5 Cara Rumahan yang Bisa Dicoba untuk Mengatasi Napas Pendek

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Juli 23, 2019
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering merasa terengah-engah di sela-sela Anda bicara? Ini mungkin menandakan Anda punya napas yang pendek. Dalam dunia medis, kesulitan bernapas ini disebut sebagai dispnea. Meski begitu, napas pendek sebenarnya merupakan kondisi umum yang bisa dialami siapa pun dan kapan pun. Namun, tentu rasanya tidak nyaman karena sulit bernapas dengan lega. Lantas, apa pengobatan yang tepat untuk memulihkan kondisi napas pendek ini?

Apa penyebab napas pendek?

susah napas sulit napas berat

Sebelum mencari tahu pengobatan untuk napas pendek, sudahkah Anda paham alasan di balik kondisi ini? Ketika mengalami napas pendek, Anda mungkin merasa seolah persediaan udara di dalam paru-paru habis.

Biasanya terasa saat berlari cepat dengan jarak jauh, menaiki tangga, atau berolahraga aerobik. Padahal nyatanya, Anda hanya beraktivitas seperti biasa yang notabene tidak memerlukan pengaturan napas seperti saat sedang berolahraga.

Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh tekanan pada beberapa titik di otot, sehingga membuat napas seolah terbatas. Coba telaah kembali, mungkin di saat tersebut Anda sedang diselimuti oleh kecemasan yang kemudian memengaruhi kemampuan bernapas.

Selain itu, napas pendek bisa dipicu oleh beberapa hal seperti:

  • Berada di ketinggian
  • Kualitas udara yang buruk, seperti karena tercemar oleh asap maupun karbon monoksida
  • Suhu ekstrem
  • Usai melakukan latihan berat

Namun, dalam beberapa kasus, napas pendek ini juga bisa disebabkan oleh berbagai kondisi medis, meliputi:

  • Alergi
  • Asma
  • Keracunan karbon monoksida
  • PPOK atau penyakit paru obstruktif kronis
  • Serangan jantung
  • Pneumonia
  • Sumbatan pada saluran pernapasan

Kondisi napas pendek biasanya akan semakin menjadi-jadi jika Anda seorang perokok aktif. Maka itu, penting untuk mengenali pengobatan yang tepat bagi kondisi napas pendek ini.

Apa saja pengobatan rumahan untuk napas pendek?

sistem pernapasan manusia

Memiliki napas pendek yang datang sewaktu-waktu ini memang cukup mengkhawatirkan. Akan tetapi, jangan panik dulu, karena Anda bisa coba melakukan beberapa pilihan cara seperti:

1. Bernapas dalam-dalam

Mengambil napas dalam-dalam merupakan salah satu pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi napas pendek. Di sini, ada beberapa tahapan langkah yang harus Anda lakukan, yakni:

  • Posisikan tubuh berbaring, dengan meletakkan kedua tangan di atas perut.
  • Ambil napas sedalam mungkin melalui hidung, sampai seolah seluruh bagian paru-paru terisi penuh oleh udara.
  • Tahan napas selama beberapa detik, kemudian hembuskan napas melalui mulut.
  • Ulangi langkah tersebut selama 5-10 menit.

Cara yang satu ini bisa Anda lakukan selama beberapa kali dalam sehari, atau setiap kali kondisi napas pendek terasa mengganggu.

2. Gunakan teknik pursed-lip breathing

Selain bernapas dalam, teknik pernapasan lain yang bisa Anda lakukan yakni pursed-lip breathing. Sesuai dengan namanya, teknik ini melibatkan bibir alias melalui mulut untuk membantu mengatur laju pernapasan.

Terutama jika napas pendek yang Anda alami disebabkan oleh kecemasan, teknik ini akan sangat berguna. Berikut cara yang bisa dilakukan:

  • Posisikan tubuh duduk tegak di kursi dengan santai dan tidak tegang.
  • Bentuk bibir seperti kerucut, dengan menyisakan sedikit ruang untuk keluar masuknya aliran udara.
  • Ambil napas melalui hidung, lalu tahan selama beberapa detik.
  • Keluarkan perlahan melalui bibir selama sekitar 4 hitungan.
  • Ulangi langkah tersebut selama kurang lebih 10 menit, atau sampai laju pernapasan telah kembali membaik.

Sama seperti teknik pernapasan dalam, pushed-lip breathing juga bisa dilakukan kapan saja sebagai pengobatan untuk napas pendek. Ulangi terus teknik ini sampai keluhan yang Anda alami berangsur-angsur membaik.

3. Cari posisi yang paling nyaman

Mendapatkan posisi yang nyaman, entah saat berdiri, duduk, maupun berbaring, dapat membantu tubuh lebih rileks. Dengan begitu, proses pernapasan pun akan lebih mudah dilakukan.

Jika kondisi napas pendek yang Anda alami disebabkan oleh kecemasan maupun aktivitas olahraga, menemukan posisi yang nyaman tentu akan sangat membantu. Pilihan posisi berikut ini bisa Anda terapkan untuk memudahkan pernapasan:

  • Bersandar pada dinding ketika dalam posisi berdiri.
  • Berdiri dengan posisi tangan di atas meja, guna melepaskan bebas pada kaki.
  • Duduk di kursi, dengab kepala ditopang oleh tangan di atas meja.
  • Bebaring dengan posisi kepala dan lutut berada di atas bantal.

4. Gunakan uap hangat

Menghirup uap hangat ternyata bisa menjadi salah satu pengobatan untuk meredakan ketidaknyamanan karena napas pendek. Pasalnya, cara ini membantu membersihkan saluran hidung, sehingga melegakan sistem pernapasan.

Bukan itu saja. Uap panas tersebut juga bisa mencairkan lendir pada paru-paru. Alhasil, proses keluar masuknya udara saat bernapas pun akan jauh lebih mudah.

Anda hanya perlu menyiapkan wadah berisi air hangat, kemudian letakkan wajah di atas wadah tersebut. Selanjutnya, ambil napas dalam-dalam seperti biasa, sembari menghirup dan merasakan uap hangatnya.

Alangkah lebih baiknya untuk memastikan bahwa air pada wadah tidak terlalu panas, karena ditakutkan bisa melukai kulit wajah.

5. Gunakan kipas

Pilihan cara lainnya untuk memulihkan napas pendek yakni dengan menggunakan kipas angin. Ya, Anda bisa mengarahkan wajah beberapa langkah di depan kipas angin tersebut, kemudian bernapaslah seperti biasa.

Banyaknya jumlah udara yang bisa terhirup biasanya cukup efektif untuk membantu melancarkan pernapasan karena napas yang pendek.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya yang Mungkin Muncul Akibat Menghirup Asap Kebakaran Hutan

Paparan terhadap asap kebakaran hutan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, memiliki sejumlah bahaya bagi kesehatan. Bagaimana mencegahnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik Juni 30, 2019

Mengenal Organ dan Cara Kerja Sistem Pernapasan Manusia

Sistem pernapasan manusia tidak hanya hidung dan paru-paru. Ada banyak organ tubuh lain yang berperan agar Anda bisa bernapas lancar. Apa saja itu?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 2, 2019

5 Penyebab Anda Susah Napas Padahal Tidak Beraktivitas Berat

Aktivitas berat memang bisa membuat Anda susah napas, tapi bagaimana jika Anda juga mengalaminya saat sedang melakukan kegiatan ringan? Ini sebabnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik Maret 31, 2019

5 Penyebab Aroma Napas Berbau Seperti Urine (Plus Cara Mengatasinya)

Bukan karena baru bangun tidur, atau usai konsumsi makanan dan minuman tertentu. Kenapa tiba-tiba aroma napas bau urine, ya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik Januari 28, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Cara Mendiagnosis COVID-19 pada Tubuh Manusia

Cara Mendiagnosis COVID-19 pada Tubuh Manusia

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Januari 22, 2020
Apa Dampaknya Berolahraga di Tengah Kabut Asap Australia?

Apa Dampaknya Berolahraga di Tengah Kabut Asap Australia?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Januari 20, 2020
Strategi Jitu Agar Lebih Terbiasa Bernapas Lewat Hidung

Strategi Jitu Agar Lebih Terbiasa Bernapas Lewat Hidung

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Oktober 11, 2019
Beredar Foto Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya Bagi Tubuh?

Beredar Foto Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya Bagi Tubuh?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang September 26, 2019