Salah satu gejala depresi pada pria adalah ketika kondisi pria mudah tersinggung, mudah marah, agresif, dan bahkan sering minum alkohol dalam jumlah banyak. Sayangnya, para pria jarang mengenali tanda-tanda depresinya. Mereka bahkan banyak yang menutupi-nutupi tanda-tanda dan permasalahan depresi yang dialami. Kira-kira apa penyebab terjadinya depresi pada pria? Adakah hal yang bisa dilakukan untuak mengatasi depresi pria ?

Tanda dan gejala depresi pada pria

Kondisi depresi dapat memengaruhi pria dan wanita secara berbeda. Ketika depresi terjadi pada pria, hal itu mungkin akan ditutupi oleh perilaku yang tidak sehat. Sering kali, depresi yang dialami pria tidak terdiagnosis dan akhirnya dapat menimbulkan dampak buruk jika tidak diobati. Tetapi, depresi pada pria biasanya bisa sembuh membaik seiring dengan pengobatan yang dilakukan.

Berikut gejala dan tanda perilaku pria depresi:

  • Merasa sedih, putus asa atau hampa
  • Merasa sangat lelah dan tidak berenergi untuk beraktivitas
  • Sulit tidur
  • Tidak mendapatkan kesenangan dari aktivitas yang biasa dinikmati

Perilaku lain pada pria yang bisa menjadi tanda depresi, namun jarang terdeteksi meliputi:

  • Sering menghindar atau berdiam diri di suatu tempat, seperti menghabiskan banyak waktu di tempat kerja atau gym
  • Suka minum-minum alkohol hingga penyalahgunaan obat terlarang
  • Sering merespon suatu hal dengan kekerasan atau kasar perilakunya
  • Suka marah-marah tanpa sebab
  • Melakukan suatu yang berisiko, contohnya seperti menyetir ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi

Apa saja yang sering jadi penyebab depresi pada pria?

Tidak mudah untuk mendeteksi langsung apa yang menyebabkan pria mengalami depresi. Pasalnya, depresi yang tiap orang berbeda penyebab dan gejalanya. Berikut ini adalah beberapa faktor umum mengapa pria mengalami depresi:

1. Masalah kesehatan fisik

Terkadang, depresi pada pria muncul dari gejala fisik, seperti sakit punggung, sering sakit kepala, masalah tidur, impotensi, atau gangguan pencernaan, yang sulit diatasi dengan pengobatan normal.

2. Perubahan dalam hidup

Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala yang mudah tersinggung, sensitif terhadap kritik, atau bahkan hilangnya selera humor Anda. Beberapa pria juga bisa menjadi kasar atau dan susah mengendalikan emosinya. Hal ini juga dapat mencakup pada masalah hubungan, pekerjaan, dan kehidupan sosial yang dijalani.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi pria yang depresi?

Saat pria mengalami depresi, banyak dari mereka yang sulit atau bahkan malu untuk meminta bantuan dari orang terdekatnya sekalipun. Pria yang depresi cenderung berbicara tentang gejala fisik mereka, daripada gejala emosional dan psikologis. Mungkin ini salah satu alasan juga mengapa dokter terkadang tidak bisa mendiagnosis gejala depresi pria.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi depresi:

  • Coba untuk menceritakan masalah yang Anda alami pada orang yang Anda percaya, misalnya orang tua, sahabat, pacar, atau psikiater
  • Olahraga teratur dan konsumsi makanan sehat
  • Belajarlah untuk santai dan menangani stress Anda
  • Gunakan obat antidepresan bila diperlukan dan sesuai petunjuk dokter
  • Hubungi dokter Anda jika gejala depresi makin memburuk
  • Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami efek samping obat
  • Hubungi dokter Anda atau orang terdekat Anda segera jika Anda berpikir untuk bunuh diri atau membunuh atau menyakiti orang lain
  • Hubungi dokter Anda segera jika Anda merasakan gejala psikosis, seperti mendengar suara, melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau merasakan ketakutan berlebih

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca