Sering Menangis Tanpa Sebab? Mungkin Ini 4 Alasannya
Normalnya, seseorang menangis karena sedih atau terharu, tetapi ada juga yang menangis tanpa mengetahui sebabnya. Kondisi ini disebut dengan hypophrenia. Ketahui alasan Anda bisa menangis tanpa sebab dalam ulasannya berikut ini.

Penyebab normal Anda menangis
Menangis adalah respons emosional yang alami terhadap perasaan sedih, sakit hati, atau kecewa. Seseorang juga bisa menangis ketika merasa terharu dan munculnya perasaan bahagia.
Menangis bertujuan untuk meluapkan kesedihan, melepaskan ketegangan atau stres, dan mengeluarkan emosi yang tertahan, sehingga bisa memberikan kelegaan psikis.
Sebenarnya ada tiga jenis air mata yang dihasilkan kelenjar lakrimal (kelenjar air mata).
Air mata yang pertama berfungsi melembapkan dan melindungi mata. Kedua, air mata bisa keluar sebagai refleks perlindungan terhadap zat asing.
Nah, menangis mengeluarkan air mata yang dipicu oleh faktor emosional. Keluarnya air mata emosional juga diikuti dengan pelepasan hormon endorfin.
Itulah kenapa muncul perasaan lega bersamaan dengan berkurangnya kesedihan setelah menangis. Lantas, kenapa kita bisa menangis tanpa alasan?
Penyebab Anda bisa menangis tanpa sebab

Dalam istilah medis, kondisi seseorang menangis tanpa alasan yang jelas disebut dengan hypophrenia.
Berikut beberapa kondisi yang bisa membuat Anda meneteskan air mata tanpa alasan yang jelas.
1. Mengalami premenstrual dysphoric disorder
PMDD atau premenstrual dysphoric disorder adalah kondisi mirip PMS tapi dengan gejala yang lebih parah.
Seseorang dengan PMDD akan mengalami nyeri perut diikuti dengan depresi, cemas berlebih, dan lebih cepat marah.
Kondisi ini biasanya menyerang wanita yang memang memiliki depresi atau ganggguan kecemasan.
Ahli percaya bahwa kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormon sepanjang siklus menstruasi, salah satunya serotonin.
Menurut Women’s Health, perasaan sedih yang dirasakan saat mengalami PMDD bisa membuat seseorang berpikiran untuk melakukan bunuh diri. Emosi seperti tidak terkontrol sehingga air mata bisa mengalir tanpa sebab yang jelas.
2. Gangguan kecemasan dan stres
Gangguan kecemasan menyebabkan seseorang merasa panik berlebihan, diikuti dengan jantung berdegup kencang, bahkan sulit bernapas.
Semua emosi yang ditimbulkan saat gangguan terjadi bisa menyebabkan Anda menangis meski tidak merasa sedih atau terharu.
Rasa panik daat gangguan kecemasan muncul dapat membuat Anda ketakutan. Otak lantas mengirimkan sinyal untuk menangis sebagai cara meluapkan rasa cemas dan kegelisahan yang berlebih.
3. Pseudobulbar affect (PBA)
Menangis, tertawa, dan marah yang tidak terkendali juga bisa menandakan kondisi pseudobulbar affect (PBA).
Pseudobulbar affect adalah keadaan cedera saraf otak yang mengganggu kemampuan pengendalian emosi. Penyakit ini disebut juga dengan inkontinensia emosional.
Orang yang memiliki riwayat penyakit stroke, Alzheimer, Parkinson, atau multiple sclerosis rentan mengalami penyakit ini.
PBA sering keliru didiagnosis sebagai depresi karena gejalanya yang hampir serupa. Bedanya, PBA juga bisa membuat seseorang tertawa tiba-tiba tanpa kendali.
4. Depresi

Sering menangis tanpa sebab bisa menjadi tanda depresi. Depresi membuat seseorang terus-menerus merasa sedih sehingga sangat mungkin untuk menangis.
Gangguan suasana hati ini mampu menghilangkan minat seseorang pada berbagai hal yang disukainya. Depresi juga bisa memunculkan rasa hampa, putus asa, hingga pikiran untuk bunuh diri.
Orang yang mengalami depresi bisa saja marah tanpa sebab, bahkan merespons suatu hal dengan ucapan atau perilaku kasar.
Untungnya, depresi adalah kondisi yang bisa diatasi dengan konseling psikologis, psikoterapi, dan pengobatan antidepresan.
Kapan perlu ke dokter?
Penting untuk mengetahui kapan Anda harus mendapatkan bantuan profesional.
Anda mungkin mempertimbangkan untuk mencari pengobatan jika kondisi menangis tanpa alasan terjadi seperti di bawah ini.
- Berlangsung sering dan berkelanjutan.
- Di luar kendali dan membuat Anda kesal.
- Muncul bersamaan dengan perasaan rendah atau gelisah secara umum.
- Terjadi dengan perubahan suasana hati atau mood swings yang kuat.
- Mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, seperti memengaruhi kemampuan untuk bekerja, menghambat produktivitas, dan menyebabkan masalah dalam hubungan sosial.
Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.