brand logo
Kategori
Cek Kesehatan
Komunitas
Booking Dokter

Iklan

Bagikan

6 Gerakan Pemanasan sebelum Lari untuk Cegah Kram

Pemanasan sebelum lari penting untuk mempersiapkan tubuh sebelum masuk ke intensitas yang lebih tinggi sehingga Anda bisa mengurangi risiko cedera saat berlari. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan gerakan ringan yang secara bertahap meningkatkan suhu tubuh, aliran darah, dan aktivitas otot.

6 Gerakan Pemanasan sebelum Lari untuk Cegah Kram

Apa saja contoh gerakan pemanasan sebelum lari?

Jika Anda sedang mencari cara pemanasan sebelum lari, termasuk pemanasan sebelum lari agar perut tidak sakit, tidak perlu melakukan gerakan yang rumit. Berikut beberapa gerakan yang bisa dilakukan sebelum lari pagi maupun lari sore.

1. Jalan kaki

Mulai dengan berjalan santai selama sekitar 3–5 menit. Manfaat jalan kaki dalam pemanasan adalah membantu tubuh beralih dari kondisi istirahat ke aktivitas fisik dengan meningkatkan denyut jantung dan suhu tubuh secara bertahap.

Pemanasan yang dilakukan secara bertahap juga dapat membantu tubuh beradaptasi sebelum mulai berlari. Namun, pemanasan tidak selalu mencegah side stitch, yaitu nyeri menusuk di sisi perut yang dapat dipicu oleh intensitas lari, pola napas, atau waktu makan.

Setelah beberapa menit, Anda dapat meningkatkan kecepatan berjalan sebelum beralih ke gerakan pemanasan berikutnya atau mulai berlari.

2. High knees

Perempuan latihan high knees

High knees dilakukan dengan mengangkat lutut secara bergantian hingga mendekati setinggi pinggul sambil tetap berdiri tegak.

Lakukan gerakan secara bergantian dengan ritme yang nyaman selama sekitar 20–30 detik. Tidak perlu mengangkat lutut terlalu tinggi jika gerakan terasa tidak nyaman.

Gerakan pemanasan sebelum lari ini membantu mempersiapkan otot kaki dan meningkatkan denyut jantung secara bertahap.

3. Butt kicks

Butt kicks dilakukan dengan mengayunkan tumit ke arah bokong secara bergantian. Jaga tubuh tetap tegak dan lakukan gerakan dengan ritme yang terkendali.

Lakukan selama sekitar 20–30 detik. Gerakan ini dapat membantu mempersiapkan otot paha belakang dan kaki untuk aktivitas berlari.

4. Leg swings

Berdirilah dengan berpegangan pada dinding atau benda yang kokoh untuk menjaga keseimbangan. Ayunkan satu kaki ke depan dan ke belakang secara perlahan dan terkendali.

Lakukan sekitar 10–15 kali pada setiap kaki, kemudian ulangi dengan mengayunkan kaki ke arah samping jika terasa nyaman.

Leg swings merupakan salah satu gerakan pemanasan sebelum lari yang dapat membantu mempersiapkan rentang gerak pinggul dan kaki sebelum berlari.

5. Calf raises

Untuk melakukan calf raises, berdirilah dengan kedua kaki selebar pinggul, kemudian angkat tumit hingga bertumpu pada ujung jari kaki. Turunkan tumit secara perlahan dan ulangi gerakan.

Lakukan sekitar 10–15 kali. Anda dapat berpegangan pada dinding atau kursi jika membutuhkan bantuan untuk menjaga keseimbangan.

Ini merupakan cara pemanasan sebelum lari yang dapat membantu mengaktifkan otot betis yang banyak digunakan saat berlari.

6. Walking lunges

Mulai dari posisi berdiri, lalu langkahkan satu kaki ke depan dan tekuk kedua lutut hingga tubuh turun secara terkendali. Dorong tubuh kembali ke posisi berdiri, kemudian lanjutkan dengan kaki lainnya.

Lakukan sekitar 8–10 kali pada setiap sisi. Jaga lutut tetap searah dengan kaki dan hindari memaksakan gerakan jika terasa sakit.

Gerakan pemanasan yang satu ini melibatkan beberapa kelompok otot yang digunakan saat berlari, termasuk otot paha dan bokong.

Berapa lama pemanasan sebelum lari?

Pemanasan sebelum lari pagi maupun lari sore dapat dilakukan sekitar 5–10 menit, dimulai dari aktivitas ringan dan dilanjutkan dengan gerakan dinamis.

Sesuaikan durasi dan intensitas pemanasan dengan kondisi tubuh, jenis latihan, dan jarak lari yang akan Anda tempuh.

Jika Anda melakukan lari dengan intensitas tinggi atau jarak jauh, Anda dapat memberikan waktu pemanasan yang lebih panjang agar tubuh memiliki kesempatan untuk beradaptasi secara bertahap.

Perlu diingat, pemanasan tidak harus membuat tubuh kelelahan. Tujuannya adalah mempersiapkan tubuh sebelum berlari, bukan menghabiskan energi sebelum latihan utama.

medical
dr. Yusra Firdaus
Ditinjau secara medis oleh
General Practitioner · Rumah Vaksinasi Ciledug
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi · Tanggal diperbarui 15 jam lalu