4 Tips Mengatasi Jari Tangan yang Bengkak Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kehamilan memberikan banyak perubahan pada tubuh. Salah satunya membuat jari-jari Anda membengkak akibat peningkatan produksi darah dan cairan tubuh. Meskipun wajar, jari tangan yang bengkak saat hamil dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman.

Mengapa jari tangan bengkak saat hamil?

Selama kehamilan, tubuh Anda memproduksi lebih banyak darah dan cairan tubuh untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang berkembang. Cairan berlebih dapat menumpuk pada beberapa anggota tubuh sehingga menyebabkan bengkak yang disebut edema.

Edema biasanya semakin parah seiring bertambahnya usia kandungan. Pasalnya, perkembangan janin membuat rahim bertambah besar. Rahim pun menekan pembuluh darah dan menghambat darah yang seharusnya mengalir dari kaki ke jantung.

Selain itu, hormon pada tubuh Anda juga membuat otot pembuluh darah menjadi lebih lunak. Hal ini membuat darah tidak bisa mengalir kembali ke jantung secara optimal. Darah dan komponen cairannya pun menumpuk pada tangan, kaki, wajah, serta jari.

Cara mengatasi jari tangan yang bengkak saat hamil

Jari tangan yang bengkak dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan mungkin mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut adalah beberapa tips mudah mengatasinya:

1. Menyesuaikan pola makan

Pembengkakan pada jari bisa bertambah parah apabila Anda kekurangan asupan kalium, sering makan makanan tinggi garam, serta mengonsumsi kafein. Oleh sebab itu, Anda perlu menyesuaikan pola makan dengan cara berikut:

  • Menambah asupan kalium dari pisang, melon, jeruk, buah-buahan yang telah dikeringkan, jamur, kentang, ubi, dan kacang-kacangan
  • Memperbanyak konsumsi makanan alami dan membatasi makanan hasil olahan yang tinggi garam
  • Membatasi asupan kafein
  • Mengonsumsi makanan diuretik (memicu pengeluaran cairan tubuh) alami seperti seledri, jahe, dan peterseli

2. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Minum banyak air putih ternyata membantu Anda mengatasi jari tangan yang bengkak saat hamil. Hal ini disebabkan karena air mampu menarik cairan berlebih yang menumpuk pada tubuh Anda, lalu mengeluarkannya bersama urine.

Anda pun dapat memanfaatkan air dengan berendam, berenang, atau sekadar berdiri di kolam yang dangkal. Air di sekeliling Anda akan memberikan gaya tekan pada jaringan tubuh sehingga mengeluarkan cairan yang menumpuk di dalamnya.

3. Tidur menghadap kiri

Tidur menghadap kiri akan mengurangi tekanan pada pembuluh vena cava inferior. Pembuluh ini berfungsi mengalirkan darah yang mengandung karbondioksida dari bagian bawah tubuh menuju jantung.

Berbaring menghadap kiri selama hamil juga bisa mengurangi beban dari perut. Jika pembuluh vena cava inferior bebas dari tekanan, darah akan mengalir lebih lancar menuju jantung. Cairan yang menumpuk pun berkurang dan jari tak lagi membengkak.

4. Menggunakan kompres hangat

Kompres hangat amat bermanfaat untuk mengatasi jari tangan yang bengkak saat hamil. Panas dapat melancarkan peredaran darah di sekitar area yang dikompres. Dengan begitu, aliran darah menuju jantung menjadi semakin lancar.

Anda bisa menggunakan heating pad atau handuk yang telah dibasahi air hangat. Tempelkan pada jari yang bengkak selama 20 menit. Jangan melebihi durasi tersebut untuk menghindari risiko luka bakar.

Jari tangan yang bengkak saat hamil sangatlah wajar dan akan mulai berkurang setelah melahirkan. Namun, waspadalah jika pembengkakan terjadi secara mendadak serta disertai sakit kepala, masalah penglihatan, dan muntah.

Ini merupakan gejala dari preeklampsia, yakni komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ. Jika Anda mengalami gejala ini, segera periksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alasan Mengapa Anda Tak Boleh Terlalu Lelah Saat Program Bayi Tabung (IVF)

Saat menjalani program bayi tabung, seorang ibu atau perempuan disarankan untuk mengurangi aktivitas yang bisa menyebabkan kelelahan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 19 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Beragam Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Jika Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Jarak antara dua kehamilan yang terlalu dekat bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan ibu dan janin. Inilah yang harus dilakukan oleh ibu hamil.

Ditinjau oleh: Nimas Mita Etika M
Ditulis oleh: Diah Ayu
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mendeteksi penyakit dari kaki

Bisakah Mendeteksi Penyakit dari Kondisi Kaki?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
ibu meninggal saat setelah melahirkan

5 Kondisi Penyebab Kematian Ibu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
eklampsia adalah

Eklampsia, Komplikasi Penyakit Preeklampsia yang Tidak Ditangani

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
preeklampsia atau preeklamsia adalah

Preeklampsia, Komplikasi Kehamilan yang Membahayakan Ibu dan Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit