Benarkah Ibu Tidak Boleh Memberi MPASI Instan untuk Bayi?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Mei 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Makanan merupakan salah satu aspek penting yang dibutuhkan bayi. Vitamin, mineral, protein, karbohidrat, dan lemak yang ada dalam makanan masing-masing memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tak heran, jika banyak ibu mulai memikirkan makanan sehat untuk bayinya. Banyak ibu bahkan menghindari bayinya dari makanan yang menurutnya kurang sehat, seperti makanan instan atau makanan kemasan, termasuk MPASI instan. Namun, benarkah tidak boleh memberikan MPASI instan untuk bayi?

Apakah MPASI instan untuk bayi tidak sehat?

Makanan instan lekat dengan label makanan tidak sehat. Adanya kandungan pengawet, MSG, dan pewarna membuat makanan instan dicap seperti itu.

Pemikiran ini pun membuat MPASI instan banyak dihindari oleh para ibu untuk diberikan ke bayinya. Bagi beberapa ibu, makanan untuk bayi harus alami dan homemade agar gizi yang diterima bayi maksimal. Namun, rupanya MPASI instan tidak seburuk itu untuk bayi.

MPASI instan sebenarnya dapat memudahkan ibu saat harus memberi makan bayi di waktu bepergian. Penyajiannya yang instan dan tidak membutuhkan waktu lama membuat ibu tidak perlu repot memberi makan bayi saat sedang tidak dirumah. Jangan khawatir, MPASI instan sengaja dirancang khusus untuk bayi, sehingga makanan ini tidak ditambahkan pengawet, pewarna, dan MSG.

Lalu, mengapa MPASI instan awet dan bisa disimpan lama? Hal ini karena MPASI instan dibuat dengan teknik pengeringan, suatu teknik yang bertujuan menghilangkan kandungan air dalam bahan-bahan makanan, sehingga makanan bisa disimpan lebih lama.

WHO pun telah mengatur ketentuan yang harus dipenuhi MPASI instan di pasaran. Berdasarkan ketentuan WHO, MPASI instan harus memenuhi standar keamanan pangan, higienitas, dan kandungan gizi.

Gizi dalam MPASI instan

Nah, untuk masalah gizinya, MPASI instan pun cukup mengandung beberapa zat gizi penting yang dibutuhkan oleh bayi. Coba lihat informasi nilai gizi yang pastinya ada dalam kemasan, di sana pasti tertulis kandungan vitamin dan mineral apa yang terkandung dalam MPASI instan dalam 1 sajian.

Biasanya, MPASI instan mengandung zat besi, zink, kalsium, mineral tembaga, dan yodium. Mineral-mineral ini berperan dalam perkembangan otak bayi dan juga memperkuat sistem imun bayi.

Tak hanya itu, kandungan zat besi yang cukup tinggi pada MPASI instan juga membantu mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Perlu diingat, bayi usia 6 bulan membutuhkan mineral zat besi yang cukup tinggi, di mana tidak bisa hanya dipenuhi dengan pemberian ASI saja. Oleh karena itu, bayi usia 6 bulan membutuhkan makanan lain selain ASI.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013A, SI hanya mengandung 2 mg zat besi, sedangkan kebutuhan bayi akan zat besi yaitu sebesar 7 mg per hari. Ini merupakan jumlah yang cukup tinggi bagi bayi. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi ini, bayi harus mengonsumsi berbagai macam makanan tinggi zat besi, seperti daging sapi, hati, dan ikan.

Tentu, ini merupakan hal yang sulit bagi bayi jika harus mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan zat besinya. Nah, dengan adanya makanan yang diperkaya (difortifikasi) zat besi, seperti MPASI instan, ini dapat membantu bayi mencukupi kebutuhan zat besinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Penyakit infeksi pada anak cukup mengkhawatirkan karena bisa mengganggu tumbuh kembang. Lantas, apa saja penyakit infeksi yang sering dialami anak?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
penyakit infeksi pada anak

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan padat untuk aanak
Parenting, Nutrisi Anak 31 Mei 2019

Yang juga perlu Anda baca

8 Macam Makanan untuk Mendukung Kecerdasan dan Perkembangan Otak Bayi

Otak bayi berkembang pesat sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Ini daftar nutrisi dari makanan untuk kecerdasan otak bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 7 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Baby Led Weaning (BLW), Saat Bayi Belajar Makan Sendiri

Ingin baby led weaning berhasil diterapkan pada si kecil? Anda harus tahu dulu apa yang harus dilakukan dan dihindari ketika melakukan metode ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 7 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

8 Mitos Seputar Makanan Bayi yang Harus Ditinggalkan

Ada beragam mitos makanan bayi yang banyak beredar. Sudahkah Anda tahu apa saja mitos mengenai makanan bayi beserta kebenarannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 7 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Agar Tidak Keliru, Begini Cara Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi

Pemberian ASI dan MPASI dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Namun, pastikan ASI dan MPASI yang didapat bayi sudah seimbang, ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 7 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit