Kenapa Jari Teriris Kertas Rasanya Sangat Perih?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Sepertinya sulit dipercaya bahwa secarik tipis kertas bisa menimbulkan penderitaan amat dashyat bagi tubuh manusia. Tetapi dari semua sandungan kecil dalam hidup, sayatan akibat teriris kertas adalah salah satu yang terburuk. Tidak percaya? Tanya saja mereka yang pernah mengisi ulang kertas mesin fotokopi atau dikhianati oleh buku favorit mereka ketika membolak-balik terlalu cepat.

Jadi, mengapa teriris kertas rasanya sangat perih, bahkan jika lukanya tidak sampai menembus kulit?

Ada lebih banyak reseptor rasa sakit di ujung jari daripada di bagian tubuh lainnya

Ada lebih banyak reseptor rasa sakit yang tertanam dalam ujung jari Anda daripada di tempat-tempat lain di tubuh Anda. Ujung saraf ini, disebut nosiseptor, bekerja sebagai mekanisme keamanan dan bertugas memperingatkan otak — melalui sensasi nyeri — tentang perubahan suhu, paparan bahan kimia berbahaya, dan tekanan yang bisa merusak kulit, yang Anda sadari jika Anda pernah mencoba untuk memegang sesuatu yang sangat panas.

“Ujung jari adalah sarana kita menjelajahi sekitar, bagaimana kita bisa melakukan tugas-tugas kecil yang halus,” ujar Hayley Goldbach, dokter kulit dari University of California, Los Angeles, kepada BBC. Maka dari itu, wajar jika otak Anda akan mencurahkan lebih banyak kumpulan saraf di ujung-ujung jari untuk untuk terus memantau potensi ancaman pada tangan Anda, karena tangan adalah kendaraan utama yang dimiliki tubuh untuk berinteraksi dengan dunia.

Meski begitu, luka teriris kertas juga akan mungkin sama sakitnya jika Anda teriris di wajah Anda atau di alat kelamin Anda. Anda juga memiliki begitu banyak ujung saraf di kedua bagian tubuh ini. Tapi sekarang coba hal yang sama pada punggung atau kaki Anda. Tetap akan sakit, namun kemungkinan rasa perihnya akan lebih bisa ditoleransi. Hal ini karena distribusi ujung saraf di tempat-tempat ini jauh kurang padat, sehingga tidak mampu untuk mengirim sinyal rasa sakit yang sama banyaknya dengan ujung jari ke otak.

Jari-jari Anda terbukti sensitif, maka dari itu irisan secarik kertas bisa sangat menyakitkan. Namun sekarang, pertanyaan lainnya adalah…. mengapa bisa sepotong kertas bisa lebih perih melukai daripada beberapa cedera benda tajam lain, seperti tertusuk benang jahit, misalnya?

Mengapa luka teriris kertas lebih sakit dari tergores pisau?

Sebuah benang jahit, atau pisau sekalipun, memiliki ujung yang cenderung lebih rata dan tajam daripada tepian kertas yang tumpul tapi fleksibel. Ketika pisau memotong kulit Anda, luka tusuknya akan meninggalkan luka yang relatif bersih, terang-terangan, dibandingkan dengan irisan kertas, yang akan melentur sedikit dan melakukan kerusakan yang lebih mikroskopik pada kulit. Tepian kertas terlihat lurus dan halus seperti pisau cukur, tapi jika Anda perbesar, akan terlihat lebih mirip seperti mata gergaji. Ketika Anda teriris kertas, tepian kertas sebenarnya membelah, merobek, dan mencabik menembus kulit Anda, seperti gergaji. Aduh…

Ditambah lagi, irisan kertas menembus cukup dalam untuk bisa membelah lapisan kulit teratas dan mencapai reseptor rasa sakit, tapi tetap cukup dangkal sehingga tidak menghasilkan banyak perdarahan. Artinya, darah tidak segera menggumpal dan mulai penyembuhan luka. Selain itu, terluka teriris kertas tidak membuat Anda menjadi “lumpuh” maupun tidak mampu untuk melanjutkan aktivitas apapun setelahnya. Luka terbuka tertarik dan menegang setiap kali kita menggunakan tangan kita untuk beraktivitas. Ujung saraf Anda tetap rentan terpapar bahaya, sehingga mereka akan terus mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak — menunda penyembuhan dan memperpanjang rasa sakitnya sampai kulit benar-benar diperbaiki.

Untuk lebih menambah nelangsa Anda, kertas meninggalkan residu partikel kimia di lokasi irisannya, yang semakin mengiritasi luka. Walaupun begitu, keberadaan bakteri dan kuman-kuman mikroskopis lainnya dalam kertas tidak bisa menjelaskan sensasi nyeri, setidaknya tidak pada saat irisan terjadi. Bakteri dapat menyebabkan infeksi jika luka tidak diobati, itu sendiri bisa menyakitkan, tapi akan butuh lebih sedikit waktu untuk efek infeksinya bisa mulai berkembang.

Itulah sebabnya mengapa penting untuk segera membalut luka akibat teriris kertas dan melindunginya dari elemen luar. Jika tidak, Anda akan menderita perih yang lebih lama lagi. Tapi, satu tips yang paling penting? Selalu ekstra hati-hati berada di sekitar alat tulis.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . 5 mins read

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 mins read

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 mins read

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 mins read
penanganan luka tusuk

Penanganan Luka Tusuk, Dari Pertolongan Pertama dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 4 mins read
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 mins read
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 mins read