Dexamethasone Suppression Test

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu dexamethasone suppression test?

Dexamethasone suppression test akan mengukur apakah proses sekresi hormon adrenokortikotropik (ACTH) oleh kelenjar pituitary dapat ditekan. Tes medis ini memeriksa suatu penyakit dimana kelenjar adrenalin memproduksi kortisol dalam jumlah besar (Cushing’s syndrome).

Kapan saya harus menjalani dexamethasone suppression test?

Tes medis ini dilakukan saat dokter mencurigai tubuh Anda telah memproduksi kortisol melebihi batas normal. Tes ini dilakukan untuk membantu mendiagnosis gejala sindrom Cushing dan mengidentifikasi penyebabnya. Tes berdosis rendah akan menunjukkan apakah tubuh Anda memproduksi ACTH berlebih. Sedangkan tes berdosis tinggi akan membantu menentukan apakah masalah tersebut berakar dari kelenjar pituitary. Dexamethasone adalah steroid buatan (sintetis) yang mirip dengan kortisol. Steroid jenis ini berfungsi mengurangi laju pelepasan ACTH pada seseorang yang normal. Pengonsumsian dexamethasone akan berujung pada pengurangan jumlah ACTH dan penurunan tingkat kortisol dalam tubuh.

Jika kelenjar pituitary memproduksi ACTH berlebih, Anda akan bereaksi abnormal terhadap tes dosis rendah. Tetapi, Anda dapat memeriksakan respon normal pada hasil tes dosis tinggi.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani dexamethasone suppression test?

Seperti tes darah pada umumnya, terdapat risiko minim akan timbulnya lebam ringan pada area suntikan. Pada kasus langka, pembuluh darah akan membengkak setelah sampel darah diambil. Kondisi ini, disebut pheblitis, dapat ditangani dengan kompres hangat beberapa kali sehari. Perdarahan yang berlanjut dapat menjadi masalah jika Anda menderita gangguan perdarahan atau sedang menggunakan obat pengencer darah seperti warfarin (Coumadin) atau aspirin.

Beberapa dokter mengestimasi bahwa tes urin 24 jam bebas kortisol akan lebih akurat dibandingkan dengan tes supresi dexamethasone semalaman penuh. Tes urin 24 jam bebas kortisol digunakan untuk mencari tanda-tanda sindrom Cushing. Lebih lanjut, lihat topik Cortisol dalam Urin. Tes hormon adrenokortikotropik (ACTH) mungkin dilakukan di waktu yang bersamaan dengan uji kortisol.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani dexamethasone suppression test?

Anda akan diminta untuk tidak makan dan minum apapun selama 10 – 12 jam sebelum hari-H prosedur.

Beberapa obat-obatan dapat memengaruhi hasil tes. Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda mengenai obat-obatan resep dan nonresep yang Anda konsumsi. Anda mungkin akan diminta untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu (pil kontrasepsi,aspirin, morfin, methadone, litium, monoamine oxidase inhibitors [MAOIs], dan diuretik) dalam 24 – 48 jam sebelum pengambilan sampel darah.

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan kebutuhan selama tes, risiko yang mungkin dihadapi, prosedur tes, atau hasil yang mungkin didapat, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Bagaimana proses dexamethasone suppression test?

Malam sebelum pengambilan sampel (biasanya pukul 11 siang), Anda akan meminum pil yang mengandung 1 mg dexamethasone. Pagi harinya, biasanya pukul 8 pagi, petugas medis akan mengambil sampel darah Anda. Tenggak pil dengan susu atau antasid untuk mencegah maag.

Saat pengambilan darah, petugas medis akan:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Terkadang, tes supresi dexamthasone ekstensif dapat dilakukan. Khusus untuk tes ini, Anda akan mengonsumsi 8 pil dalam 2 hari dan kemudian petugas medis akan mengukur kadar kortisol dalam darah dan urin Anda.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani dexamethasone suppression test?

Anda dapat langsung kembali ke rumah setelah prosedur ini. Anda mungkin tidak akan merasakan apapun dari jarum suntik, kecuali rasa tersengat ringan saat jarum dimasukkan ke dalam pembuluh. Hasil tes umumnya dapat diambil dalam beberapa hari setelahnya. Hasil tes abnormal berpeluang untuk mendapatkan rangkaian tes lanjutan atas saran dokter Anda, untuk mengidentifikasi sindrom Cushing. Hasil tes normal berarti Anda tidak terjangkit sindrom Cushing.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil normal

Hasil normal akan menunjukkan kadar kortisol dalam tubuh kurang dari 5 mcg/dL atau kurang dari 138 nanomole per liter (nmol/L).

Hasil abnormal

Hasil abnormal akan menunjukkan:

      • kadar kortisol lebih dari batas normal, yang menunjukkan bahwa Anda memiliki sindrom Cushing.
      • masalah kesehatan lainnya, seperti potensi serangan jantung atau gagal jantung, demam, pola makan buruk, hipertiroid, depresi, anoreksia nervosa, diabetes tidak terkontrol, atau ketergantungan alcohol
      • kanker yang memproduksi ACTH, seperti kanker paru-paru

Tergantung pada laboratorium pilihan Anda, jangkauan normal uji kreatinin dapat bervariasi. Diskusikan pertanyaan yang Anda miliki seputar hasil tes kesehatan Anda kepada dokter.
Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

    Memiliki kulit sensitif memang perlu perawatan dan perhatian ekstra ya, termasuk untuk memilih kosmetik. Berikut tips memilih kosmetik yang aman untuk Anda.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Apakah Anda Berisiko Kanker Usus Besar?

    Kanker usus besar menempati urutan keempat penyakit yang banyak diderita di Indonesia. Untuk menguranginya, perlu deteksi dini kanker ini. Tes di sini!

    Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
    Health Quiz 04/06/2020

    Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

    Langkah penting dalam mencegah penyakit pneumonia adalah dengan mendapatkan vaksin. Terdapat 6 jenis vaksin yang mampu mencegah penyakit ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin

    Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

    Menghirup udara kotor memberi dampak kesehatan untuk tubuh, terutama bagi sistem pernapasan. Ini dia tiga dampak buruk yang wajib Anda ketahui.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda

    Direkomendasikan untuk Anda

    Obat tradisional COVID-19

    Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    diet south beach

    Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    mengatasi rasa cemas di kantor saat COVID-19

    Cara Atasi Rasa Cemas Saat Kembali ke Kantor di Tengah Pandemi

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    iritasi karena masker

    Tips Cegah Iritasi Akibat Pemakaian Masker Sehari-hari

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020