Penelitian telah membuktikan bahwa lari punya segudang manfaat bagi tubuh, baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Rutin berlari juga dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat berbagai penyakit. Sebelum menyingsingkan lengan baju dan mengikat tali sepatu lari, baca berbagai manfaat olahraga lari berikut ini yang sayang untuk Anda lewatkan.
Apa manfaat lari bagi kesehatan tubuh?
Berlari merupakan salah satu bentuk olahraga kardio yang populer. Aktivitas ini juga tergolong murah dan tidak memerlukan banyak biaya, bahkan bisa Anda lakukan di mana dan kapan saja.
Ada banyak bentuk rutinitas olahraga lari yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan atau kapasitas tubuh, seperti lari sprint, lari maraton, atau lari santai (jogging).
Lantas, apa manfaat lari bagi tubuh? Berikut adalah beberapa manfaat berlari yang bisa Anda rasakan, baik secara fisik maupun mental.
1. Membantu menurunkan berat badan
Berlari dapat membantu meningkatkan jumlah energi yang digunakan tubuh sehingga dapat menjadi bagian dari pola hidup untuk mengelola berat badan.
Namun, lari tidak secara otomatis membuat berat badan turun. Perubahan berat badan juga dipengaruhi oleh asupan energi, kalori yang terbakar saat lari, aktivitas fisik secara keseluruhan, pola tidur, dan berbagai faktor lainnya.
Selain itu, lari dapat menimbulkan rasa lapar setelah berolahraga yang berlebihan bagi beberapa orang. Agar Anda bisa tetap mendapatkan manfaat lari, tetap atur pola makan sehat dan seimbang agar asupan energi sesuai dengan kebutuhan tubuh.
2. Meningkatkan kesehatan jantung
Berlari merupakan salah satu olahraga kardio yang memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Saat berlari, jantung memompa darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Salah satu manfaat lari setiap hari adalah membantu meningkatkan kebugaran jantung dan sistem pernapasan serta menurunkan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa rutin berlari dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Menurut Current Sports Medicine Reports, orang dewasa yang sehat dapat memperoleh manfaat kesehatan dari aktivitas fisik rutin sesuai rekomendasi aktivitas fisik mingguan.
3. Memperkuat otot dan tulang
Salah satu manfaat jogging setiap hari adalah meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot, terutama otot-otot yang digunakan untuk menopang dan menggerakkan tubuh saat berlari.
Selain itu, aktivitas fisik yang memberikan beban pada tulang dapat membantu menjaga kesehatan tulang. Aktivitas fisik secara rutin juga dikaitkan dengan kesehatan tulang dan penurunan risiko berbagai masalah kesehatan terkait kurangnya aktivitas fisik.
Namun, bukan berarti berlari bebas dari risiko cedera. Risiko tersebut dapat meningkat apabila latihan dilakukan dengan volume atau intensitas yang terlalu tinggi atau tanpa peningkatan beban secara bertahap.
Jadi, jika Anda adalah pelari pemula atau berencana mulai lari dari nol, pastikan Anda berlatih secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan diri.
4. Menurunkan risiko kanker
Sebuah penelitian dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan orang yang berlari setidaknya seminggu sekali memiliki risiko lebih rendah 23% dari kematian akibat kanker dan 27% dari semua penyebab kematian daripada orang yang tidak berlari sama sekali.
Demi mendapatkan manfaat jogging untuk menurunkan risiko kanker dan kematian dini ini, peneliti menyarankan untuk berlari selama 50 menit per minggu.
Latihan ini bisa Anda lakukan dalam satu hari atau terbagi dalam beberapa aktivitas dengan durasi pendek setiap minggunya. Ikutilah program lari yang sesuai dengan kemampuan Anda.
Secara khusus, penelitian lain juga menyebut pelari wanita memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara apabila melakukan lari secara rutin dengan intensitas yang memadai.
5. Membantu mencegah dan mengelola penyakit kronis
Fungsi lari memang bukan sebagai obat mujarab yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun, salah satu manfaat berlari secara rutin ialah membantu menurunkan risiko dan mendukung pengelolaan berbagai penyakit kronis.
Aktivitas fisik secara umum dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, hipertensi, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Aktivitas fisik juga dapat membantu mengelola tekanan darah.
Lari dan olahraga secara umum juga bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Karena itu, lari dan olahraga lainnya dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat untuk membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
6. Mempertajam fungsi otak
Aktivitas fisik seperti berlari juga memberikan manfaat bagi kesehatan otak. Olahraga secara rutin dapat mendukung fungsi kognitif dan kesehatan mental, terutama ketika dilakukan sebagai bagian dari gaya hidup aktif.
Manfaat terhadap fungsi kognitif tidak berarti lari dapat mencegah pikun atau membuat seseorang terhindar dari penurunan daya ingat.
Bukti mengenai efek olahraga jangka panjang terhadap fungsi kognitif pada orang lanjut usia juga masih menunjukkan hasil yang beragam. Meski begitu, tak ada salahnya jika Anda ingin membiasakan lari setiap hari dari sekarang.
7. Meningkatkan suasana hati

Salah satu manfaat olahraga lari yang dapat Anda rasakan secara langsung adalah peningkatan suasana hati. Setelah berolahraga, sebagian orang dapat merasakan perasaan positif atau dikenal sebagai runner’s high.
Fenomena ini diduga berkaitan dengan perubahan zat kimia dalam tubuh, termasuk endocannabinoid yang berperan dalam mengatur suasana hati, respons terhadap stres, tidur, nafsu makan, dan persepsi nyeri.
Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa kadar beberapa endocannabinoid dapat meningkat setelah berlari dan berkaitan dengan perubahan suasana hati. Namun, mekanisme pasti runner’s high pada manusia masih terus diteliti.
8. Membantu mengurangi stres dan kecemasan
Selain meningkatkan suasana hati, aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mengurangi gejala stres, kecemasan, dan depresi.
Tinjauan penelitian menunjukkan bahwa lari dapat membantu meningkatkan suasana hati dan kesejahteraan. Sejumlah penelitian juga melaporkan bahwa lari dapat membantu mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan stres.
Secara lebih luas, penelitian terhadap berbagai bentuk olahraga menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
9. Meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh
Rutin berlari dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiorespirasi atau kemampuan tubuh menggunakan oksigen selama aktivitas fisik.
Semakin baik kebugaran kardiorespirasi, semakin baik pula kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik tanpa cepat merasa lelah.
Lari juga dapat membantu meningkatkan daya tahan sehingga aktivitas sehari-hari maupun olahraga lainnya dapat dilakukan dengan lebih nyaman.
Untuk mendapatkan manfaat lari bagi tubuh secara optimal, sesuaikan durasi dan intensitas latihan dengan kemampuan tubuh. Anda tidak harus langsung berlari dengan jarak jauh atau intensitas tinggi. Mulailah secara bertahap dan tingkatkan beban latihan sesuai kemampuan.