Donor Darah Ternyata Bermanfaat untuk Cegah 3 Penyakit Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Donor darah bukan sekadar kegiatan kemanusiaan yang bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Anda sebagai pendonor juga akan menerima dan merasakan manfaat donor darah. Dengan melakukan donor darah secara rutin, Anda telah mencegah beberapa penyakit. Apa saja penyakit yang bisa dicegah? Temukan di sini.

Benarkah manfaat donor darah bisa mencegah penyakit?

Dengan melakukan donor darah, Anda memberikan sedikit darah dari dalam tubuh agar dapat dimanfaatkan guna membantu orang lain. Sekitar 480 mililiter darah diambil dari dalam tubuh Anda ketika melakukan donor darah. Setelah diperiksa dan diuji keamanan serta kelaikannnya, darah tersebut kemudian akan diberikan kepada pasien yang membutuhkan.

Bagi mereka yang membutuhkan, mendapatkan donor darah dapat menyelamatkan nyawa mereka. Ada beberapa kondisi yang membutuhkan donor darah seperti kecelakaan, transplantasi organ, atau memiliki penyakit seperti kanker, anemia, penyakit sel sabit, hemofilia, dan lain sebagainya. Nah, untuk Anda yang rutin donor darah, Anda bisa mendapatkan manfaat donor darah secara langsung bagi kesehatan Anda, salah satunya mencegah anak memiliki penyakit kronis. Lalu, penyakit apa saja yang bisa dicegah? Berikut paparannya.

1. Mencegah penyakit jantung

Manfaat donor darah yang pertama adalah mencegah Anda memiliki penyakit jantung. Menurut American Journal of Epidemiology, kegiatan donor darah dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 33% dan serangan jantung sebesar 88%. American Medical Association mengatakan dengan mendonasikan darah setiap 6 bulan sekali dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada usia 43 hingga 61 tahun.

Mengapa donor darah bisa menurunkan risiko penyakit jantung? Karena donor darah bisa membantu membuang kelebihan sel darah merah dari tubuh Anda. Memiliki jumlah sel darah merah melebihi angka normal berarti memiliki darah yang relatif lebih kental dibandingkan orang pada normalnya. Darah yang kental ini merupakan salah satu faktor risiko dari terbentuknya aterosklerosis yang selanjutnya dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner.

2. Mengurangi risiko kanker

Manfaat donor darah juga bisa mencegah Anda terkena kanker. Pada saat donor darah, zat besi dalam tubuh akan berkurang. Zat besi yang berkurang ini ikut mengurangi risiko kanker. Menurut penelitian yang telah dipublikasikan dalam Journal of National Cancer Institute, zat besi yang kelebihan ini bisa meningkatkan kerusakan radikal bebas yang juga meningkatkan risiko kanker dan penuaan.

Penelitian ini melibatkan 1.200 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok, satu kelompok mengurangi zat besi mereka dengan rutin memberikan donor darah dua kali setahun, sedangkan kelompok lainnya tidak melakukan donor darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang rutin melakukan donor darah memiliki kadar zat besi yang lebih rendah, dan memiliki risiko kanker hati, paru-paru, usus besar, dan tenggorokan yang lebih rendah. 

3. Mencegah obesitas

Menurut University of California San Diego, saat Anda mendonorkan darah sebanyak 450 mililiter, tanpa disadari Anda telah membakar sebanyak 650 kalori. Sehingga dengan rutin mendonorkan darah, Anda dapat menjaga berat badan tetap ideal dan menjauhkan Anda dari risiko obesitas.

Namun, jangan menjadikan donor darah menjadi ‘ajang’ untuk menurunkan berat badan karena berbahaya buat Anda. Pahami, berapa kali Anda boleh melakukan donor darah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Lidah

Kanker lidah dapat terjadi pada siapa pun, tanpa atau dengan gejala. Berikut informasi mengenai defisini, gejala, penyebab dan pengobatan kanker lidah.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Kanker mulut menandakan sel abnormal yang menyerang gusi, lidah, bibir, atau area lain di mulut. Yuk, pelajari mengenai gejala, penyebab, dan obatnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
gejala kanker mata

Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker esofagus kanker kerongkongan

Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit