Apa itu glomerulonefritis akut?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu glomerulonefritis akut?

Glomerulonefritis (GN) adalah peradangan pada glomerulus, yaitu struktur pada ginjal yang terbuat dari pembuluh darah kecil. Glomerulus mengeluarkan cairan, elektrolit dan zat sisa berlebih dari aliran darah dan mengeluarkannya melalui urin. Jika glomerulus Anda terganggu, ginjal akan berhenti bekerja dengan benar dan Anda dapat mengalami gagal ginjal.

Glomerulonefritis dapat menjadi sangat akut (serangan peradangan yang mendadak) atau kronis (jangka panjang dan kambuhan). Jika glomerulonefritis terjadi dengan sendirinya, kondisi ini disebut sebagai glomerulonefritis primer. Jika penyakit lain, seperti lupus atau diabetes, adalah penyebabnya, kondisi disebut glomerulonefritis sekunder. Inflamasi berat atau berkepanjangan yang terkait dengan glomerulonefritis dapat merusak ginjal Anda.

Seberapa umumkah glomerulonefritis akut?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Glomerulonefritis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala glomerulonefritis akut?

Tanda-tanda dan gejala dari glomerulonefritis tergantung apakah Anda memiliki jenis akut atau kronis, serta penyebabnya. Indikasi pertama dapat berasal dari gejala atau hasil dari urinalisis rutin.

Gejala awal dari glomerulonefritis akut meliputi:

  • Bengkak pada wajah (edema)
  • Lebih jarang buang air kecil
  • Terdapat darah pada urin (berwarna gelap)
  • Cairan berlebih pada paru-paru, menyebabkan batuk
  • Tekanan darah tinggi

Glomerulonefritis kronis dapat muncul perlahan tanpa gejala apapun. Mungkin juga terjadi gejala yang menyerupai glomerulonefritis akut secara perlahan. Beberapa gejala dapat meliputi:

  • Darah atau protein berlebih pada urin, yang dapat berupa mikroskopik dan muncul pada tes urin
  • Tekanan darah tinggi
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan wajah (edema)
  • Sering buang air kecil pada malam hari
  • Urin yang berbuih atau berbusa (dari protein berlebih)
  • Sakit perut
  • Sering mimisan

Glomerulonefritis dapat menjadi sangat lanjut dimana Anda mengalami gagal ginjal. Anda dapat mengalami beberapa gejala berikut:

  • Kelelahan
  • Kurang napsu makan
  • Mual dan muntah
  • Insomnia
  • Kulit kering dan gatal
  • Kram otot pada malam hari

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab glomerulonefritis akut?

Glomerulonefritis akut dapat menjadi respon terhadap infeksi seperti strep throat atau abses gigi. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh masalah pada sistem imun yang bereaksi berlebih pada infeksi. Hal ini dapat menghilang tanpa perawatan. Jika tidak, penanganan langsung diperlukan untuk mencegah kerusakan jangka panjang pada ginjal. Penyakit yang diketahui menyebabkan peradangan pada glomerulus ginjal dan memicu glomerulonefritis akut meliputi:

Infeksi:

  • Post-streptococcal glomerulonephritis: Glomerulonefritis dapat muncul 1-2 minggu setelah pemulihan dari infeksi strep throat, atau jarang, infeksi kulit (impetigo). Untuk melawan infeksi, tubuh Anda menghasilkan antibodi ekstra yang dapat berada di glomerulus, menyebabkan inflamasi. Anak-anak lebih mudah mengalami post-streptococcal glomerulonephritis dibandingkan dengan orang dewasa, serta lebih cepat pulih.
  • Bacterial endocarditis: Bakteri kadang dapat menyebar melalui aliran darah dan menetap di jantung Anda, menyebabkan infeksi pada salah satu atau lebih dari katup jantung. Anda berisiko lebih tinggi terhadap kondisi ini jika Anda memiliki cacat pada jantung, seperti katup jantung yang terganggu atau buatan. Bacterial endocarditis terkait dengan penyakit glomerular, namun kaitan pasti antara keduanya masih tidak diketahui.
  • Infeksi virus: Infeksi virus, seperti human immunodeficiency virus (HIV), hepatitis B dan hepatitis C, dapat memicu glomerulonefritis.

Penyakit imun:

  • Lupus: Penyakit inflamasi kronis, lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh Anda, seperti kulit, sendi, ginjal, sel darah, jantung dan paru-paru.
  • Goodpasture’s syndrome: Kelainan imunologis paru yang langka serta dapat menyerupai pneumonia, Goodpasture’s syndrome menyebabkan perdarahan di paru-paru serta glomerulonefritis.
  • IgA nephropathy: Ditandai dengan episode berulang dimana terdapat darah pada urin, penyakit glomerular primer disebabkan tumpukan immunoglobulin A (IgA) pada glomerulus. IgA nephropathy dapat berkembang bertahun-tahun tanpa gejala yang disadari.

Vaskulitis:

  • Polyarteritis: Jenis vaskulitis ini menyerang pembuluh darah kecil dan sedang pada berbagai bagian tubuh, seperti jantung, ginjal dan usus.
  • Wegener’s granulomatosis: Jenis vaskulitis ini menyerang pembuluh darah kecil dan sedang pada paru-paru, saluran pernapasan atas dan ginjal.

Kondisi yang dapat menyebabkan luka pada glomerulus:

  • Tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal dan mengganggu kemampuan untuk berfungsi secara normal. Glomerulonefritis juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi karena berkurangnya fungsi ginjal dan dapat mempengaruhi bagaimana ginjal mengolah sodium.
  • Penyakit ginjal diabetik: Penyakit ginjal diabetik (diabetic nephropathy) dapat menyerang siapa saja yang memiliki diabetes. Diabetic nephropathy biasanya memerlukan tahunan untuk terjadi. Pengendalian kadar gula darah serta tekanan darah yang baik dapat mencegah atau menghambat kerusakan ginjal.
  • Focal segmental glomerulosclerosis: Ditandai dengan berbagai luka yang memencar pada beberapa glomerulus, kondisi ini dapat berasal dari penyakit lain atau terjadi tanpa penyebab yang diketahui.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk glomerulonefritis akut?

Ada banyak faktor risiko untuk glomerulonefritis, yaitu:

  • Amyloidosis
  • Antiglomerular basement membrane antibody disease
  • Penyakit pembuluh darah, seperti vasculitis atau polyarteritis
  • Focal segmental glomerulosclerosis
  • Goodpasture syndrome
  • Penggunaan berat terhadap penawar rasa sakit, terutama NSAIDs
  • Henoch-Schönlein purpura
  • IgA nephropathy
  • Lupus nephritis
  • Membranoproliferative GN

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana glomerulonefritis akut didiagnosis?

Tanda-tanda dan gejala spesifik dapat menunjukkan glomerulonefritis, namun kondisi seringkali mendapat pencerahan saat urinalisis rutin tidak normal. Tes untuk menilai fungsi ginjal dan mendiagnosis glomerulonefritis meliputi:

  • Tes urin: Urinalisis dapat menunjukkan sel darah merah dan silinder sel darah merah pada urin, indikator terhadap kemungkinan kerusakan pada glomerulus. Hasil dari urinalisis dapat juga menunjukkan sel darah putih, indikator umum terhadap infeksi atau inflamasi, serta peningkatan protein yang dapat mengindikasikan kerusakan nefron. Indikator lain, seperti peningkatan kadar creatinine atau urea pada darah adalah pertanda yang serius.
  • Tes darah: Tes darah dapat memberikan informasi tentang kerusakan ginjal dan glomerulus dengan mengukur kadar produk zat sisa, seperti creatinine dan urea nitrogen darah.
  • Tes imaging: Jika dokter mendeteksi adanya kerusakan, ia dapat merekomendasikan studi diagnostik yang memberikan visualisasi terhadap ginjal, seperti X-ray ginjal, pemeriksaan ultrasonik atau CT scan.
  • Biopsi ginjal: Prosedur ini melibatkan jarum khusus untuk mengambil bagian kecil dari jaringan ginjal untuk pemeriksaan mikroskopik untuk melihat penyebab inflamasi. Biopsi ginjal hampir selalu diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis dari glomerulonefritis.

Apa saja pengobatan untuk glomerulonefritis akut?

Perawatan untuk glomerulonefritis dan hasilnya tergantung pada:

  • Apakah Anda memiliki bentuk akut atau kronis dari penyakit ini
  • Penyebab
  • Jenis dan tingkat keparahan tanda-tanda dan gejala

Beberapa kasus dari glomerulonefritis akut, terutama yang menyertai infeksi strep, cenderung akan membaik dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus. Umumnya, tujuan dari perawatan adalah untuk melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut.

Menjaga tekanan darah adalah kunci untuk melindungi ginjal Anda. Untuk mengendalikan tekanan darah tinggi dan menghambat penurunan fungsi ginjal, dokter dapat memberikan salah satu dari berbagai pengobatan, termasuk diuretik, Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, Angiotensin II receptor blockers serta perawatan untuk penyebab.

Jika terdapat kondisi penyebab untuk inflamasi ginjal Anda, dokter dapat memberikan obat lainnya untuk mengatasi kondisi penyebab, selain perawatan untuk mengendalikan hipertensi:

  • Infeksi strep atau bakteri lain. Perawatan biasanya terfokus untuk meredakan tanda-tanda dan gejala. Dokter juga dapat memberikan antibiotik yang tepat.
  • Lupus atau vaskulitis. Dokter sering memberikan kortikosteroid dan obat penekan imun untuk mengendalikan peradangan.
  • IgA nephropathy. Pada beberapa kasus, suplemen minyak ikan dan obat penekan imun dapat mengatasi beberapa orang dengan IgA nephropathy. Para peneliti terus menginvestigasi suplemen minyak ikan untuk IgA nephropathy.
  • Goodpasture’s syndrome. Plasmapheresis kadang digunakan untuk mengatasi orang dengan Goodpasture’s syndrome. Plasmapheresis adalah proses mekanik yang mengeluarkan antibodi dari darah dengan mengambil beberapa plasma dari darah dan menggantinya dengan cairan lain atau plasma sumbangan.
  • Terapi untuk kondisi gagal ginjal yang terkait.

Untuk glomerulonefritis akut dan gagal ginjal akut, dialisis dapat membantu mengeluarkan cairan berlebih dan mengendalikan tekanan darah tinggi. Satu-satunya terapi jangka panjang untuk penyakit ginjal tahap akhir adalah dialisis ginjal dan transplan ginjal. Apabila transplantasi tidak memungkinkan, seringkali disebabkan oleh kondisi kesehatan yang buruk, dialisis adalah pilihan satu-satunya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi glomerulonefritis akut?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi glomerulonefritis:

  • Batasi asupan garam untuk mencegah atau meminimalisir retensi cairan, pembengkakan dan hipertensi
  • Kurangi konsumsi protein dan kalium untuk menghambat penumpukkan zat sisa pada darah
  • Jaga berat badan yang sehat
  • Kendalikan kadar gula darah jika Anda memiliki diabetes
  • Berhenti merokok.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2017

Yang juga perlu Anda baca