Mulut Terasa Panas, Padahal Tak Makan Pedas? Sindrom Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 April 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda tentu tahu rasanya ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas, maka lidah dan mulut akan terasa sangat panas dan sakit. Kondisi ini juga bisa terjadi saat Anda makan makanan yang pedas. Namun, ternyata ada gangguan kesehatan yang membuat rasa panas itu muncul di mulut dan lidah selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan, padahal tidak sedang makan atau minum yang panas-panas. Nah, kondisi ini disebut dengan burning mouth syndrome atau sindrom mulut panas. Lantas, apa penyebabnya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Apa itu burning mouth syndrome atau sindrom mulut panas?

Burning mouth syndrome atau sindrom mulut panas adalah istilah medis yang menggambarkan saat seseorang merasa mulutnya seperti terbakar atau kesemutan tanpa penyebab yang jelas.

Umumnya, kondisi ini membuat lidah terasa seperti tersiram air panas tapi bisa juga dirasakan pada bagian mulut lainnya, seperti gusi, bibir, pipi bagian dalam, hingga langit-langit mulut.

Sindrom mulut panas termasuk penyakit yang jarang ditemukan sebab hanya dua persen dari seluruh populasi di dunia yang pernah mengalaminya. Pada beberapa orang, penyakit ini bisa muncul dalam jangka waktu yang lama, sementara pada beberapa orang lainnya bisa merasakannya secara tiba-tiba dan berkembang secara bertahap.

Penyebab sindrom mulut panas belum diketahui secara pasti. Ini sebabnya, sindrom yang satu ini cenderung sulit untuk didiagnosis dan diobati sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Berbagai penyebab mulut panas dan terbakar akibat burning mouth syndrome

Penyebab sindrom mulut panas terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

1. Primer

Saat Anda memeriksakan kondisi mulut panas yang dialami, kemudian dokter tidak menemukan adanya kelainan klinis apapun pada diri Anda, maka kondisi ini disebut sebagai sindrom mulut panas primer atau idiopatik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ini diduga karena adanya masalah pada saraf perasa dan sensorik pada sistem saraf pusat Anda.

2. Sekunder

Bila mulut panas dan terasa seperti terbakar disebabkan oleh kondisi medis tertentu, hal ini disebut sebagai sindrom mulut panas sekunder. Beberapa masalah medis yang terkait dengan sindrom mulut panas sekunder adalah sebagai berikut:

  • Mulut kering (xerostomia), dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, masalah dan fungsi kelenjar ludah, atau efek samping dari pengobatan kanker.
  • Masalah mulut lainnya, seperti sariawan, lichen planus atau bercak putih tebal di mulut dan lidah, dan lidah geografis atau peradangan lidah yang menyebabkan lesi berbentuk seperti pulau-pulau pada peta.
  • Kekurangan zat gizi, seperti kekurangan zat besi, seng, asam folat (vitamin B9), thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), piridoksin (vitamin B6), dan kobalamin (vitamin B12).
  • Penggunaan gigi palsu, terutama jika gigi palsu tersebut ternyata tidak cocok dan menyebabkan gangguan pada otot dan jaringan mulut.
  • Alergi, baik karena perasa makanan, bahan tambahan makanan, atau zat pewarna tertentu pada makanan.
  • Asam lambung naik (GERD), atau kondisi naiknya makanan dari lambung ke kerongkongan.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, terutama obat hipertensi.
  • Kebiasaan buruk, seperti menggigit ujung lidah atau menggertakkan gigi (bruxism).
  • Gangguan endokrin, seperti diabetes atau hipotiroidisme.
  • Iritasi mulut yang berlebihan, misalnya karena membersihkan lidah secara berlebihan, menggunakan pasta gigi yang abrasif, keseringan pakai obat kumur, atau terlalu banyak minum minuman asam.
  • Faktor psikologis, seperti kecemasan, depresi, atau stres.
  • Perubahan hormon, biasa dikaitkan dengan kejadian menopause atau penyakit tiroid.

Perhatikan setiap tanda dan gejala sindrom mulut panas

Dilansir dari Mayo Clinic, tidak mudah untuk menemukan tanda-tanda fisik pada lidah atau mulut akibat sindrom mulut panas. Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang bisa Anda waspadai, di antaranya:

  • Sensasi seperti tersiram air panas di lidah, namun bisa juga terasa di seluruh bagian mulut
  • Mulut terasa kering dan cepat haus
  • Mulut terasa pahit
  • Lidah terasa kebas atau mati rasa

Beberapa orang mengalami tanda dan gejala dengan jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang merasakannya setiap hari mulai dari bangun tidur, namun ada pula yang merasakannya hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Walau begitu, sindrom mulut panas umumnya bertahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Oleh karena itu, bila Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala sindrom mulut panas, segera konsultasikan ke dokter atau dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Eucalyptus untuk Usir Bau Mulut saat Puasa

Menurut beberapa penelitian, eucalyptus memiliki manfaat untuk mengusir bau mulut. Tanaman herbal ini juga berguna untuk melindungi gigi dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
daun eucalyptus dan ekstrak minyak eukaliptus yang berguna untuk usir bau mulut dan kesehatan gigi dan mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 20 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Kebiasaan Harian yang Bisa Bantu Mencegah Masalah dalam Mulut

Kebiasaan harian dapat berdampak pada kesehatan. Yuk, lakukan kebiasaan baik ini untuk mencegah masalah dalam mulut, seperti bau mulut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
infeksi mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Menjaga Kebersihan Mulut Agar Tak Jadi Sarang Penyakit

Menjaga kebersihan gigi dan mulut secara optiimal tak hanya dengan gosok gigi saja. Lakukan beberapa langkah ini agar terhindar dari berbagai penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
kebersihan gigi dan mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Menjaga Kebersihan Mulut Saat Berpuasa

Salah satu keluhan saat puasa adalah kesehatan mulut, contohnya seperti bau mulut. Untuk itu, Anda perlu menjaga kesehatan mulut saat puasa dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
menjaga kesehatan mulut saat puasa
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sakit gigi

Berbagai Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti Ampuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 14 menit
kesehatan gigi dan mulut

3 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut demi Senyum yang Indah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ciuman bibir

8 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit