backup og meta

7 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Tanda dehidrasi pada bayiCara mengatasi bayi dehidrasi

Dehidrasi pada bayi sering kali sulit dikenali karena gejalanya bisa tampak ringan pada awalnya. Padahal, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena tubuh bayi lebih rentan kehilangan cairan dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui berbagai tanda bayi dehidrasi agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

7 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Tanda dehidrasi pada bayi

Dehidrasi pada bayi bisa terjadi akibat diare, muntah, demam, kurang minum ASI atau susu, hingga cuaca panas. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi organ tubuh bayi. 

Berikut ini berbagai ciri bayi kekurangan cairan yang sebaiknya orang tua ketahui.

1. Popok lebih jarang basah

Salah satu gejala bayi dehidrasi yang paling mudah dikenali adalah frekuensi buang air kecil yang menurun. Normalnya, bayi sering pipis sehingga popoknya akan basah beberapa kali dalam sehari, terutama pada bayi yang mendapatkan ASI atau susu yang cukup.

Saat tubuh kekurangan cairan, ginjal akan berusaha menghemat cairan dengan memproduksi urine lebih sedikit. Akibatnya, popok bayi menjadi lebih jarang basah dan urine yang keluar bisa tampak lebih pekat atau berwarna kuning tua.

Orang tua perlu waspada jika popok bayi tetap kering selama lebih dari enam jam atau pipisnya jauh berkurang dibandingkan biasanya. 

2. Bibir dan mulut kering

Bayi yang mengalami dehidrasi biasanya memiliki mulut, lidah, atau bibir yang tampak lebih kering dari biasanya. 

Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan cairan sehingga produksi air liur ikut berkurang. Akibatnya, bibir bayi bisa terlihat pecah-pecah, sedangkan bagian dalam mulutnya terasa lebih lengket.

Anda dapat mencoba memperhatikan kondisi mulut bayi saat menyusu atau menangis. Jika bagian dalam mulutnya tampak kering, ini mungkin salah satu ciri bayi kekurangan cairan.

3. Menangis tanpa air mata

bayi kurang minum air

Saat menangis, bayi normalnya akan mengeluarkan air mata, terutama ketika usianya sudah beberapa bulan. Air mata diproduksi dari cairan tubuh sehingga jumlahnya dapat berkurang ketika bayi mengalami kekurangan cairan.

Pada bayi yang mengalami dehidrasi, tangisan bayi bisa terdengar lebih lemah dan air mata yang keluar sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. 

Kondisi ini terjadi karena tubuh berusaha menghemat cairan sehingga produksi air mata ikut menurun.

4. Bayi tampak lemas

Tanda bayi dehidrasi lainnya adalah tubuh terlihat lemas, kurang aktif, atau tampak lebih mengantuk dari biasanya. Kondisi ini terjadi karena tubuh bayi tidak memiliki cukup cairan untuk menjalankan fungsi tubuh secara optimal sehingga energi bayi ikut menurun.

Bayi yang dehidrasi mungkin menjadi malas menyusu, lebih sering tidur, kurang responsif saat diajak berinteraksi, dan tidak seceria biasanya. 

Pada beberapa kasus, gerakan bayi juga bisa terlihat lebih lambat atau tangisannya terdengar lebih lemah.

5. Mata cekung

Dikutip dari The Royal Children’s Hospital Melbourne, mata bayi yang tampak lebih cekung dari biasanya juga bisa menjadi salah satu tanda bayi dehidrasi. 

Kondisi ini terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan sehingga jaringan di sekitar mata ikut mengalami kekurangan cairan.

Selain itu, area bawah mata bayi mungkin tampak lebih gelap, sedangkan wajah terlihat pucat, lesu, atau tidak segar. Pada beberapa bayi, tatapan mata juga bisa terlihat sayu dan kurang fokus karena kondisi tubuh yang melemah.

Artikel terkait

6. Ubun-ubun cekung

Pada bayi, terutama yang masih berusia di bawah 18 bulan, ubun-ubun memang masih terasa lunak karena tulang tengkoraknya belum menutup sempurna. 

Namun, jika bagian ubun-ubun bayi tampak lebih cekung dari biasanya, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda bayi dehidrasi yang perlu diwaspadai.

Hal ini terjadi karena tubuh bayi kekurangan cairan sehingga volume cairan dalam jaringan tubuh ikut menurun.

7. Rewel tidak biasa

Bayi yang mengalami dehidrasi juga bisa menunjukkan perubahan perilaku, seperti menjadi lebih rewel, mudah menangis, atau sulit ditenangkan. 

Perubahan ini sering kali menjadi tanda awal bahwa bayi merasa tidak nyaman karena kebutuhan cairan tubuhnya tidak terpenuhi dengan baik. 

Rasa haus, tubuh yang lemas, dan kondisi fisik yang tidak nyaman membuat bayi menjadi lebih sensitif dan mudah marah. 

Cara mengatasi bayi dehidrasi

bayi rewel malam hari

Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan, berikut cara mengatasi dehidrasi pada bayi yang bisa Anda lakukan.

  • Berikan ASI atau susu formula secara berkala. Cukup berikan sedikit demi sedikit, tetapi sering.
  • Jaga lingkungan bayi tetap sejuk. Gunakan kipas atau AC untuk menjaga suhu tubuhnya tetap stabil.
  • Perhatikan apakah popok bayi mulai lebih sering basah setelah diberikan cairan. Selain itu, amati juga kondisi bayi, seperti apakah ia mulai lebih aktif, tidak terlalu rewel, dan mau menyusu kembali.
  • Hindari memandikan bayi, baik dengan air hangat atau air dingin, karena dapat membuat tubuhnya semakin tidak nyaman dan berisiko memengaruhi suhu tubuh.

Jika kondisi bayi Anda tak kunjung membaik setelah Anda melakukan berbagai cara di atas, sebaiknya segera bawa ia ke dokter. 

Hal ini terutama jika bayi tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mau menyusu atau minum, serta mengalami demam, muntah, atau diare yang tidak kunjung membaik. 

Selain itu, orang tua juga perlu waspada jika bayi tidak buang air kecil selama beberapa jam karena hal ini bisa menandakan tubuh kekurangan cairan dalam jumlah cukup banyak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Dehydration and Rehydration in Children. (n.d.). Retrieved 13 May 2026, from https://www.ummhealth.org/health-library/dehydration-and-rehydration-in-children

Dehydration – children and babies. (n.d.). Retrieved 13 May 2026, from https://healthify.nz/health-a-z/d/dehydration-children-and-babies

Signs of Dehydration in Infants & Children. (2019). Retrieved 13 May 2026, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/Dehydration.aspx

Dehydration in babies and children. (N.d.). Retrieved 13 May 2026, from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Dehydration/

Dehydration in babies. (n.d.). Retrieved 13 May 2026, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/dehydration-in-babies

Dehydration in babies and children factsheet. (2026). Retrieved 13 May 2026, from https://www.schn.health.nsw.gov.au/factsheets/dehydration-babies-and-children

Tsegaye, A. T., Pavlinac, P. B., Walson, J. L., & Tickell, K. D. (2023). The diagnosis and management of dehydration in children with wasting or nutritional edema: A systematic review. PLOS, 3(11), e0002520. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0002520 

Jones, A., Ahmed, S. M., Platts-Mills, J. A., Kotloff, K. L., Levine, A. C., Nelson, E. J., Pavia, A. T., Khan, A. I., & Leung, D. T. (2024). Etiology of Severely Dehydrating Diarrheal Illness in Infants and Young Children Residing in Low- and Middle-Income Countries. Open Forum Infectious Diseases, 11(11), ofae619. https://doi.org/10.1093/ofid/ofae619

Versi Terbaru

20/08/2026

Ditulis oleh Annisa Putri Larasati, S.Gz

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari


Artikel Terkait

7 Penyebab Bayi Rewel Malam Hari dan Cara Mengatasinya

Kenali Tanda Dehidrasi pada Anak serta Cara Mengatasinya


Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Annisa Putri Larasati, S.Gz · Tanggal diperbarui 4 jam lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan