Pada umumnya, pasien demam berdarah membutuhkan waktu selama satu minggu untuk pulih. Supaya masa pemulihan tidak berlangsung lebih lama, Anda perlu melakukan perawatan demam berdarah meski hanya di rumah.
Pada umumnya, pasien demam berdarah membutuhkan waktu selama satu minggu untuk pulih. Supaya masa pemulihan tidak berlangsung lebih lama, Anda perlu melakukan perawatan demam berdarah meski hanya di rumah.

Demi mendukung proses pemulihan dan mengembalikan angka normal trombosit saat demam berdarah, berikut adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan.

Pasien DBD kerap mengalami dehidrasi karena demam tinggi dan muntah berulang kali. Beberapa gejala dehidrasi adalah mulut kering, kelelahan, dan penurunan frekuensi buang air kecil.
Jika tidak diatasi, dehidrasi bisa mengganggu fungsi ginjal dan otak. Dalam kondisi lebih parah, dehidrasi bahkan bisa mengancam nyawa.
Demi mencegah dehidrasi, tingkatkanlah asupan cairan Anda. Selain dengan minum air putih, Anda bisa melakukannya dengan minum jus dan makan sup.
Bila dehidrasi sudah cukup parah, dokter biasanya akan memberikan cairan melalui infus.
Bukan hanya diare, oralit juga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan cairan sebagai bagian dari perawatan pasien demam berdarah (DBD).
Oralit merupakan kombinasi antara glukosa dan natrium. Keduanya bisa membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh pasien DBD yang mengalami dehidrasi ringan hingga menengah.
Selain oralit kemasan, Anda bisa membuat larutan oralit sendiri dengan mencampurkan dua sendok teh gula dan setengah sendok teh garam ke segelas air matang.
Demam dan nyeri adalah dua gejala DBD. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa minum obat pereda nyeri dan demam.
Namun, perlu Anda ingat bahwa tidak semua obat pereda nyeri aman untuk DBD. Ibuprofen dan aspirin justru bisa meningkatkan risiko komplikasi DBD, seperti perdarahan.
Paracetamol merupakan obat yang dinilai aman untuk mengatasi demam berdarah dengue. Meski begitu, Anda sebaiknya tetap membicarakannya dengan dokter.
Jambu biji merupakan salah satu buah yang dianjurkan untuk pasien DBD karena tinggi vitamin C dan trombinol yang dipercaya bisa meningkatkan produksi trombosit.
Selain itu, jambu biji juga kaya akan quercetin yang berfungsi menghambat pertumbuhan virus di dalam tubuh, termasuk virus dengue penyebab demam berdarah.
Tak hanya jambu biji, dokter biasanya juga menyarankan pasien untuk mengonsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti makanan rebus, sayuran hijau, dan buah-buahan.
Selain dari sayur dan buah, dokter bisanya menganjurkan untuk memenuhi asupan vitamin dan mineral tambahan dengan mengonsumsi suplemen.
Pilihlah suplemen vitamin C sebagai terapi pendukung demam berdarah. Pasalnya, vitamin C cukup efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Preventive Medicine (2018) juga menyebutkan bahwa pemberian suplemen zinc bisa mempercepat proses pemulihan pasien DBD.
Meski melakukan pengobatan DBD di rumah, pastikan Anda tetap beristirahat total seperti yang dianjurkan dokter.
Tak hanya memperlambat masa pemulihan, kurang istirahat saat demam berdarah juga bisa meningkatkan risiko perdarahan.
Bicarakan dengan dokter jika gejala demam berdarah justru membuat Anda susah tidur. Jika Anda tidak bisa beristirahat karena susah tidur, dokter mungkin memberikan obat untuk memicu rasa kantuk.

Selama mendapatkan izin dari dokter, Anda bisa menggunakan bahan-bahan alami untuk meredakan gejala demam berdarah.
Salah satu obat tradisional yang dapat membantu Anda melewati fase demam berdarah adalah angkak. Beras merah fermentasi asal Tiongkok ini sudah lama dipercaya bisa meningkatkan kadar trombosit.
Namun, angkak tidak disarankan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan seseorang dengan riwayat penyakit liver.
Tidak semua pasien demam berdarah membutuhkan transfusi. Dokter biasanya memberikan perawatan ini ketika pasien mengalami perdarahan terus-menerus.
Transfusi darah untuk pasien DBD pun biasanya cukup dilakukan dengan transfusi trombosit atau faktor pembekuan.
Selain dikhawatirkan bisa menimbulkan reaksi alergi, pemberian transfusi darah bagi pasien DBD berisiko menyebabkan kebocoran plasma. Ini adalah bentuk komplikasi yang membahayakan nyawa.
Di samping berbagai cara di atas, perawatan terbaik untuk pasien demam berdarah adalah melakukannya secepat mungkin. Oleh karena itu, jangan ragu untuk periksa ke dokter jika Anda merasakan gejalanya.