Setelah melahirkan atau sudah memasuki usia menopause, banyak wanita mengkhawatirkan kondisi kesehatan reproduksinya. Salah satu keluhan yang muncul antara lain vagina mengendur.  Keluhan ini juga dikenal dengan istilah sindrom vagina kendur (vaginal relaxation syndrome).

Biasanya kondisi ini ditandai dengan hilangnya gairah bercinta, sulit mendapatkan kenikmatan seksual atau orgasme, serta dalam beberapa kasus wanita akan mengalami inkontinensia urin yaitu sulit mengendalikan laju urin.

BACA JUGA: Inkontinensia Urin: Saat Orang Dewasa Tidak Bisa Menahan Kencing

Apabila Anda mengalami tanda-tanda tersebut, bisa jadi Anda memiliki kondisi sindrom vagina kendur. Sindrom ini bisa disembuhkan dan pada kebanyakan kasus tidak membahayakan. Untuk mencari tahu lebih lanjut soal sindrom vagina kendur, baca terus informasi berikut.

Apa itu sindrom vagina kendur?

Sindrom vagina kendur adalah kondisi di mana dinding, otot, serta jaringan vagina melemah. Vagina jadi tidak bisa berkontraksi seperti biasanya. Inilah yang membuat vagina terasa tidak rapat, jadi lebih longgar. Sindrom ini bukan penyakit, melainkan kondisi medis.

BACA JUGA: 4 Senam Sederhana untuk Mengencangkan Vagina

Bagaimana vagina bisa mengendur?

Pada kebanyakan kasus, kondisi ini terjadi karena dinding vagina meregang terlalu lebar akibat proses persalinan normal. Akan tetapi, biasanya perlahan-lahan vagina akan kembali lagi pada bentuk awalnya. Sindrom vagina kendur juga bisa dialami wanita yang sudah lanjut usia atau memasuki usia menopause. Pada wanita menopause atau lanjut usia, dinding vagina menipis karena kurangnya kadar kolagen dan hormon estrogen. Akibatnya, dinding vagina yang seharusnya tetap kencang dan elastis jadi mengendur. Biasanya jika diakibatkan oleh proses penuaan ini, vagina juga akan terasa lebih kering.

BACA JUGA: 5 Penyebab Anda Mengalami Vagina Kering

Meski sangat jarang, biasanya sindrom vagina kendur juga bisa menjadi salah satu gejala berbagai penyakit. Penyakit yang biasanya ditandai dengan vagina mengendur adalah penyakit prolaps organ panggul. Gejala lain yang mungkin menandakan penyakit ini adalah adanya rasa tertekan pada panggul atau vagina, sakit ketika berhubungan seks, benjolan pada bukaan vagina, serta sulit buang air besar.

Siapa saja yang berisiko terkena sindrom vagina kendur?

Sindrom ini bisa dialami oleh siapa pun, terlepas dari usia seorang wanita. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan Anda mengalami sindrom vagina kendur. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:

  • Sudah pernah menjalani proses persalinan normal (lewat vagina) selama berkali-kali
  • Usia di atas 48 tahun
  • Kelainan hormon turunan (genetik)
  • Penuaan dini
  • Sudah pernah menjalani operasi panggul
  • Perubahan berat badan yang drastis

BACA JUGA: Seperti Apa Bentuk Vagina Normal dan Sehat?

Pengobatan apa yang bisa dijalani untuk memperbaiki vagina kendur?

Untuk mengetahui apakah Anda benar-benar mengalami sindrom vagina kendur, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Setelah didiagnosis dengan sindrom tersebut, ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa Anda pilih. Pengobatan yang Anda jalani biasanya bisa dipertimbangkan sesuai dengan keseriusan kondisi Anda dan berbagai alasan pribadi. Simak berbagai pengobatannya berikut ini.

1. Laser

Kondisi vagina yang mengendur bisa dipulihkan dengan prosedur peremajaan vagina. Dalam prosedur ini, laser yang diarahkan pada vagina akan memicu pertumbuhan dan perbaikan kolagen. Vagina pun akan jadi lebih rapat.

2. Terapi hormon

Apabila sindrom yang dialami disebabkan oleh kelainan atau perubahan hormon, Anda mungkin akan dianjurkan untuk menjalani terapi hormon. Biasanya terapi ini ditujukan pada pasien yang sedang dalam masa menopause atau sudah berusia lanjut.

BACA JUGA: 9 Penyakit yang Mengintai Wanita Setelah Menopause

3. Senam Kegel

Senam ini ditujukan untuk melatih otot-otot panggul. Dengan mengencangkan otot panggul, area vagina pun jadi lebih kencang. Wanita yang habis bersalin normal dianjurkan untuk menjalani senam Kegel untuk mengembalikan keremajaan vagina. Senam ini dilakukan dengan cara menahan kontraksi otot panggul (otot yang dipakai untuk menahan laju urin) selama beberapa detik.

BACA JUGA: Serba-serbi Senam Kegel untuk Meningkatkan Kualitas Seks

Sumber
Yang juga perlu Anda baca