Albumin Rendah, Apakah Harus Transfusi Albumin? Bagaimana Prosedurnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/02/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mungkin sebagian besar dari Anda kurang mengenal kadar albumin dalam tubuh. Ya, zat ini tak seterkenal kolesterol atau gula darah, tapi fungsinya di dalam tubuh sangat penting. Sebenarnya, albumin adalah zat protein yang jumlahnya cukup banyak di dalam darah. Jadi, ketika albumin turun drastis, berarti ada yang tidak beres pada tubuh Anda. Kalau ini terjadi, Anda mungkin butuh transfusi albumin.

Albumin rendah, apakah harus sampai transfusi?

Hati adalah organ yang bertanggung jawab untuk menghasilkan albumin. Bisa dibilang, albumin adalah bentuk protein sederhana karena telah dicerna tubuh dan memiliki peran untuk mengatur cairan tubuh serta memberikan makanan pada jaringan dan sel yang membutuhkan.

Nah, maka itu ketika albumin rendah, Anda akan mengalami berbagai gejala dan harus segera ditangani. Jumlah albumin rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti:

  • Baru menjalani operasi
  • Mengalami luka bakar
  • Memiliki gangguan fungsi ginjal
  • Mengalami penyakit jantung
  • Asupan makan tidak baik dan akhirnya malnutrisi
  • Diabetes
  • Gangguan fungsi hati, seperti sirosis

Salah satu pengobatan yang dilakukan ketika jumlah albumin sangat rendah adalah dengan terapi infus albumin atau transfusi albumin. Ya, cara ini dilakukan agar kadar albumin dapat kembali normal dalam waktu yang tidak begitu lama.

Apa yang harus dipersiapkan ketika akan transfusi albumin?

Prosedurnya hampir sama saja ketika Anda melakukan transfusi darah, yang membedakan hanya zat yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, sebenarnya Anda tidak memerlukan persiapan khusus sebelum melakukan transfusi albumin.

Albumin akan dimasukkan melalui infus dan dosisnya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pasalnya, dosis akan bergantung dengan penyakit yang diderita dan usia dari pasien. Jadi, dokter akan menyesuaikannya untuk Anda.

Mungkin, karena dimasukkan melalui infus, maka Anda harus mengalami sakit sedikit akibat suntikan jarum infus ke dalam pembuluh darah. Namun, jangan khawatir, tentu hal tersebut tidak akan berlangsung lama.

efek kemoterapi pada otak

Apakah ada efek samping dalam melakukan tranfusi albumin?

Albumin dibuat oleh pabrik, sama saja seperti obat-obatan lainnya, maka ada efek samping yang timbul setelah Anda melakukan transfusi albumin, yaitu:

  • Edema atau pembengkakan pada bagian tubuh tertentu
  • Jantung berdebar-debar
  • Sakit kepala
  • Terasa mual
  • Menggigil
  • Demam
  • Kulit gatal-gatal

Pada beberapa orang, mungkin transfusi albumin akan menimbulkan alergi. Bila Anda mengalami hal ini setelah transfusi albumin, maka jangan panik. Segera laporkan pada dokter yang menangani Anda.

Jika ibu hamil dan menyusui mengalami albumin rendah, apakah akan ditransfusi juga?

Sejauh ini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa transfusi albumin dapat membahayakan kandungan. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter jika Anda mengalami albumin rendah dan kemudian dianjurkan untuk transfusi albumin.

Sementara itu, albumin tidak terbukti bisa masuk ke dalam ASI dan memengaruhi perkembangan anak. Akan tetapi, sekali lagi sebaiknya diskusikan hal ini dengan dokter bila Anda sedang menyusui.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Poliuria membuat Anda sering buang air kecil sehingga bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini cara mudah mengatasi sering buang air kecil akibat poliuria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit