Apa itu keterbelakangan mental?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu keterbelakangan mental?

Keterbelakangan mental adalah kondisi di mana kecerdasan atau kemampuan mental seseorang berada di bawah rata-rata, disertai dengan kurangnya keterampilan untuk aktivitas sehari-hari. Orang dengan keterbelakangan mental dapat mempelajari keterampilan baru, namun dengan lebih lambat. Ada beberapa tingkat keterbelakangan mental, dari ringan hingga serius.

Beberapa kasus keterbelakangan mental didiagnosis sejak lahir. Namun, Anda mungkin tidak menyadari bahwa anak Anda memiliki kondisi ini hingga mereka tidak dapat mencapai perkembangan yang semustinya. Hampir semua kasus ini didiagnosis hingga anak berusia 18 tahun.

Seseorang dengan keterbelakangan mental memiliki keterbatasan dalam dua bidang, yaitu:

  • Fungsi intelektual. Juga dikenal dengan IQ, yaitu kemampuan untuk belajar, berpikir, mengambil keputusan dan memecahkan masalah.
  • Perilaku adaptif. Hal ini adalah keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, seperti berkomunikasi dengan efektif, berinteraksi dengan orang lain dan merawat diri.

Seberapa umumkah keterbelakangan mental?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Keterbelakangan mental dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala keterbelakangan mental?

Gejala umum dari keterbelakangan mental adalah:

  • Gagal mencapai standar intelektual
  • Duduk, merangkak atau berjalan lebih terlambat dari anak-anak lain
  • Kesulitan belajar berbicara atau berbicara dengan tidak jelas
  • Gangguan pada ingatan
  • Tidak dapat mengerti konsekuensi dari suatu aksi
  • Tidak dapat berpikir secara logis
  • Perilaku kekanakan yang tidak konsisten dengan usia anak
  • Kurangnya keingintahuan
  • Kesulitan dalam belajar
  • IQ di bawah 70
  • Tidak dapat menjalani kehidupan yang normal karena kesulitan dalam berkomunikasi, menjaga diri atau berinteraksi dengan orang lain

Jika anak Anda memiliki kondisi ini, mereka mungkin akan mengalami masalah perilaku berikut:

  • Agresi
  • Ketergantungan
  • Menarik diri dari aktivitas sosial
  • Perilaku mencari perhatian
  • Depresi saat remaja
  • Kurangnya kendali impuls
  • Pasif
  • Cenderung melukai diri
  • Keras kepala
  • Tidak percaya diri
  • Rendahnya toleransi untuk frustrasi
  • Kelainan psikotik
  • Kesulitan memperhatikan

Pada anak-anak dengan keterbelakangan mental yang parah, mungkin juga terdapat masalah kesehatan lainnya. Masalah ini meliputi kejang, gangguan pada mood (gelisah, autis, dll), gangguan keterampilan motorik, gangguan penglihatan atau pendengaran.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab keterbelakangan mental?

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda:

  • Kondisi genetik: meliputi Down syndrome dan fragile X syndrome.
  • Gangguan saat kehamilan: Hal yang dapat mengganggu perkembangan otak bayi meliputi: konsumsi alkohol atau obat-obatan, malnutrisi, infeksi atau preeklampsia.
  • Gangguan saat persalinan: keterbelakangan mental dapat terjadi apabila bayi kekurangan oksigen saat persalinan atau lahir sangat prematur.
  • Penyakit atau cedera: infeksi seperti meningitis, batuk rejan atau campak dapat menyebabkan keterbelakangan mental. Cedera kepala yang parah, hampir tenggelam, malnutrisi parah, paparan terhadap zat beracun dan pengabaian serta kekerasan juga dapat menyebabkan kondisi.

Pada dua pertiga anak-anak dengan keterbelakangan mental, penyebabnya tidak diketahui.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk keterbelakangan mental?

Ada banyak faktor risiko untuk keterbelakangan mental, yaitu:

  • Memiliki anggota keluarga seperti orang tua atau saudara dengan penyakit mental
  • Situasi kehidupan yang stress, seperti masalah keuangan, kematian orang terdekat atau perceraian
  • Kondisi medis yang sedang berlanjut (kronis), seperti diabetes
  • Kerusakan otak sebagai akibat dari cedera serius (cedera otak traumatis), seperti hentaman keras ke kepala
  • Pengalaman traumatis, seperti perang militer atau diserang
  • Konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang
  • Menjadi korban kekerasan atau diabaikan saat masih kecil
  • Memiliki sedikit teman atau hubungan yang sehat
  • Penyakit mental sebelumnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana keterbelakangan mental didiagnosis?

Untuk didiagnosis dengan keterbelakangan mental, anak Anda harus memiliki intelektual dan keterampilan adaptif yang di bawah rata-rata. Dokter anak Anda akan melakukan evaluasi dalam 3 tahap:

  • Wawancara dengan Anda
  • Observasi pada anak Anda
  • Tes standar

Anak Anda akan diberikan tes kecerdasan standar, seperti Stanford-Binet Intelligence Test. Tes ini dapat membantu dokter melihat IQ anak. Dokter juga dapat melakukan tes lain seperti Vineland Adaptive Behavior Scales. Tes ini memberikan penilaian pada keterampilan sehari-hari dan kemampuan sosial anak, dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Penting untuk diketahui bahwa anak-anak dari budaya dan status sosioekonomi yang berbeda dapat menjawab tes dengan berbeda-beda. Untuk melakukan diagnosis, dokter anak akan mempertimbangkan hasil tes, mewawancarai Anda dan mengamati anak Anda.

Tes laboratorium dan tes imaging juga dapat dilakukan. Hal ini dapat membantu dokter anak mendeteksi gangguan metabolisme dan genetik, serta masalah pada struktur otak anak. Kondisi lain, seperti kehilangan pendengaran, gangguan pembelajaran, dan masalah emosional juga dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan.

Apabila bayi memiliki kelainan fisik yang menunjukkan gangguan genetik atau metabolisme, berbagai tes dapat dilakukan untuk mengonfirmasi, seperti tes darah, tes urin, tes imaging untuk melihat gangguan struktural otak, atau electroencephalogram (EEG) untuk melihat adanya kejang. Dokter anak harus mengeliminasi kondisi ini sebelum mendiagnosis anak dengan keterbelakangan mental.

Pada anak-anak dengan keterlambatan perkembangan, dokter akan melakukan tes untuk mengeliminasi masalah lain, seperti masalah pendengaran dan gangguan neurologis lainnya. Jika tidak ada penyebab lain yang dapat ditemukan, anak akan direkomendasikan untuk tes formal.

Apa saja pengobatan untuk keterbelakangan mental?

Anak Anda mungkin akan memerlukan konseling untuk membantunya mengatasi gangguan ini. Anda akan mendapatkan rencana layanan keluarga yang menjelaskan keperluan anak Anda. Rencana ini juga akan menjelaskan secara detil layanan yang diperlukan anak untuk membantu perkembangan yang normal. Keluarga Anda juga perlu dilibatkan dalam rencana ini.

Tujuan dari perawatan adalah untuk membantu anak mencapai potensi penuh dalam edukasi, keterampilan sosial dan keterampilan kehidupan. Perawatan dapat meliputi terapi perilaku, terapi okupasional, konseling dan pengobatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbelakangan mental?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi keterbelakangan mental:

  • Pelajari sebanyak mungkin tentang keterbelakangan mental: semakin banyak yang Anda ketahui, semakin Anda dapat membantu anak Anda.
  • Semangati kemandirian anak Anda: biarkan anak Anda mencoba hal-hal baru dan dorong anak untuk melakukan hal-hal sendiri. Berikan petunjuk saat diperlukan dan kata-kata positif saat anak Anda melakukan sesuatu dengan baik.
  • Libatkan anak dalam aktivitas kelompok: mengikuti kelas seni atau mengikuti pramuka dapat membantu anak membentuk keterampilan sosial.
  • Ikut terlibat: dengan berkomunikasi dengan guru anak, Anda dapat mengikuti perkembangan anak dan mengaplikasikan apa yang dipelajari anak di sekolah dengan latihan di rumah.
  • Kenali orang tua lain dari anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental: mereka dapat menjadi sumber yang baik untuk saran dan dukungan emosional.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca