brand logo
Kategori
Cek Kesehatan
Komunitas
Booking Dokter

Iklan

Bagikan

10 Penyebab Kepala Pusing dan Mual dan Cara Mengatasinya

Anda mungkin pernah merasakan pusing dan mual saat beraktivitas. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang sehat sekalipun, dan kerap disebabkan oleh hal sederhana, seperti dehidrasi, kurang tidur, dan penyebab lainnya. Lantas, apa saja penyebab pusing dan mual, apakah kondisi ini berbahaya, dan bagaimana cara mengatasinya?

10 Penyebab Kepala Pusing dan Mual dan Cara Mengatasinya

Apa kaitan antara pusing dan mual?

Pusing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai sensasi, seperti kepala terasa ringan, berputar, berkunang-kunang, atau tubuh terasa goyah seperti ingin jatuh.

Sementara itu, mual adalah sensasi tidak nyaman yang biasanya ditandai dengan rasa ingin muntah, tetapi tidak selalu diikuti dengan muntah.

Pusing atau mual bisa terjadi sendiri-sendiri karena berbagai penyebab, tetapi keduanya juga dapat muncul secara bersamaan. Hal ini salah satunya berkaitan dengan hubungan antara sistem vestibular dan jalur saraf yang berperan dalam memicu mual dan muntah.

Dilansir dari Cleveland Clinic, pusing dapat terjadi ketika terdapat gangguan pada sistem vestibular, yaitu sistem yang terdiri dari organ keseimbangan di telinga bagian dalam dan bagian sistem saraf pusat yang memproses informasi keseimbangan. Gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan pusing, vertigo, dan masalah keseimbangan.

Sinyal dari sistem vestibular juga berhubungan dengan jalur saraf di batang otak yang berperan dalam memicu mual dan muntah. Oleh karena itu, gangguan pada sistem vestibular dapat menyebabkan pusing yang disertai perasaan ingin muntah, seperti yang dapat terjadi pada beberapa gangguan keseimbangan.

Penyebab pusing dan mual muncul bersamaan

sering migrain

Pusing bisa disebabkan oleh berbagai hal, begitu juga dengan mual. Lantas, mual dan pusing gejala apa? Kedua gejala ini dapat muncul akibat kondisi yang ringan hingga masalah kesehatan tertentu.

Jika kepala pusing dan mual muncul bersamaan, berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya.

1. Migrain

Migrain adalah serangan sakit kepala hebat yang terasa berdenyut parah atau berupa sakit ekstrem seperti dihantam oleh benda keras.

Serangan migrain biasanya berlangsung lama, bisa berjam-jam dan mungkin berulang hingga berhari-hari. Migrain biasanya hanya menyerang salah satu bagian kepala.

Sensasi pusing hebat dan mual merupakan gejala migrain yang umumnya muncul. Dua gejala ini sering muncul bersamaan karena migrain tergolong sebagai gangguan saraf (neurologis).

Serangan migrain menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat otak sehingga mengacaukan pengiriman sinyal ke sistem pencernaan. Alhasil, saat mengalami migrain, Anda juga bisa merasakan pusing dan mual secara bersamaan.

2. Mabuk perjalanan

Mabuk perjalanan dapat terjadi ketika Anda bepergian dengan mobil, pesawat, kapal laut, ataupun kereta.

Kondisi ini terjadi ketika sistem saraf pusat menerima pesan yang berbeda dengan sistem visual (mata) dan sistem vestibular di telinga bagian dalam.

Misalnya, saat Anda sedang bepergian mengendarai mobil sambil membaca buku, telinga bagian dalam dan reseptor kulit Anda akan mendeteksi adanya gerakan dari mobil yang bergerak. Namun, mata Anda hanya melihat halaman-halaman buku yang Anda baca.

Akibat adanya perbedaan informasi tersebut, otak dapat mengalami kesulitan memproses sinyal dari berbagai sistem sensorik sehingga muncul gejala seperti pusing, mual, dan kesulitan mempertahankan keseimbangan.

3. Kehamilan

Kehamilan merupakan salah satu penyebab pusing dan mual yang dapat dialami wanita.

Kondisi ini salah satunya berkaitan dengan peningkatan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) pada awal kehamilan, yang dikaitkan dengan terjadinya morning sickness.

Morning sickness merupakan kondisi yang ditandai dengan mual, dengan atau tanpa muntah, dan dapat terjadi kapan saja, tidak hanya pada pagi hari.

4. Vertigo

Vertigo adalah sakit kepala hebat yang membuat penderitanya merasa seolah melayang atau berputar-putar (kliyengan) sehingga kehilangan keseimbangan.

Penyebabnya adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Gangguan pada telinga bagian dalam bisa terjadi karena cedera kepala atau infeksi di telinga.

Bagian dalam telinga yang rusak tidak dapat mengirimkan sinyal ke otak sebagaimana mestinya. Alhasil, sinyal yang diberikan ke otak menjadi bertentangan yang kemudian menimbulkan pusing, vertigo, hingga mual.

5. Infeksi pencernaan

Infeksi pada saluran pencernaan, seperti gastroenteritis atau muntaber, dapat menyebabkan pusing dan mual.

Gejala ini dapat muncul ketika virus, bakteri, atau parasit menginfeksi saluran pencernaan dan memicu peradangan serta gangguan pada fungsi sistem pencernaan. Respons tubuh terhadap infeksi tersebut juga dapat mengaktifkan jalur saraf yang memicu mual dan muntah.

Mual dan muntah yang parah atau berlangsung terus-menerus juga dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini dapat membuat Anda merasa pusing, terutama ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit.

6. Masalah psikologis

Pusing dan mual dapat menjadi gejala yang menyertai kondisi psikologis, seperti stres, gangguan kecemasan, atau serangan panik.

Saat mengalami stres atau kecemasan, tubuh mengaktifkan respons stres yang melibatkan sistem saraf dan dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem pencernaan dan keseimbangan. Perubahan tersebut dapat memicu gejala seperti mual dan pusing.

7. Konsumsi alkohol

Mengonsumsi terlalu banyak alkohol dapat menimbulkan pusing yang sering disertai dengan rasa mual.

Pasalnya, alkohol dapat memengaruhi sistem vestibular dan keseimbangan cairan di telinga bagian dalam sehingga mengganggu kemampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi yang juga dapat memicu pusing.

8. Obat-obatan tertentu

Tidak hanya alkohol, konsumsi obat-obatan tertentu pun bisa menimbulkan efek samping berupa pusing dan mual, terutama bila obat tersebut memengaruhi fungsi otak.

Contoh obat-obatan tersebut antara lain obat untuk mengatasi kejang, antidepresan, tekanan darah, antipsikotik, anti-inflamasi, dan beberapa antibiotik.

9. Kadar gula darah rendah

Kadar gula darah yang rendah atau hipoglikemia dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk mual dan muntah.

Kondisi ini dapat terjadi pada penyandang diabetes yang mengonsumsi terlalu banyak obat penurun gula darah. Namun, hipoglikemia juga dapat dialami oleh orang yang tidak menderita diabetes karena berbagai penyebab lainnya.

10. Tumor otak

Pada kondisi tertentu, pusing yang disertai mual dapat menjadi salah satu gejala tumor otak. Namun, kedua gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain yang lebih umum.

Ketika tumbuh di otak, tumor dapat menekan jaringan di sekitarnya atau menghambat aliran cairan serebrospinal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak atau intracranial pressure (ICP).

Peningkatan tekanan intrakranial dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk sakit kepala, mual, muntah, dan pusing.

Apakah asam lambung bisa menyebabkan pusing dan mual?

Gangguan pada lambung dan saluran pencernaan, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD), dapat menyebabkan gejala seperti mual. Pada GERD, isi lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) dan dapat menimbulkan sensasi terbakar atau tidak nyaman di dada dan tenggorokan. Kondisi ini juga dapat disertai mual pada sebagian orang.

Cara menghilangkan rasa mual dan pusing

obat dicampur susu

Cara mengatasi rasa mual dan pusing yang muncul secara bersamaan dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada penyebabnya. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Minum air putih yang cukup. Penuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama jika pusing dan mual disertai muntah atau diare. Dehidrasi dapat memperburuk rasa pusing dan lemas.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman manis. Jika pusing dan mual disebabkan oleh gula darah rendah atau hipoglikemia, segera konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, seperti permen atau jus buah.
  • Beristirahat di tempat yang nyaman. Hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring di tempat yang tenang hingga pusing dan mual mereda. Jika Anda mengalami vertigo, hindari menggerakkan kepala secara tiba-tiba.
  • Mengonsumsi obat sesuai penyebabnya. Obat migrain seperti paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala migrain pada sebagian orang. Obat tertentu, seperti antihistamin atau antikolinergik, juga dapat digunakan untuk meredakan vertigo dan mual pada kondisi tertentu.
  • Menyesuaikan obat yang sedang dikonsumsi. Jika pusing dan mual muncul sebagai efek samping obat tertentu, konsultasikan kepada dokter. Dokter dapat menyesuaikan dosis atau mengganti obat jika diperlukan. Jangan mengubah dosis atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
  • Menghindari pemicu. Jika keluhan mudah muncul setelah terpapar pemicu tertentu, seperti gerakan atau aktivitas yang memicu vertigo maupun migrain, cobalah menghindarinya untuk sementara waktu.

Jika pusing dan mual tidak membaik, sering kambuh, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kapan pusing dan mual perlu diperiksakan ke dokter?

Dokter memeriksa gejala hepatitis B

Pusing yang disertai rasa ingin muntah dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga yang membutuhkan penanganan medis. Jika keluhan muncul akibat pemicu tertentu, seperti perjalanan, gejala biasanya dapat berkurang setelah Anda menjauhi pemicunya.

Namun, pusing dan mual juga dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius. Sebaiknya periksakan diri ke dokter jika keluhan terus-menerus terjadi selama beberapa hari, tidak kunjung membaik, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, segera konsultasikan kepada dokter jika tiba-tiba pusing dan mual muncul, terasa sangat berat, atau disertai gejala tambahan, seperti:

  • leher kaku,
  • mati rasa, kesemutan, atau lumpuh pada salah satu bagian tubuh,
  • perubahan cara bicara atau tiba-tiba menjadi cadel,
  • kesulitan berjalan,
  • kejang,
  • perubahan pendengaran yang tiba-tiba,
  • perubahan penglihatan atau penglihatan ganda,
  • pingsan,
  • nyeri dada,
  • sulit bernapas, dan
  • detak jantung cepat atau tidak teratur.

Anda juga perlu berkonsultasi kepada dokter jika sering mengalami pusing dan mual setelah sebelumnya mengalami cedera kepala. Melalui pemeriksaan lebih lanjut, dokter dapat mencari tahu apakah gejala yang Anda alami terkait dengan kondisi tertentu.

Dokter juga dapat menganjurkan hal apa saja yang harus dihindari dan bagaimana penanganan utamanya. Konsultasikan kepada dokter untuk jenis pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

medical
dr. Tania Savitri
Ditinjau secara medis oleh
General Practitioner · Integrated Therapeutic
Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 6 hari lalu