Penyebab dan Cara Mengobati Anuria (Tidak Bisa Kencing)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Urine atau air kencing merupakan produk buangan dari tubuh manusia yang sangat penting. Ketika tubuh tidak memproduksi urine atau hanya dalam jumlah yang sangat sedikit, bisa jadi ada masalah kesehatan yang jadi penyebabnya. Anuria adalah kondisi tubuh saat tidak dapat mengeluarkan urine (air kencing). Orang dengan anuria perlu penanganan medis lebih lanjut untuk mengatasi kondisinya. Simak di bawah ini apa itu anuria dan pengobatannya.

Anuria adalah kondisi yang menyerang ginjal

Anuria adalah kondisi saat ginjal berhenti memproduksi urine. Kondisi ini biasanya terjadi akibat adanya gangguan pada ginjal.

Urine atau air kencing adalah hasil penyaringan dan pembuangan limbah tubuh yang tidak lagi dibutuhkan. Normalnya, orang dewasa dapat menghasilkan 1.000-2.000 ml urine dalam sehari. Sedangkan seseorang akan dikatakan memiliki anuria jika hanya mampu memproduksi kurang dari 500 ml urine per hari.

Sebelum seseorang mengalami kondisi anuria, biasanya ia akan melewati fase mengalami oliguria. Oliguria adalah kondisi di mana jumlah urine sedikit, tapi belum separah anuria. Anuria adalah pertanda gangguan akut atau kronis pada ginjal.

Tidak mengobati anuria bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa. Pasalnya, anuria dapat membuat ginjal rusak secara permanen, yang tentu sangat fatal.

Apa penyebab anuria?

Penyebab anuria adalah segala masalah yang berkaitan dengan organ ginjal. Sebenarnya anuria juga bisa diakibatkan oleh masalah di jantung, tapi kasusnya sangat jarang diketahui.

Masalah pada ginjal sendiri bisa diakibatkan oleh berbagai hal yang kemudian mengarah pada anuria atau tidak bisa kencing. Berikut adalah beberapa penyebab anuria:

  • Diabetes. Gula darah terlalu tinggi pada diabetesi bisa mengakibatkan diabetes ketoasidosis dan menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah yang berada di ginjal. Kondisi ini dapat menimbulkan gagal ginjal akut.
  • Batu ginjal. Batu ginjal dapat menimbulkan penyumbatan di ginjal atau ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih). Kondisi ini membuat urine akhirnya tidak bisa keluar. 
  • Gagal ginjal. Ketika gagal ginjal terjadi, ginjal mulai berhenti berfungsi dan tidak mampu lagi untuk menyaring dan menghasilkan urine.
  • Tekanan darah tinggi. Kondisi tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menimbulkan kerusakan di pembuluh darah di ginjal. Semakin lama kondisi ini dapat membuat ginjal rusak dan terjadi anuria.
  • Tumor. Tumor yang tumbuh di sekitar ginjal  dapat membuat penyumbatan sehingga menghambat keluarnya urine.
  • Gagal jantung. Bila seseorang mengalami gagal jantung, jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Tubuh pun mengira pembuluh darah kekurangan cairan. Akibatnya ginjal akan mengompensasinya dengan berhenti memproduksi urine untuk memberikan tambahan cairan pada tubuh.

Apa saja gejala anuria?

Sebetulnya kondisi tidak bisa kencing alias anuria adalah sebuah gejala itu sendiri. Karena itu, gejala lainnya akan mengikuti apa penyebab anuria pada tubuh Anda. 

Jika terjadi penyakit ginjal, maka gejala yang muncul adalah:

  • Kaki bengkak di bagian pergelangan dan telapak kaki
  • Ruam dan gatal pada kulit
  • Nyeri pinggang di bagian samping
  • Mual dan muntah
  • Sesak nafas
  • Pusing
  • Sulit konsentrasi
  • Lelah

Gejala yang akan muncul saat terjadi gagal jantung:

  • Sesak napas
  • Kaki bengkak
  • Kelelahan atau pusing
  • Mual
  • Nafsu makan buruk
  • Denyut jantung tinggi
  • Batuk

Gejala yang muncul saat terjadi ketoasidosis diabetik:

  • Haus yang berlebihan
  • Mulut kering
  • Muntah
  • Perut nyeri
  • Diare
  • Kehilangan nafsu makan
  • Lelah
  • Kelelahan
  • Napas berbau khas (bau keton)

Bagi Anda yang mengalami gejala-gejala di atas disertai anuria, segera temui dokter Anda untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin.

Bagaimana dokter mendiagnosis anuria?

Anuria adalah kondisi yang harus ditangani secara medis. Karenanya, Anda perlu mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter. Mendiagnosis anuria dan penyebab utamanya dimulai dengan menanyakan riwayat medis pasien secara menyeluruh. Anda mungkin ditanyakan:

  • Adanya pembengkakan
  • Kondisi kelelahan
  • Ada tidaknya perubahan nafsu makan
  • Seberapa sering buang air kecil
  • Berapa banyak urine yang keluar
  • Apakah ada rasa nyeri di perut atau di bagian pinggang
  • Penggunaan obat apa pun

Selain menanyakan hal-hal tersebut dokter juga akan memberikan tes-tes tertentu seperti:

  • Tes darah untuk melihat fungsi ginjal
  • Tes urine untuk melihat kondisi gula darah
  • Biopsi ginjal, yakni pengambilan sedikit jaringan ginjal Anda
  • Pengambilan gambar ginjal melalui sinar X atau CT-scan, atau MRI scan

Bagaimana cara mengobati anuria?

Dilansir dari laman Healthline, pengobatan anuria bergantung dengan penyebab yang mendasarinya. Penyakit ginjal biasanya akan ditangani dengan dialisis untuk mengeluarkan cairan yang sudah tidak terpakai dan mengatur cairan tubuh yang seharusnya dilakukan oleh ginjal.

Selain itu, juga bisa digunakan ureteric stent, yakni alat pengganti saluran ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih). Alat ini berbentuk tabung kecil atau pipa yang menghubungkan ginjal langsung ke kandung kemih.

Transplantasi ginjal adalah upaya terakhir jika pilihan pengobatan lainnya gagal atau tidak mempan.

Jika Anda punya hipertensi atau diabetes, penting untuk tetap mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter. Menerapkan gaya hidup sehat termasuk diet, olahraga, dan manajemen stres yang baik juga sangat penting. Dengan membaiknya kondisi hipertensi dan diabetes, anuria dapat teratasi dan kondisi berkemih menjadi kembali normal.

Jika ada batu ginjal atau tumor, maka batu atau tumor tersebut perlu diangkat untuk mengembalikan fungsi ginjal seperti sediakala. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca