backup og meta

OMRON Soroti Hipertensi Tanpa Gejala di World Health Day 2026

Merasa sehat dan tetap aktif bukan berarti seseorang terbebas dari risiko penyakit kardiovaskular. Kondisi seperti hipertensi dan gangguan irama jantung dapat terjadi tanpa gejala yang jelas sehingga seseorang bisa saja tidak menyadari adanya masalah kesehatan. 

OMRON Soroti Hipertensi Tanpa Gejala di World Health Day 2026

Hal ini menjadi perhatian OMRON Healthcare Indonesia menjelang World Heart Day 2026 melalui acara “Keep On with Healthy Habits. Life On with Purpose.” yang mengajak masyarakat lebih mengenali risiko penyakit kardiovaskular dan pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin.

Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan.

Hipertensi bisa terjadi tanpa keluhan

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah hipertensi tanpa gejala. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dikutip OMRON, prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 30,8% berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah.

Sementara berdasarkan diagnosis dokter, prevalensinya tercatat 8,6%. Perbedaan tersebut menunjukkan masih ada masyarakat yang belum mengetahui status hipertensinya.

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD-KGH, FINASIM, menjelaskan bahwa hipertensi bukan hanya persoalan tekanan darah yang tinggi, tetapi juga merupakan salah satu faktor risiko penting dalam berbagai kondisi kardiovaskular.

Salah satunya adalah atrial fibrillation (AFib), yaitu gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.

Hipertensi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memberikan beban pada jantung dan pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko gangguan irama seperti AFib.

Pada kondisi AFib, detak jantung yang tidak teratur dapat membuat aliran darah di dalam jantung tidak optimal dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Jika bekuan tersebut terbawa ke otak, stroke dapat terjadi.

Karena itu, pengendalian tekanan darah dan pemahaman terhadap kondisi irama jantung menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.

Hubungan tersebut juga terlihat dalam studi Framingham oleh Wolf et al. (1991). Studi terhadap 5.070 peserta menunjukkan bahwa hipertensi meningkatkan risiko stroke lebih dari tiga kali lipat, sementara AFib dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hampir lima kali lipat.

Iwet Ramadhan: merasa sehat tidak berarti tahu kondisi tubuh

sahabat sehat omron

Pesan tersebut menjadi lebih personal melalui pengalaman Iwet Ramadhan, Business Owner, Co-Founder DVET Siaran Pagi IP, Head of Communications Yayasan Jantung Indonesia, sekaligus OMRON Brand Ambassador.

Iwet merupakan penyintas stroke. Pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap kesehatan dan membuatnya semakin menyadari pentingnya memperhatikan kondisi tubuh sebelum masalah kesehatan terjadi.

“Setelah mengalami stroke, saya sadar bahwa merasa sehat dan tetap aktif bukan berarti kita sudah mengetahui kondisi kesehatan kita secara keseluruhan,” ujar Iwet.

Setelah mengalami stroke, Iwet mengaku menjadi lebih memperhatikan kondisi tubuh dan lebih konsisten menjaga kesehatan. Ia juga terlibat bersama Yayasan Jantung Indonesia untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung dan hipertensi tanpa gejala.

“Saya berharap orang lain tidak perlu menunggu mengalami hal yang sama untuk mulai lebih peduli terhadap kesehatannya,” katanya.

Dalam acara tersebut, Iwet juga melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kesehatan jantung menggunakan OMRON Complete, perangkat yang menggabungkan tensimeter dan EKG.

Dion Wiyoko: hidup sehat tidak harus ekstrem

Sementara itu, Dion Wiyoko, aktor, presenter, sekaligus OMRON Brand Ambassador, melihat gaya hidup sehat sebagai kebiasaan yang perlu dibangun secara realistis dan berkelanjutan.

Menurut Dion, menjaga kesehatan tidak harus dilakukan melalui aktivitas yang berat atau ekstrem. Ia memilih aktivitas yang dinikmati agar dapat menjadikannya bagian dari keseharian.

“Menurut saya, hidup sehat itu tidak harus selalu berat atau ekstrem. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menemukan aktivitas yang kita nikmati dan menjadikannya bagian dari keseharian,” kata Dion.

Bagi Dion, menjaga kesehatan juga berkaitan dengan keluarga. Ia ingin tetap sehat dan aktif agar dapat terus mendampingi keluarga sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Namun, menjalani gaya hidup sehat tidak otomatis membuat seseorang mengetahui seluruh kondisi tubuhnya. Tekanan darah dan irama jantung dapat berubah tanpa selalu menimbulkan keluhan. Karena itu, kebiasaan hidup sehat dapat dilengkapi dengan pemantauan secara rutin.

Dion sendiri menggunakan OMRON Home ECG 1-Lead untuk melakukan pemantauan kesehatan jantung secara praktis.

Artikel terkait

Mengapa pemeriksaan tekanan darah dan jantung tetap penting?

Menjalani gaya hidup sehat merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan jantung. Namun, kebiasaan tersebut tidak menggantikan pemeriksaan kesehatan.

Kondisi seperti hipertensi tanpa gejala menunjukkan mengapa seseorang tidak sebaiknya menunggu munculnya keluhan untuk mulai memantau tekanan darah. Begitu pula dengan gangguan irama jantung yang dapat muncul dan menghilang secara berkala.

Untuk mendukung pemantauan tekanan darah di rumah, masyarakat disarankan menggunakan alat pengukur tekanan darah yang akurat dan telah tervalidasi secara klinis serta melakukan pengukuran secara rutin sesuai petunjuk penggunaan.

Dengan membangun kebiasaan pemantauan, perubahan pada tekanan darah maupun irama jantung dapat lebih mudah diperhatikan dan dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan bila diperlukan.

OMRON ECG, alat untuk memantau irama jantung di rumah

Dalam acara tersebut, OMRON memperkenalkan teknologi ECG atau elektrokardiogram (EKG) portabel sebagai bagian dari kampanye “Keep On, Life On”. Teknologi ini dapat membantu masyarakat memantau irama jantung dan mengenali kemungkinan gangguan irama jantung, termasuk AFib.

Berbeda dengan pemeriksaan irama jantung yang umumnya dilakukan di fasilitas kesehatan, ECG portabel OMRON memungkinkan pengguna merekam irama jantung di rumah, termasuk ketika gejala muncul.

Hal ini dapat membantu pengguna mengenali AFib paroksismal yang dapat muncul dan menghilang secara berkala.

OMRON memperkenalkan dua perangkat ECG, yaitu OMRON Portable 1-Lead ECG Heart Rate Monitor HCG-8011B dan OMRON Portable 6-Lead ECG Heart Rate Monitor HCG-8060T.

HCG-8011B menawarkan perekaman ECG satu lead, sedangkan HCG-8060T menggunakan enam sadapan untuk memberikan gambaran aktivitas listrik jantung yang lebih luas. Keduanya dirancang untuk mendukung pemantauan jantung secara lebih praktis dalam keseharian.

Meski dapat digunakan sebagai alat pemantauan, hasil ECG yang menunjukkan kemungkinan AFib bukan merupakan diagnosis. Hasil tersebut tetap perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan. 

Pemantauan di rumah dapat menjadi informasi tambahan untuk membantu seseorang memahami kondisi yang perlu diperhatikan dan menentukan kapan perlu berkonsultasi lebih lanjut.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa OMRON Healthcare dalam momentum World Heart Day 2026 adalah bahwa merasa sehat bukan berarti seseorang sudah mengetahui seluruh kondisi tubuhnya.

Menjaga pola hidup tetap penting, tetapi kebiasaan tersebut dapat dilengkapi dengan pemeriksaan tekanan darah dan pemantauan kesehatan jantung secara rutin.

Kalkulator BMI (IMT)

health-tool-icon

tahun

Apakah Anda berminat program manajemen berat badan?

Tahukah Anda perawatan dengan GIP dan GLP-1?

*Jenis pengobatan dan perawatan terbaru yang membantu manajemen berat badan dan Diabetes Tipe 2

Ikuti terus infonya agar berat badan terjaga: Dapatkan update dari pakar mengenai dukungan dan perawatan berat badan langsung ke inbox Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

OMRON Healthcare Indonesia. Siaran Pers: World Heart Day 2026, OMRON Ajak Masyarakat Kenali Risiko Hipertensi, AFib, dan Stroke. 11 September 2026.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. https://www.kemkes.go.id/eng/survei-kesehatan-indonesia-ski-2023

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Fact Sheet Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/fact-sheet-survei-kesehatan-indonesia-ski-2023/

Wolf PA, Abbott RD, Kannel WB. Atrial fibrillation as an independent risk factor for stroke: the Framingham Study. Stroke. 1991;22(8):983-988. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1866765/

Versi Terbaru

12/09/2026

Ditulis oleh Diah Ayu Lestari

Ditinjau secara medis oleh Hello Sehat Medical Review Team

Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari


Artikel Terkait

Apa Bedanya Sakit Kepala Darah Rendah dan Darah Tinggi?

Apakah Hipertensi Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya


Ditinjau secara medis oleh

Hello Sehat Medical Review Team

Kesehatan · None


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 8 jam lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan