Nama Generik: Diclofenac Merek: Anuva, Araclof, Bufaflam Emulgel, Cataflam/Cataflam D, Deflamat-75 CR/Deflamat-100 CR, Eflagen, Elithris 50, Flamar, Flamar Tetes Mata Flamar, Flazen 50, Galtaren, Gratheos, Kadiflam, Kaditic, Kaflam, Laflanac, Megatic Emulgel, Merflam, Nacoflar, Nadifen Tetes Mata Nadif, Proklaf, Raost, Renadinac, Renvol, Tirmaclo, Troflam, Voltaren, Voltaren Emulgel, Volten, Yariflam, Zegren, Aclonac, Alflam, Atranac, Cataflam Tetes Cataflam, Cataflam Fast, Catanac, Diclofenac Sodium Indo Farma, Dicloflam, Diflam, Divoltar, Exaflam, Fenaren dan diclofenac-diklofenak-obat-sakit.

Penggunaan

Untuk apa Diclofenac?

Diclofenac adalah obat untuk menghilangkan rasa sakit, peradangan, dan kekakuan sendi yang disebabkan oleh arthritis, asam urat, sakit gigi, dan sebagainya. Diclofenac adalah obat golongan anti-inflamasi nonsteroid (NSAID).

Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati kondisi menyakitkan lainnya seperti nyeri otot, nyeri setelah operasi atau setelah melahirkan. Namun, jika Anda memiliki sakit parah yang mendadak dan ingin bantuan cepat, mungkin lebih baik untuk menggunakan obat sakit lain yang bertindak lebih cepat dari obat ini. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk lebih jelasnya.

Jika Anda sedang mengobati kondisi kronis seperti radang sendi, tanyakan kepada dokter Anda tentang perawatan non-obat dan/atau menggunakan obat lain untuk mengobati rasa sakit Anda. Lihat juga bagian Peringatan.

Dosis diclofenac dan efek samping diclofenac akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penyimpanan Diclofenac?

Diclofenac adalah salah satu obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Aturan pakai

Bagaimana aturan minum Diclofenac?

Minum diclofenac dengan segelas penuh air (8 ons/240 mililiter) kecuali dokter Anda mengarahkan Anda sebaliknya. Jangan berbaring selama setidaknya 10 menit setelah minum diklofenak. Jika Anda mengalami sakit perut karena obat ini, Anda dapat mengonsumsinya dengan makanan, susu, atau antasida. Namun, ini mungkin memperlambat penyerapan dan menunda peredaan nyeri, terutama jika Anda tidak meminum obat ini pada jadwal teratur.

Telanlah diklofenac seluruhnya. Jangan menghancurkan, mengunyah, atau membagi tablet. Hal itu dapat menghancurkan lapisan khusus pada tablet dan dapat meningkatkan efek samping.

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda, respon terhadap pengobatan, dan obat-obatan lain yang mungkin Anda gunakan. Pastikan untuk memberitahu dokter dan apoteker tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat non resep, dan produk herbal). Untuk meminimalkan risiko efek samping (seperti pendarahan lambung), gunakan obat ini pada dosis efektif terendah untuk panjang waktu terpendek. Jangan meningkatkan dosis atau menggunakan lebih sering daripada yang ditentukan. Untuk kondisi kronis seperti arthritis, terus gunakan seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter atau apoteker.

Untuk kondisi tertentu (seperti artritis), mungkin diperlukan waktu hingga 2 minggu pemakaian rutin sebelum manfaat penuh dari obat ini dapat bekerja .

Jika Anda menggunakan obat ini “sesuai kebutuhan” (bukan pada jadwal rutin), ingat bahwa obat dapat bekerja dengan baik jika mereka digunakan ketika tanda-tanda pertama dari nyeri terjadi. Jika Anda menunggu sampai rasa sakit telah memburuk, obat mungkin tidak bekerja dengan baik.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda memburuk.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Diclofenac untuk orang dewasa?

  • Untuk mengobati osteoarthritis, dosis diclofenac adalah 50 mg 2 sampai 3 kali sehari atau 75 mg secara oral dua kali sehari. Dosis lebih besar dari 150 mg/hari tidak dianjurkan untuk osteoarthritis. Untuk dosis diclofenac 100 mg, Anda bisa minum sekali sehari.
  • Untuk mengobati ankylosing spondylitis, dosis diclofenac adalah 25 mg secara oral 4 kali sehari. Tambahan dosis 25 mg dapat diberikan pada waktu tidur, jika perlu.
  • Untuk meringankan nyeri had, dosis diclofenac adalah 50 mg secara oral 3 kali sehari. Pada beberapa pasien, dosis awal 100 mg kalium diclofenac, diikuti oleh dosis 50 mg, akan memberikan bantuan yang lebih baik. Setelah hari pertama, dosis harian tidak boleh melebihi 150 mg.
  • Untuk meringankan nyeri akut ringan sampai sedang, dosis diclofenac adalah 50 mg secara oral 3 kali sehari. Pada beberapa pasien, dosis awal 100 mg kalium diclofenac, diikuti oleh dosis 50 mg, akan memberikan bantuan yang lebih baik. Setelah hari pertama, dosis harian tidak boleh melebihi 150 mg.
  • Untuk mengatasi rheumatoid arthritis, dosis diclofenac adalah 50 mg secara oral 3 sampai 4 kali sehari atau 75 mg secara oral dua kali sehari. Untuk dosis diclofenac 100 mg, Anda bisa minum sekali sehari. Dosis lebih dari 225 mg/hari tidak dianjurkan untuk rheumatoid arthritis.

 

Bagaimana dosis Diclofenac untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis diclofenac untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah Diclofenac tersedia?

  • Tablet Diclofenac Sodium Ukuran Besar: 100 mg
  • Supositoria: Voltaren: 50 mg, 100 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Diclofenac?

Kebanyakan efek samping yang umum dari diclofenac adalah gangguan pencernaan, termasuk munculnya ulkus lambung.

Hentikan menggunakan Diclofenac dan hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari efek samping yang serius berikut ini:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Masalah dengan penglihatan atau keseimbangan
  • Feses menghitam atau berdarah
  • Batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Pembengkakan atau kenaikan berat badan yang cepat, kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut bagian atas
  • Sakit kuning
  • Memar, kesemutan, mati rasa, nyeri, kelemahan otot yang parah
  • Kekakuan leher
  • Menggigil, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, ungu bintik-bintik pada kulit, dan/atau kejang

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Diklofenak?

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Diclofenac (juga tersedia sebagai Solaraze dan Pennsaid, di Arthrotec), aspirin atau NSAID lainnya seperti ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve, Naprosyn), obat lain, atau bahan aktif dalam produk Diclofenac yang Anda akan gunakan.
  • Beri tahu dokter dan apoteker tentang obat resep dan obat non resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau yang akan Anda gunakan. Banyak obat-obatan lainnya juga dapat berinteraksi dengan Diclofenac, jadi pastikan untuk memberitahu dokter Anda tentang semua obat yang Anda gunakan bahkan jika mereka tidak muncul di daftar ini. Dokter Anda mungkin perlu mengubah dosis obat Anda atau memantau Anda dengan hati-hati untuk adanya efek samping.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki atau pernah memiliki riwayat asma, polip hidung (pembengkakan selaput hidung), porfiria (peningkatan abnormal dalam jumlah zat alami tertentu yang dibuat oleh hati), gagal jantung, pembengkakan di daerah tangan atau kaki, penyakit hati atau penyakit ginjal.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu menggunakan Diclofenac, hubungi dokter Anda.
  • Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beritahu dokter atau dokter gigi Anda, tentang penggunaan Diclofenac.

Apakah diclofenac aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan diklofenak pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D (ada bukti bahwa ini berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Belum ada studi yang memadai pada wanita untuk menentukan risiko bayi ketika ibu menggunakan diklofenak selama menyusui. Pertimbangkan manfaat terhadap potensi risiko sebelum mengambil obat ini saat menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Diklofenak?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat-obatan berikut ini tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin memutuskan untuk tidak memperlakukan Anda dengan obat ini atau mengubah beberapa obat lain yang Anda ambil.

  • Ketorolac

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat-obatan berikut biasanya tidak dianjurkan, tapi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus. Jika kedua obat yang diresepkan bersama-sama, dokter Anda dapat mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

  • Abciximab
  • Anagrelide
  • Apixaban
  • Ardeparin
  • Argatroban
  • Beta Glucan
  • Bivalirudin
  • Ceritinib
  • Certoparin
  • Cilostazol
  • Citalopram
  • Clopidogrel
  • Clovoxamine
  • Cyclosporine
  • Dabigatran Etexilate
  • Dabrafenib
  • Dalteparin
  • Danaparoid
  • Deferiprone
  • Desirudin
  • Dipyridamole
  • Duloxetine
  • Enoxaparin
  • Eptifibatide
  • Erlotinib
  • Escitalopram
  • Femoxetine
  • Feverfew
  • Flesinoxan
  • Fluoxetine
  • Fluvoxamine
  • Fondaparinux
  • Ginkgo
  • Gossypol
  • Heparin
  • Lepirudin
  • Levomilnacipran
  • Meadowsweet
  • Methotrexate
  • Milnacipran
  • Nadroparin
  • Nefazodone
  • Nitisinone
  • Parnaparin
  • Paroxetine
  • Pemetrexed
  • Pentosan Polysulfate Sodium
  • Pentoxifylline
  • Pralatrexate
  • Prasugrel
  • Protein C
  • Reviparin
  • Rivaroxaban
  • Sertraline
  • Sibutramine
  • Tacrolimus
  • Ticlopidine
  • Tinzaparin
  • Tirofiban
  • Venlafaxine
  • Vilazodone
  • Vortioxetine
  • Zimeldine

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat-obatan berikut dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping tertentu, tetapi menggunakan kedua obat mungkin merupakan pengobatan terbaik untuk Anda. Jika kedua obat yang diresepkan bersama-sama, dokter Anda dapat mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

  • Acebutolol
  • Acetohexamide
  • Alacepril
  • Alprenolol
  • Amiloride
  • Amlodipine
  • Arotinolol
  • Atenolol
  • Azilsartan Medoxomil
  • Azosemide
  • Befunolol
  • Bemetizide
  • Benazepril
  • Bendroflumethiazide
  • Benzthiazide
  • Bepridil
  • Betaxolol
  • Bevantolol
  • Bisoprolol
  • Bopindolol
  • Bucindolol
  • Bumetanide
  • Bupranolol
  • Buthiazide
  • Candesartan Cilexetil
  • Canrenoate
  • Captopril
  • Carteolol
  • Carvedilol
  • Celiprolol
  • Chlorothiazide
  • Chlorpropamide
  • Chlorthalidone
  • Cholestyramine
  • Cilazapril
  • Ciprofloxacin
  • Clopamide
  • Colestipol
  • Cyclopenthiazide
  • Delapril
  • Desvenlafaxine
  • Dilevalol
  • Diltiazem
  • Enalaprilat
  • Enalapril Maleate
  • Eprosartan
  • Esmolol
  • Ethacrynic Acid
  • Felodipine
  • Fluconazole
  • Flunarizine
  • Fosinopril
  • Furosemide
  • Gallopamil
  • Gliclazide
  • Glimepiride
  • Glipizide
  • Gliquidone
  • Glyburide
  • Hydrochlorothiazide
  • Hydroflumethiazide
  • Imidapril
  • Indapamide
  • Irbesartan
  • Isradipine
  • Labetalol
  • Lacidipine
  • Landiolol
  • Levobunolol
  • Lidoflazine
  • Lisinopril
  • Lithium
  • Losartan
  • Manidipine
  • Mepindolol
  • Methyclothiazide
  • Metipranolol
  • Metolazone
  • Metoprolol
  • Moexipril
  • Nadolol
  • Nebivolol
  • Nicardipine
  • Nifedipine
  • Nilvadipine
  • Nimodipine
  • Nipradilol
  • Nisoldipine
  • Nitrendipine
  • Olmesartan Medoxomil
  • Oxprenolol
  • Penbutolol
  • Pentopril
  • Perindopril
  • Pindolol
  • Piretanide
  • Polythiazide
  • Pranidipine
  • Propranolol
  • Quinapril
  • Ramipril
  • Sotalol
  • Spirapril
  • Spironolactone
  • Talinolol
  • Tasosartan
  • Telmisartan
  • Temocapril
  • Tertatolol
  • Timolol
  • Tolazamide
  • Tolbutamide
  • Torsemide
  • Trandolapril
  • Triamterene
  • Trichlormethiazide
  • Valsartan
  • Verapamil
  • Xipamide
  • Zofenopril

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Diklofenak?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Diclofenac?

Beberapa kondisi kesehatan yang mungkin akan berinteraksi dengan obat diclofenac adalah:

  • Anemia
  • Masalah perdarahan
  • Gagal jantung bawaan
  • Edema (retensi cairan)
  • Serangan jantung
  • Penyakit jantung
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Penyakit ginjal
  • Porphyria (kelainan darah)
  • Tukak lambung atau perdarahan
  • Stroke, riwayat penyakit
  • Asma
  • Sensitivitas terhadap aspirin (atau NSAID lainnya)
  • Penyakit ginjal
  • Operasi Jantung (misalnya operasi bypass jantung )
  • Penyakit hati
  • Fenilketonuria (PKU)

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis diclofenac adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Tinja berdarah atau hitam
  • Muntah zat yang berdarah atau terlihat seperti bubuk kopi
  • Mengantuk
  • Pernapasan tidak teratur atau lambat,
  • Hlangnya kesadaran

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Oktober 11, 2018 | Terakhir Diedit: Oktober 11, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan