Daftar Makanan yang Wajib Dikonsumsi Sebelum Anda Donor Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 April 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Donor darah adalah cara yang aman untuk membantu orang lain mendapatkan darah. Akan tetapi, donor darah dapat menimbulkan beberapa efek samping yang mengganggu jika tidak dipersiapkan dengan baik, seperti kelelahan dan anemia. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan dan minuman yang tepat sebelum mendonorkan darah bisa membantu mengurangi risiko Anda untuk mengurangi efek sampingnya. Sudah tahu apa saja makanan sebelum donor darah yang wajib dimakan? Simak di bawah ini.

Apa saja makanan sebelum donor darah yang wajib dikonsumsi?

Sebelum mendonorkan darah, hal yang paling penting dari persiapan makanan dan minuman adalah Anda harus menjaga asupan cairan dengan baik dan memiliki asupan zat besi yang cukup. Pasalnya, saat mendonorkan darah Anda akan kehilangan zat besi dalam tubuh. Kadar besi yang semakin rendah akan membuat seseorang mudah lemas.

1. Makanan kaya zat besi

Zat besi adalah mineral yang sangat penting dalam tubuh untuk membuat hemoglobin. Hemoglobin ini yang akan berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Mengonsumsi makanan kaya zat besi akan membantu tubuh menyimpan cadangan besi lebih banyak. Ketika Anda tidak memiliki simpanan besi yang cukup untuk menggantikan besi yang hilang setelah mendonor, Anda akan mengalami anemia defisiensi besi.

Ada dua jenis besi yang ditemukan dalam makanan:

Besi heme: Besi heme adalah jenis besi yang lebih mudah diserap, sehingga besi jenis ini dapat meningkatkan zat besi dalam tubuh secara efektif. Tubuh akan menyerap besi jenis ini hingga 30%. Jenis besi ini biasanya ditemukan banyak pada makanan hewani.

Contoh makanan sebelum donor darah dari jenis besi heme antara lain:

  • Daging ¬†sapi, daging domba, daging babi.
  • Unggas, seperti ayam dan kalkun.
  • Ikan dan kerang-kerangan, seperti tuna, udang, kerang, mackarel.
  • Organ hati
  • Telur

Besi non heme adalah jenis besi yang lebih sulit diserap tubuh. Besi dari jenis ini dapat diserap tubuh 10-20%. Sebab, penyerapan besi ini dalam tubuh dapat terhalang oleh beberapa zat lainnya. Adanya asam fitat dalam gandum utuh, dan asam oksalat dari sayuran hijau dapat mengurangi penyerapan besi ini. Besi jenis ini dominan ditemukan pada tumbuhan. Sehingga besi ini tidak bisa memberikan jumlah zat besi yang cukup banyak dibandingkan besi heme.

Contoh makanan sebelum donor darah dari jenis besi non heme antara lain:

  • Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan sawi.
  • Roti, sereal, tepung, pasta, dan beras yang diperkaya zat besi.
  • Buah-buahan seperti stroberi, semangka, kurma, buah ara, plum, aprikot, dan buah persik.
  • Kacang-kacangan termasuk tahu, kacang merah, kacang putih, kacang garbanzo, dan lentil.

2. Makanan kaya vitamin C

suplemen vitamin c cara mengatasi anemia

Selain makanan kaya zat besi Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi vitamin C. Vitamin C sangat penting untuk membantu penyerapan zat besi non heme dari tumbuh-tumbuhan. Dilansir dari laman Healthline, buah-buahan yang kaya vitamin C antara lain:

  • Jeruk
  • Kiwi
  • Mangga
  • Pepaya
  • Nanas
  • Stroberi
  • Blueberry
  • Semangka
  • Tomat

3. Banyak minum air putih

air minum tercemar

Asupan cairan Anda harus terpenuhi sebelum melakukan donor darah. Pasalnya, saat nanti Anda mendonorkan darah, kandungan air dalam tubuh Anda akan ikut berkurang. Air adalah komposisi darah yang dominan. Setengah dari darah Anda akan berkurang di dalam tubuh, itu artinya air dalam tubuh pun ikut berkurang.

Jika cairan dalam tubuh Anda berkurang, maka tekanan darah dalam tubuh juga akan menurun dan membuat Anda pusing serta lemas.

American Red Cross menganjurkan pendonor darah untuk minum air sebanyak 2 gelas sebelum melakukan donor darah, atau sekitar 500 ml air sebelum mendonorkan darah.

Asupan cairan tambahan ini akan membantu mengimbangi cairan yang hilang selama donor, dan akan membantu mengembalikan volume darah Anda agar normal kembali.

Apa saja yang harus dihindari?

Beberapa makanan dan minuman memiliki efek negatif terhadap darah Anda. Sebelum donor darah, cobalah untuk menghindari makanan dan minuman berikut ini.

Alkohol

Alkohol justru akan membuat tubuh semakin mudah mengalami dehidrasi.Selain itu, minum minuman beralkohol sebelum donor darah dapat menunda pemulihan.

Hindari minum alkohol 24 jam sebelum Anda mendonorkan darah. Jika Anda baru minum minuman beralkohol semalam atau sebelum donor darah, netralkan dulu dengan banyak minum air putih.

Makanan berlemak

Makanan berlemak seperti gorengan dan lemak dari makanan hewani seperti lemak sapi atau kulit ayam sebaiknya dihindari. Pasalnya, tumpukan lemak ini dapat mengacaukan hasil tes darah sebelum donor darah.

Makanan yang menghambat penyerapan besi

Ada beberapa makanan yang dapat mengganggu penyerapan zat besi, khususnya zat besi non heme. Anda tidak perlu benar-benar menghindari makanan ini. Cukup hindari konsumsi jenis makanan dan minuman ini bersamaan dengan makanan sumber zat besi Anda konsumsi, atau hindari bersama suplemen besi yang Anda minum. Makanan dan minuman ini adalah:

  • Kopi, cokelat, dan teh yang mengandung kafein.
  • Makanan tinggi kalsium seperti susu, keju, dan yogurt.

Makanan dan minuman di atas mengandung polifenol atau mengandung kalsium yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Anemia

Pengobatan anemia berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Beberapa cara mengatasi anemia juga tergolong sederhana, seperti mengonsumsi vitamin dan zat besi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengenal Ferritin, Protein Penentu Kadar Zat Besi dalam Tubuh

Tes ferritin menjadi salah satu pemeriksaan anemia untuk mengetahui kadar zat besi dalam tubuh. Apa yang harus dilakukan bila hasilnya abnormal?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi. Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Memahami Berbagai Jenis Anemia, dari yang Ringan Sampai Gawat

Terdapat 400 jenis anemia di dunia. Klasifikasi anemia ini biasanya dibedakan berdasarkan penyebab dan kadar hemoglobin. Apa saja macam-macam anemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
buah untuk penambah darah

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
daftar makanan penambah darah, obat penambah darah

Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
obat penambah darah

Berbagai Jenis Obat Penambah Darah yang Umum Diresepkan Dokter

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit