Berapa Kali Saya Harus Suntik Insulin dalam Sehari?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Salah satu pengobatan yang ditempuh untuk membantu mengendalikan gula darah adalah suntik insulin. Tapi, berapa kali suntik insulin dalam sehari yang harus dilakukan oleh pasien diabetes? Simak ulasan berikut.

Kenali dulu cara kerja insulin

Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh tubuh. Tugasnya sebagai “kunci” yang bertugas membuka atau menahan sel-sel tubuh supaya glukosa di dalam darah dapat masuk ke dalam sel tubuh untuk kemudian dipecah menjadi energi. Hormon ini diproduksi oleh sel beta dalam pankreas yang berada di organ hati.

Pengeluaran insulin dari pankreas, atau dikenal juga dengan sebutan sekresi insulin, dalam tubuh manusia terdiri atas dua jenis. Dua jenis sekresi insulin ini adalah insulin basal dan insulin prandial. Kedua jenis insulin ini memiliki fungsi yang berbeda sekalipun sama-sama bertujuan menjaga kadar gula darah dalam tubuh.

Sekresi insulin basal adalah insulin yang dikeluarkan oleh pankreas selama 24 jam. Artinya, tubuh akan terus melepaskan insulin secara berkelanjutan untuk menjaga agar kadar gula dalam darah tetap terkontrol. Sementara itu, insulin prandial adalah hormon insulin yang biasanya diproduksi setelah makan untuk membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Keduanya diproduksi oleh sel beta dalam pankreas secara otomatis sesuai dengan responsnya terhadap tubuh.

Mengapa orang diabetes butuh suntik insulin?

Sebenarnya tidak semua pasien diabetes membutuhkan suntik insulin. Pasien diabetes yang secara mutlak membutuhkan suntik insulin adalah pasien diabetes tipe 1 atau disebut juga diabetes anak-anak. Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun di mana sistem imun tubuh berbalik menyerang sel beta di pankreas sebagai penghasil insulin sampai hanya memproduksi sedikit atau bahkan sama sekali tidak memproduksi insulin.

Sementara itu, pasien diabetes tipe 2 sebenarnya tidak semua membutuhkan suntik insulin. Perlu tidaknya seorang pasien diabetes tipe 2 terhadap suntik insulin bergantung pada kondisi masing-masing penderitanya. “Sebenarnya pilar pengobatan diabetes nomor satu itu bukan obat, lho, melainkan modifikasi gaya hidup, yaitu dari pengaturan makan dan aktivitas fisik,” ujar dr. Mochammad Pasha, Sp.PD yang ditemui dalam acara Media Briefing Terapi Insulin Baru, Harapan Baru, Selasa, 13 November 2018.

“Ketika modifikasi gaya hidup itu tidak berhasil, baru kita kasih obat,” lanjut dr. Pasha, sapaan akrabnya, “obat pun kita kasihnya mulai dari dosis yang paling rendah dulu baru ditingkatkan sedikit demi sedikit.” Dengan begitu, apabila gula darah seseorang sudah dapat dikontrol melalui obat atau cukup dengan perubahan gaya hidup, insulin tidak diperlukan.

Kalau sudah tak mampu dikontrol obat, berapa kali suntik insulin dalam sehari yang harus saya lakukan?

Sebenarnya, tak ada ukuran pasti berapa kali suntik insulin dalam sehari yang harus seorang diabetesi lakukan. Semuanya bergantung dari kondisi pasien itu sendiri. Diabetes disebabkan oleh beberapa hal dan setiap orang mungkin berbeda penyebabnya. Itu sebabnya perlakuan pengobatan tiap pasien pun berbeda-beda.

“Pada dasarnya, pemberian obat suntik insulin sebaiknya mengikuti pola sekresi fisiologis sel beta kita (pola normal pelepasan insulin tubuh). Ada yang setelah makan, ada yang satu kali pemberian. Tetapi, untuk yang satu kali pemberian, yaitu insulin basal yang bekerja 24 jam, biasanya dikombinasikan dengan obat minum,” ungkap dr. Pasha.

Dr. Mochammad Pasha juga menambahkan, “Kalau misalnya pasien sudah ditambah obat tapi belum terkontrol juga, biasanya akan langsung disarankan untuk tambahan terapi insulin prandial, yaitu yang setelah makan. Pilihannya bisa dilakukan pada saat porsi makan yang paling besar, misalnya makan siang.”

Apabila dengan dua kali suntik insulin tersebut kadar gula darah Anda dapat terkontrol dengan baik, dokter biasanya tidak akan menambahkan dosis lagi. Namun, apabila masih juga belum terkontrol setelah evaluasi tiga bulan, dokter mungkin akan menambahkannya dengan satu kali lagi dosis insulin prandial pada saat porsi makan lain yang lebih banyak dari yang lainnya. Jika kadar gula darah Anda masih belum terkontrol juga, mungkin saja Anda jadi harus melakukan tiga kali suntik insulin prandial, ditambah insulin basal satu kali.

Pada prinsipnya, merujuk dr. Pasha, terapi pengobatan diabetes adalah Start Low, Go Slow, artinya adalah mulai dulu dengan dosis yang ringan dan meningkatkan pengobatannya secara bertahap, perlahan-lahan. Menentukan sejak awal berapa kali suntik insulin dalam sehari yang harus diberikan dan membuatnya menjadi suatu ketetapan tidak bisa dilakukan mengingat kasus per kasus orang dengan diabetes biasanya memiliki penyebab dan respons yang berbeda-beda.

Itu sebabnya sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda terkait rencana dan perubahan dalam pengobatan apa saja yang mungkin Anda lakukan. Jangan menentukan sendiri mengenai dosis yang akan Anda gunakan sebab bisa saja Anda justru akan mengalami masalah baru.

Baca Juga: