresepkan obat topikal ringan untuk mengobati jerawat bayi Anda. Jerawat bayi yang terus-menerus muncul dan tak kunjung hilang bisa menjadi tanda bahwa anak Anda akan bermasalah dengan jerawat pada masa remajanya.

Tidak hanya itu, bintik merah pada kulit bayi juga bukan hanya pertanda jerawat bayi.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan munculnya bintik merah pada kulit bayi dan biasanya disertai gejala lain, seperti demam. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut bila kondisi tersebut terjadi.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pityriasisrosea

Pityriasisrosea merupakan ruam kulit yang lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Kapan harus mengunjungi dokter bila merasakan gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 25 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ada yang bilang sebaiknya memandikan bayi di pagi hari, tapi ada juga yang bilang sore lebih pas. Yang benar yang mana? Simak jawabannya di sini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Masker Lidah Buaya dan Tips Membuatnya

Buat Anda yang sedang cari cara alami untuk merawat tubuh, kenapa tidak coba membuat masker lidah buaya? Ada segudang manfaat yang sayang jika terlewatkan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Jenis dan Fungsi Serum untuk Kulit Anda

Sebetulnya, apa fungsi serum? Bagaimana cara pemakaiannya? Dan jenis kulit wajah seperti apa yang perlu menggunakan serum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
es batu untuk wajah

4 Cara Memanfaatkan Es Batu Untuk Wajah Lebih Cerah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidradenitis suppurativa

Hidradenitis Suppurativa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit