Donor Darah Ternyata Bermanfaat untuk Cegah 3 Penyakit Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/09/2017
Bagikan sekarang

Donor darah bukan sekadar kegiatan kemanusiaan yang bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Anda sebagai pendonor juga akan menerima dan merasakan manfaat donor darah. Dengan melakukan donor darah secara rutin, Anda telah mencegah beberapa penyakit. Apa saja penyakit yang bisa dicegah? Temukan di sini.

Benarkah manfaat donor darah bisa mencegah penyakit?

Dengan melakukan donor darah, Anda memberikan sedikit darah dari dalam tubuh agar dapat dimanfaatkan guna membantu orang lain. Sekitar 480 mililiter darah diambil dari dalam tubuh Anda ketika melakukan donor darah. Setelah diperiksa dan diuji keamanan serta kelaikannnya, darah tersebut kemudian akan diberikan kepada pasien yang membutuhkan.

Bagi mereka yang membutuhkan, mendapatkan donor darah dapat menyelamatkan nyawa mereka. Ada beberapa kondisi yang membutuhkan donor darah seperti kecelakaan, transplantasi organ, atau memiliki penyakit seperti kanker, anemia, penyakit sel sabit, hemofilia, dan lain sebagainya. Nah, untuk Anda yang rutin donor darah, Anda bisa mendapatkan manfaat donor darah secara langsung bagi kesehatan Anda, salah satunya mencegah anak memiliki penyakit kronis. Lalu, penyakit apa saja yang bisa dicegah? Berikut paparannya.

1. Mencegah penyakit jantung

Manfaat donor darah yang pertama adalah mencegah Anda memiliki penyakit jantung. Menurut American Journal of Epidemiology, kegiatan donor darah dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 33% dan serangan jantung sebesar 88%. American Medical Association mengatakan dengan mendonasikan darah setiap 6 bulan sekali dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada usia 43 hingga 61 tahun.

Mengapa donor darah bisa menurunkan risiko penyakit jantung? Karena donor darah bisa membantu membuang kelebihan sel darah merah dari tubuh Anda. Memiliki jumlah sel darah merah melebihi angka normal berarti memiliki darah yang relatif lebih kental dibandingkan orang pada normalnya. Darah yang kental ini merupakan salah satu faktor risiko dari terbentuknya aterosklerosis yang selanjutnya dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner.

2. Mengurangi risiko kanker

Manfaat donor darah juga bisa mencegah Anda terkena kanker. Pada saat donor darah, zat besi dalam tubuh akan berkurang. Zat besi yang berkurang ini ikut mengurangi risiko kanker. Menurut penelitian yang telah dipublikasikan dalam Journal of National Cancer Institute, zat besi yang kelebihan ini bisa meningkatkan kerusakan radikal bebas yang juga meningkatkan risiko kanker dan penuaan.

Penelitian ini melibatkan 1.200 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok, satu kelompok mengurangi zat besi mereka dengan rutin memberikan donor darah dua kali setahun, sedangkan kelompok lainnya tidak melakukan donor darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang rutin melakukan donor darah memiliki kadar zat besi yang lebih rendah, dan memiliki risiko kanker hati, paru-paru, usus besar, dan tenggorokan yang lebih rendah. 

3. Mencegah obesitas

Menurut University of California San Diego, saat Anda mendonorkan darah sebanyak 450 mililiter, tanpa disadari Anda telah membakar sebanyak 650 kalori. Sehingga dengan rutin mendonorkan darah, Anda dapat menjaga berat badan tetap ideal dan menjauhkan Anda dari risiko obesitas.

Namun, jangan menjadikan donor darah menjadi ‘ajang’ untuk menurunkan berat badan karena berbahaya buat Anda. Pahami, berapa kali Anda boleh melakukan donor darah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Plasma Darah Orang Sembuh Bisa Mengobati Pasien COVID-19?

Sebuah temuan baru dari peneliti di Tiongkok yang mengatakan bahwa plasma darah orang yang sembuh dapat mengobati pasien COVID-19. Bagaimana caranya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21/02/2020

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Kanker paru biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium akhir. Masih bisakah disembuhkan? Berapa lama harapan hidup pasien kanker paru?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Apa Itu Kanker Hati?

DefinisiApa itu penyakit kanker hati? Kanker hati adalah karsinoma paling umum pada sel hati, yaitu tumor utama yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati adalah ...

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
donor darah saat COVID-19

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
aturan transfusi darah

Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020