Apa Itu Adenoiditis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu adenoiditis?

Adenoiditis adalah peradangan dan infeksi yang terjadi pada adenoid. Adenoid merupakan kumpulan dari jaringan-jaringan limfatik dan terletak di tenggorokan (faring), tepatnya di belakang hidung.

Bersama dengan tonsil (amandel), adenoid bekerja sebagai filter yang melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus yang masuk melalui hidung dan mulut. Adenoid hanya dapat dilihat dengan alat khusus. Ukuran dari adenoid akan membesar hingga anak berusia 6 tahun, yang kemudian mengecil perlahan.

Adenoid biasanya akan berhenti berubah ukuran ketika anak telah berusia 16 tahun. Maka dari itu, kondisi ini lebih umum ditemukan pada anak-anak. Kasus kejadiannya pada orang dewasa sangatlah jarang.

Karena tugas utama adenoid adalah melawan bakteri dan virus, kelenjar-kelenjar tersebut dapat kewalahan dan mengalami infeksi, sehingga terjadi peradangan atau adenoiditis.

Tanda-tanda dan gejala yang umumnya terjadi pada penderita adalah kesulitan bernapas dan pembengkakan di leher. Selain itu, anak yang pernah atau sedang menderita radang amandel juga lebih rentan mengalami kondisi ini.

Seberapa umumkah adenoiditis?

Adenoiditis adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Kasus kejadiannya lebih banyak ditemukan pada pasien anak-anak. Hal ini dikarenakan kelenjar adenoid pada anak masih memiliki ukuran yang berubah.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa peradangan adenoid dapat terjadi pada orang dewasa.

Adenoiditis merupakan kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari adenoiditis?

Adenoid yang meradang atau mengalami infeksi tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Hal ini disebabkan karena letaknya yang berada di belakang faring dan hanya dapat dilihat dengan alat tertentu.

Ketika adenoid meradang, biasanya hal tersebut diawali dengan pembengkakan atau pembesaran adenoid. Pembengkakan tersebut dapat menyumbat atau menghalangi saluran pernapasan Anda.

Maka dari itulah, tanda-tanda dan gejala dari adenoiditis yang umum dirasakan penderita adalah kesulitan bernapas. Berikut adalah gejala-gejala yang biasanya muncul:

  • Sakit tenggorokan
  • Tenggorokan terasa kering dan nyeri
  • Hidung berair dan mengeluarkan lendir kehijauan
  • Suara sengau saat berbicara
  • Bernapas melalui mulut terasa lebih mudah dibanding melalui hidung
  • Kesulitan bernapas saat tidur

Jika peradangan tergolong kronis, gejala-gejala yang muncul akan bertahan selama 90 hari, bahkan lebih.

Kemungkinan terdapat tanda-tanda dan gejala lain yang tidak tertulis di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala-gejala tertentu, silahkan konsultasikan pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda atau gejala yang tertera di atas atau punya pertanyaan, silahkan konsultasikan dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu periksakan gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa yang menyebabkan adenoiditis?

Adenoiditis akut umumnya terjadi setelah penderita mengalami infeksi saluran pernapasan atas. Infeksi ini biasanya dapat terjadi akibat adanya virus atau bakteri.

Bakteri dan virus yang berkembang biak dapat menginfeksi adenoid dan jaringan di sekitarnya, sehingga peradangan dapat terjadi. Radang adenoid akan lebih mudah terjadi ketika Anda sudah mengalami sakit atau radang tenggorokan sebelumnya.

Saat Anda mengalami sakit tenggorokan, terkadang tonsil alias amandel di dalam mulut Anda dapat terinfeksi. Adenoid yang terletak lebih tinggi di dalam mulut, di belakang hidung dan langit-langit mulut, dapat juga ikut terinfeksi.

Bakteri yang dapat menyebabkan adenoiditis disebut streptococcus. Namun, adenoiditis juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis virus, termasuk virus Epstein Barr, adenovirus, dan rhinovirus.

Tidak menutup kemungkinan pula bahwa radang adenoid disebabkan oleh iritasi akibat kenaikan asam lambung pada penyakit GERD.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena adenoiditis?

Adenoiditis adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir semua orang, terlepas dari apa kelompok usia dan golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kondisi ini.

Perlu Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan Anda dapat mengalami kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor yang membuat seseorang berisiko terkena adenoiditis:

1. Usia

Penyakit peradangan adenoid lebih banyak ditemukan pada anak-anak dibanding dengan orang dewasa. Angka kejadiannya mengalami penurunan setelah anak memasuki usia remaja atau 16 tahun.

Anak-anak sangat mudah terjangkit penyakit ini. Hal ini dikarenakan adenoid mengalami perubahan ukuran secara aktif selama masa anak-anak.

2. Mengalami infeksi atau radang tenggorokan, leher, atau kepala yang berulang (kronis)

Jika Anda atau anak Anda pernah menderita infeksi atau radang tenggorokan, amandel, leher, atau kepala yang sering terjadi dalam jangka waktu cukup lama, risiko untuk mengalami penyakit ini jauh lebih tinggi.

3. Menderita penyakit GERD

Apabila Anda atau anak Anda menderita penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), kemungkinan untuk terserang peradangan adenoid jauh lebih besar.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dokter mendiagnosis adenoiditis?

Dalam mendiagnosis adenoiditis, dokter biasanya akan merujuk Anda ke dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan).

Dokter THT akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan di mana letak infeksi pada tubuh Anda. Anda juga mungkin akan ditanyai mengenai riwayat kesehatan Anda dan anggota keluarga.

Untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Pemeriksaan tenggorokan menggunakan cermin laring atau nasofaringoskop
  • Tes darah
  • X-ray

Bagaimana cara mengobati adenoiditis?

Adenoiditis umumnya dikategorikan sebagai bagian dari rhinosinusitis atau radang tenggorokan (faringitis). Maka dari itu, dokter umumnya memberikan pengobatan yang juga digunakan untuk menangani kedua penyakit tersebut.

1. Antibiotik

Antibiotik akan diberikan apabila gejala-gejala seperti demam dan flu tidak kunjung mereda setelah 5-7 hari. Jenis antibiotik yang paling umum diberikan adalah amoxicillin, cefinis, atau cefuroxime.

2. Pengobatan alergi

Jika radang adenoid diyakini merupakan reaksi dari alergi, pasien akan diberikan semprotan nasal steroid, obat steroid oral, antihistamin, atau kombinasi dari seluruh obat tersebut.

3. Pengobatan GERD

Jika adenoiditis terkait dengan masalah asam lambung atau GERD, dokter akan menyarankan perubahan pola makan dan gaya hidup, yang terkadang disertai dengan resep obat H2 blocker atau proton-pump inhibitor.

4. Operasi

Jika pengobatan biasa tidak bekerja, atau apabila anak Anda mengalami masalah pernapasan yang serius, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi pengangkatan adenoid, atau yang disebut dengan adenoidektomi.

Selama operasi, bius total akan dilakukan dan adenoid akan diangkat melalui mulut tanpa sayatan tambahan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi adenoiditis?

Gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi kondisi kesehatan Anda:

  • Makan makanan sehat
  • Minum banyak cairan
  • Tidur yang cukup
  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar

Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan konsultasi dengan dokter Anda dan ketahuilah solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 24, 2019

Sumber