Atresia Esofagus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu atresia esofagus?

Atresia esofagus adalah kondisi cacat lahir pada bayi saat bagian kerongkongan (esofagus) si kecil tidak berkembang dengan sempurna karena ada bagian kerongkongan yang hilang.

Esofagus alias kerongkongan merupakan tabung atau saluran penghubung antara mulut dan perut yang berfungsi untuk mengalirkan makanan.

Atresia esofagus adalah kondisi yang juga disebut dengan esophageal atresia. Selama masa perkembangan awal sejak berada di dalam kandungan, kerongkongan (esofagus) dan tenggorokan (trakea) bayi merupakan saluran tunggal.

Normalnya, lama kelamaan saluran tunggal tersebut akan terbelah menjadi dua bagian yang saling berdekatan.

Proses pembelahan kedua saluran ini biasanya berlangsung sekitar 4-8 minggu setelah pembuahan.

Jika pemisahan kedua saluran terjadi dengan baik dan benar, otomatis saluran kerongkongan dan tenggorokan akan terbagi menjadi dua bagian secara sempurna.

Sebaliknya, ketika proses pemisahan atau pembelahan tersebut tidak terjadi dengan benar bisa mengarah pada atresia esofagus atau esophageal atresia.

Atresia esofagus adalah kondisi yang membuat bagian atas kerongkongan (esofagus) tidak terhubung dengan baik ke bagian bawah kerongkongan hingga lambung.

Dengan kata lain, bayi yang mengalami esophageal atresia memiliki dua bagian kerongkongan yang terpisah yang tidak saling terhubung, yakni kerongkongan atas dan bawah.

Alhasil, bayi dengan esophageal atresia kerap mengalami kesulitan saat mengalirkan makanan yang masuk dari mulut agar bisa sampai ke perut.

Bahkan terkadang, bayi dengan kondisi cacat lahir yang satu ini juga bisa mengalami kesulitan bernapas.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Atresia esofagus adalah cacat lahir pada bayi yang tergolong langka atau jarang terjadi. Berdasarkan U.S National Library of Medicine, atresia esofagus adalah kondisi yang bisa terjadi pada 1 dari 3 ribu sampai 5 ribu bayi yang baru lahir.

Hampir sekitar 90% bayi yang lahir dengan esophageal atresia juga mengalami fistula trakeoesofageal atau tracheoesophageal fistula.

Sedikit berbeda dengan atresia esofagus, fisula trakeoesofageal adalah kondisi saat hubungan antara saluran kerongkongan dan tenggorokan tidak normal.

Kondisi ini membuat cairan yang masuk dari kerongkongan akan mengalir ke saluran udara sehingga mengganggu pernapasan bayi.

Meski umumnya esophageal atresia dan fisula trakeoesofageal terjadi secara bersamaan, ada sedikit bayi yang hanya memiliki salah satu kondisi tersebut.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala atresia esofagus?

Tanda dan gejala dari esophageal atresia biasanya akan terlihat dengan jelas segera setelah bayi lahir.

Gejala umum dari atresia esofagus adalah sebagai berikut:

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda melihat bayi memiliki tanda-tanda, gejala-gejala di atas, atau pertanyaan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter. Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk bayi.

Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan buah hati Anda.

Penyebab

Apa penyebab atresia esofagus?

Atresia esofagus adalah kondisi cacat lahir bawaan pada bayi yang artinya memang sudah terjadi sebelum si kecil dilahirkan. Sejauh ini belum diketahui pasti apa penyebab atresia esofagus atau esophageal atresia.

Namun, adanya kelainan genetik atau bawaan pada bayi diyakini berpotensi sebagai penyebab esophageal atresia. Selain itu, faktor dari lingkungan juga kemungkinan berkontribusi terhadap kondisi cacat lahir bayi ini.

Apa saja jenis atresia esofagus?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), esophageal atresia terbagi menjadi empat jenis atau tipe.

Beberapa jenis atresia esofagus adalah sebagai berikut:

Tipe A

Atresia esofagus tipe A adalah kondisi saat bagian atas dan bawah kerongkongan (esofagus) tidak terhubung dengan bagian ujungnya alias tetutup.

Dengan begitu, kondisi ini membuat tidak ada bagian kerongkongan yang menempel atau bersinggungan dengan tenggorokan (trakea).

Tipe B

Atresia esofagus tipe B adalah kondisi saat bagian atas kerongkongan melekat pada tenggorokan, tetapi bagian bawah kerongkongan memiliki ujung yang tertutup. Tipe B ini terbilang sangat jarang terjadi pada bayi.

Tipe C

Atresia esofagus tipe C adalah ketika bagian atas kerongkongan memiliki ujung yang terutup sedangkan bagian bawahnya melekat pada tenggorokan (trakea).

Tipe C termasuk kondisi yang paling umum dialami oleh bayi yang baru lahir.

Tipe D

Atresia esofagus tipe D adalah kondisi ketika bagian atas dan bawah kerongkongan tidak saling terhubung, tetapi masing-masing terhubung secara terpisah pada tenggorokan.

Tipe D ini termasuk kondisi cacat bawaan pada bayi yang paling langka dan parah.

Faktor-faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena atresia esofagus?

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjabarkan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risko terjadinya esophageal atresia pada bayi.

Beberapa risiko terjadinya atresia esofagus pada bayi adalah sebagai berikut:

Usia ayah

Jika usia ayah saat ibu sedang hamil bayi sudah tergolong tua, risiko kemungkinan memiliki bayi dengan esophageal atresia akan semakin meningkat.

Penggunaan teknologi reproduksi bantuan

Wanita yang menggunakan teknologi reproduksi bantuan atau assisted reproductive technology cenderung berisiko yang lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan kondisi esophageal atresia.

Teknologi reproduksi bantuan adalah suatu upaya yang dilakukan agar seorang wanita bisa hamil dengan menggunakan prosedur fertilitas, salah satu contohnya seperti bayi tabung.

Sebaliknya, wanita yang tidak menggunakan teknologi reproduksi bantuan memiliki risiko yang lebih rendah untuk melahirkan bayi dengan esophageal atresia.

Ada baiknya, jika Anda sekarang sedang hamil atau merencanakan kehamilan, konsultasikan dengan dokter mengenai cara untuk meningkatkan peluang agar bayi di dalam kandungan sehat dan terhindar dari cacat lahir.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis atresia esofagus?

Esophageal atresia jarang didiagnosis selama masa kehamilan. Sekali pun ada, kondisi cacat lahir pada bayi ini biasaya terdeteksi dengan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) secara rutin.

Atresia esofagus adalah kondisi yang umumnya paling sering didiagnosis setelah bayi dilahirkan. Cara mendiagnosis adanya esophageal atresia setelah bayi lahir yakni dengan memerhatikan apakah ia tersedak atau batuk saat pertama kali mencoba menyusu.

Selain itu, memasukkan selang ke dalam hidung atau mulut bayi tetapi tidak dapat turun ke perut juga membantu mendeteksi kondisi cacat lahir ini. Selang tersebut merupakan tabung nasogastrik atau nasogastric tube (NGT).

Bantuan pemeriksaan rontgen atau x-ray akan membantu mendeteksi jika benar terjadi masalah pada saluran kerongkongan (esofagus) bayi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk atresia esofagus?

Penanganan untuk kondisi atresia esofagus pada bayi adalah dengan melakukan tindakan operasi atau pembedahan.

Operasi pada kasus esophageal atresia ini bertujuan untuk menyambung kembali kedua bagian ujung kerongkongan sehingga bayi dapat bernapas dan menyusu dengan lancar.

Dalam kondisi tertentu, prosedur operasi dan pemberian obat-obatan lainnya mungkin diperlukan.

Hal tersebut khususnya diberikan pada bayi dengan kondisi saluran kerongkongan yang terlalu sempit atau kecil sehingga sulit dilewati oleh makanan. Selain itu, tindakan pembedahan juga dilakukan pada kondisi lainnya.

Hal ini terjadi ketika misalnya saat otot-otot kerongkongan tidak bekerja cukup baik untuk memindahkan makanan ke perut.

Hal ini juga berlaku jika makanan yang sudah masuk ke dalam sistem pencernaan tetapi bergerak naik lagi ke kerongkongan.

Komplikasi

Apa komplikasi yang mungkin terjadi akibat kondisi ini?

Sekitar hampir dari setengah dari bayi yang lahir dengan kondisi esophageal atresia memiliki satu atau lebih cacat lahir tambahan.

Cacat lahir tambahan yang mungkin terjadi tersebut antara lain adanya masalah dengan sistem pencernaan yakni usus dan anus, masalah pada organ jantung, ginjal, maupunt tulang rusuk bayi.

Selain memiliki fistula trakeoesofageal, bayi dengan esophageal atresia juga dapat mengalami komplikasi lain seperti trakeomalacia dan cacat jantung.

Trakeomalacia adalah kondisi melemahnya dinding batang tenggorok sehingga mengakibatkan pernapasan bayi terdengar berisik.

Di sisi lain, berbagai komplikasi yang mungkin juga dialami bayi dengan atresia esofagus adalah sebagai berikut:

  • Trisomi 13, trisomi 18, atau trisomi 21
  • Masalah jantung
  • Masalah saluran kemih
  • Masalah otot atau tulang

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cacat Lahir pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

    Tidak ada orangtua yang ingin anaknya terlahir dengan kelainan fisik apa pun. Lantas, sebenarnya apa penyebab bayi mengalami cacat lahir?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Anemia Sel Sabit (Sickle Cell Anemia)

    Anemia sel sabit adalah jenis anemia akibat kelainan genetik yang menyebabkan bentuk sel darah merah berbentuk sabit. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Spina Bifida

    Spina bifida adalah salah satu jenis cacat tabung saraf. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan spina bifida di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 September 2020 . Waktu baca 13 menit

    Omphalocele

    Omphalocele atau omfalokel adalah kondisi cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 7 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    hemofilia hemophilia

    Hemofilia

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

    Distrofi Otot

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    hemokromatosis

    Hemokromatosis

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
    kekurangan yodium saat hamil

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit