Penyakit kronis merupakan salah satu penyebab tubuh tidak dapat berfungsi dengan sempurna. Ini diakibatkan adanya infeksi berkelanjutan ataupun kerusakan organ. Selama beberapa dekade terakhir, diketahui bahwa riwayat penyakit kronis berkontribusi pada munculnya kondisi anemia pada seseorang. Namun, anemia akibat penyakit kronis ini memiliki mekanisme perkembangan penyakit yang berbeda dari anemia pada umumnya.

Mengenal anemia pada penyakit kronis

Anemia pada umumnya merupakan kondisi yang muncul saat tubuh tidak memiliki sel darah merah (hemoglobin) sehat yang mencukupi. Kondisi serupa juga dapat dialami oleh penderita penyakit kronis, namun kondisi anemia diakibatkan oleh adanya peradangan yang merusak atau mengganggu produksi sel darah merah yang sehat Akibatnya, tubuh mengalami kekurangan oksigen yang dibawa oleh hemoglobin.

Anemia pada penyakit kronis merupakan jenis anemia yang paling sering terjadi, setelah anemia akibat defisiensi zat besi. Karena penyebab utamanya adalah peradangan, jenis anemia ini dapat terjadi pada siapa saja yang mengalami penyakit kronis, karena adanya inflamasi dalam waktu yang lama dapat mempengaruhi produksi sel darah merah yang sehat. Meskipun demikian, lansia dengan penyakit kronis lebih berisiko mengalami anemia. Anemia akibat inflamasi juga dapat terjadi karena infeksi akut pada anak-anak.

Seberapa bahayakah anemia akibat penyakit kronis?

Anemia pada penyakit kronis cenderung terjadi secara lambat dan menimbulkan dampak yang ringan ataupun tidak menimbulkan gejala serius. Pada umumnya, penderita penyakit kronis yang mengalami anemia akan merasakan perasaan tidak nyaman dari kondisi biasanya dan disertai beberapa gejala berikut:

  • Lemas
  • kelelahan
  • Kulit terlihat pucat
  • Jantung berdetak cepat
  • Sesak napas

Lamanya anemia yang dialami penderita penyakit kronis bergantung pada kondisi fisik penderita, jenis, dan keparahan penyakit yang menyebabkannya. Jika jenis anemia ini terjadi dalam waktu yang lama dan bertambah parah, oksigen dalam darah dapat mengalami penurunan yang serius sehingga memicu intoleransi aktivitas fisik. Ini merupakan suatu kondisi di mana seseorang menjadi mudah lelah serta dapat memicu kegagalan fungsi jantung dan organ lainnya.

Bagaimana penyakit kronis bisa menimbulkan anemia?

Penyakit kronis menimbulkan beberapa perubahan pada fungsi tubuh, khususnya dalam mekanisme pembentukan sel darah merah. Inflamasi berkepanjang menyebabkan umur sel darah merah menjadi lebih pendek, namun di saat yang bersamaan terjadi defisiensi zat besi karena sel darah merah tidak dapat diserap dengan sempurna. Ditambah lagi adanya hambatan proses daur ulang sel darah merah.

Selain itu, penurunan produksi sel darah merah juga terjadi akibat adanya gangguan tubuh dalam merespon hormon erythropoietin (EPO) yang dihasilkan oleh ginjal untuk menstimulasi sumsum tulang dalam pembentukan darah.

Penyakit kronis apa saja yang dapat memicu anemia?

Berikut beberapa kondisi penyakit kronis yang dapat memicu terjadinya anemia:

1. Penyakit ginjal 

Gangguan pada ginjal merupakan risiko utama perkembangan anemia pada penderita penyakit kronis. Hal ini disebabkan karena  penyakit ginjal dapat memicu gangguan produksi hormon EPO dan malabsorbsi zat besi. Kondisi gagal ginjal pada seseorang juga berkaitan dengan munculnya anemia karena defisiensi zat besi dan asam folat akibat metode pengobatan cuci darah pada penderita.

2. Infeksi dan inflamasi kronis 

Adanya inflamasi maupun infeksi menyebabkan sistem imun tubuh menghasilkan protein sitokin untuk mekanisme pertahanan. Namun, sitokin juga dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap EPO dan menghambat penyerapan zat besi dalam darah sehingga menyebabkan kondisi anemia.

Penyakit infeksi kronis yang dapat menyebabkan anemia di antaranya:

  • HIV/AIDS
  • Tuberkulosis
  • Sifilis
  • infeksi pada jantung (endokarditis)
  • infeksi tulang (osteomyelitis)

Sedangkan beberapa penyakit degeneratif juga dapat menyebabkan inflamasi kronis seperti:

  • rheumatoid arthritis
  • lupus
  • diabetes
  • penyakit jantung
  • inflamasi usus atau inflammatory bowel disease (IBD)

3. Kanker

Terdapat dua jenis kanker meningkatkan risiko terjadinya anemia seperti kanker payudara dan kanker limfa. Selain itu, kondisi anemia juga dapat terjadi dan bertambah parah akibat adanya kerusakan dari kemoterapi dan radiasi serta penyebaran sel kanker yang mempengaruhi sumsum tulang.

Bagaimana mengatasi anemia akibat penyakit kronis?

Karena terjadinya anemia disebabkan oleh penyakit kronis, maka keduanya perlu ditangani secara bersamaan. Penanganan penyakit kronis penyebab anemia memerlukan obat anti-inflamasi untuk mengurangi risiko terjadinya kerusakan dalam jangka panjang. Selain itu, penggunaan hormon EPO yang membantu pembentukan sel darah juga diperlukan oleh penderita gagal ginjal terutama yang sedang menjalani cuci darah.

Selama masa pengobatan, penderita penyakit kronis memerlukan asupan zat besi, vitamin B12 dan asam folat tambahan untuk  mencegah defisiensi nutrisi akibat pola makan. Hal ini dapat dilakukan melalui konsumsi bahan makanan seperti daging putih, kacang-kacangan dan sereal serta bayam. Suplementasi nutrisi tersebut juga mungkin diperlukan terutama jika penderita mengalami kehilangan banyak darah, malabsorbsi nutrisi dan mengalami kanker.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca