home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Nyeri di Area Lutut? Berikut Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasinya

Nyeri di Area Lutut? Berikut Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sama halnya dengan rasa nyeri yang mungkin pernah Anda rasakan di area tubuh lainnya, nyeri yang muncul pada lutut juga dapat menimbulkan rasa tak nyaman hingga menghambat aktivitas. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan munculnya rasa nyeri pada lutut. Oleh sebab itu, cara mengatasinya pun tidak boleh sembarangan. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai sakit lutut di bawah ini.

Nyeri lutut, saat lutut terasa sakit dan tak nyaman

olahraga kardio untuk sakit lutut

Rasa nyeri atau sakit di area lutut merupakan salah satu kondisi yang cukup umum terjadi dan banyak dialami oleh orang dari berbagai kelompok usia. Salah satu gejala umum dari gangguan muskuloskeletal ini bisa terjadi karena beragam penyebab.

Mulai dari ligamen yang robek hingga tulang rawan yang putus bisa menjadi penyebab nyeri lutut. Bahkan, kondisi kesehatan seperti arthritis, asam urat, hingga infeksi berpotensi menyebabkan rasa sakit di area lutut.

Umumnya, nyeri lutut bisa diatasi dengan perawatan sederhana yang dilakukan secara mandiri di rumah. Namun, ada kalanya nyeri lutut yang dirasakan mungkin mengharuskan Anda untuk menjalani prosedur operasi.

Gejala yang muncul saat mengalami nyeri lutut

Lokasi rasa sakit di area lutut bisa berbeda-beda. Bahkan, tingkatan nyeri yang dirasakan pun mungkin tidak sama antar satu orang dengan yang lainnya. Biasanya, hal ini ditentukan oleh penyebab dari munculnya rasa sakit. Selain nyeri pada lutut, kondisi ini mungkin akan disertai beberapa tanda dan gejala seperti berikut ini:

  • Pembengkakan dan kekakuan pada area lutut.
  • Muncul kemerahan dan lutut terasa hangat saat disentuh.
  • Lutut terasa lemah dan tidak stabil.
  • Lutut tidak bisa sepenuhnya diluruskan.

Beragam penyebab munculnya rasa nyeri pada area lutut

Ada banyak sekali kemungkinan penyebab lutut terasa sakit. Anda perlu mengetahui apa yang menyebabkan munculnya rasa nyeri di area lutut agar bisa menentukan jenis pengobatan yang tepat. Berbagai penyebab dari gangguan pada sistem gerak manusia ini di antaranya:

1. Cedera

Ada berbagai macam cedera yang mungkin Anda alami di area lutut, sehingga muncul rasa nyeri atau sakit. Cedera yang terjadi dapat memengaruhi ligamen atau tendon yang terdapat di area tersebut. Beberapa cedera yang mungkin terjadi:

Cedera ACL

Cedera anterior cruciate ligamen (ACL) adalah robekan yang terjadi pada ligamen tersebut. Cedera ini biasanya terjadi pada olahragawan yang memerlukan banyak perubahan arah mendadak saat berolahraga. Contohnya, sepak bola, bola basket, dan bola voli. Kondisi ini lebih umum dialami oleh wanita dibanding pria.

Perdarahan di lutut

Cedera dapat merusak tulang dan sendi dalam lutut, menyebabkan keretakan dan perdarahan yang menjalar ke sendi. Anda akan merasakan panas, kaku, bengkak, dan memar di lutut. Segera periksa ke dokter jika lutut Anda terasa makin sakit dan bengkaknya makin besar.

Patah tulang

Saat tempurung lutut atau tulang lain di lutut Anda patah, ini akan menyebabkan rasa sakit tak tertahankan di lutut. Terkadang, serpihan dari tulang yang patah ini bisa merusak sendi maupun jaringan halus di lutut.

Robekan meniskus

Sobekan meniskus biasanya disebabkan karena Anda tanpa sadar melakukan gerakan memutar pada sendi lutut ketika kaki dalam kondisi menapak dan sendi lutut dalam posisi ditekuk.

Meniskus yang robek dapat menyebabkan bagian sisi luar atau sisi dalam lutut Anda terasa nyeri, kaku, dan sulit untuk digerakkan. Jika tidak diobati dengan tepat, nyeri dapat kambuh sewaktu-waktu.

Bursitis lutut

Beberapa gerakan lutut yang repetitif menyebabkan penumpukan cairan di atas sendi lutut. Ini memperparah nyeri saat Anda menekuk lutut sepenuhnya. Bursitis lutut memengaruhi orang dengan pekerjaan tertentu seperti pesepakbola.

Tendinitis patella

Tendinitis patella adalah masalah pada tendon patella. Tendon patella adalah sekelompok jaringan fibrosa yang menghubungkan otot quadriceps di bagian depan tulang paha dengan tulang kering. Orang yang bermain olahraga dengan lompatan seperti bola basket dan bola voli lebih beresiko tinggi untuk kondisi ini.

2. Arthritis

Selain cedera, beberapa jenis radang sendi atau arthritis juga berpotensi menjadi penyebab terjadinya nyeri lutut.

Osteoarthritis

Dengan bertambahnya usia atau penggunaan yang berlebihan, lutut menjadi kurang fleksibel, kaku dan terasa nyeri. Rasa sakit ini bisa memburuk saat Anda menumpukan beban pada lutut. Osteoarthritis juga dapat menyebabkan pembengkakan yang dipenuhi cairan di bagian belakang lutut, yang terasa sangat menyakitkan.

Rheumatoid arthritis (rematik)

Rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri. Kondisi ini bisa terjadi pada setiap sendi tubuh. Rheumatoid arthritis adalah penyakit kronis tetapi bisa menjadi parah.

Gout (asam urat)

Saat tubuh Anda menyimpan terlalu banyak asam urat, ini bisa memicu radang di persendian yang kemudian akan membentuk kristal. Peradangan biasanya dimulai di sendi tertentu di lutut, kemudian menyebar ke sendi lain.

Septic arthritis

Persendian di area lutut mungkin saja mengalami septic arthritis, sehingga terjadi pembengkakan dan menimbulkan rasa sakit serta kemerahan. Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan demam, meski tidak terjadi benturan yang menyebabkan trauma pada sumber rasa sakit.

Jika Anda merasakan nyeri di lutut dengan berbagai gejala yang telah disebutkan di atas, lebih baik segera temui dokter dan periksakan kondisi Anda.

3. Kista baker

Jika terjadi penumpukan cairan di belakang lutut Anda, penyakit kista Baker bisa terjadi. Kista Baker biasanya hanya menyebabkan ketidaknyamanan saja, bukan rasa sakit. Namun, jika kista tersebut terbuka, Anda bisa merasakan sakit luar biasa diiringi pembengkakan dan memar.

4. Osgood-schlatter

Penyakit Osgood-Schlatter disebabkan oleh cedera di lutut saat lutut belum berkembang sempurna. Penderita biasanya merasakan nyeri, bengkak, dan iritasi. Jika Anda sering bermain sepakbola, voli, atau basket, Anda berisiko mengalami masalah ini.

5. Illitobial band syndrome

Anda yang sangat gemar bersepeda mungkin perlu lebih berhati-hati, sebab risiko mengalami iliotibial band syndrome akan lebih tinggi. Kondisi ini ditandai dengan bergesekannya jaringan ligamen bagian luar paha dengan tulang di bagian belakang lutut. Lama-kelamaan, gesekan tersebut menyebabkan iritasi, pembengkakan, serta menimbulkan rasa sakit di belakang lutut.

7. Cedera otot harmstring

Otot hamstring merupakan sekumpulan otot yang terdapat pada bagian belakang paha. Jika tertarik terlalu jauh, otot hamstring dapat mengalami cedera atau robek sehingga menimbulkan rasa sakit, termasuk di bagian belakang lutut. Proses pemulihan otot hamstring biasanya dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Faktor risiko mengalami rasa nyeri di area lutut

Ada beberapa faktor penting yang mungkin dapat meningkatkan risiko Anda mengalami nyeri lutut, seperti:

1. Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko Anda mengalami rasa nyeri di area lutut. Hal ini disebabkan lutut harus menahan beban tubuh lebih berat, khususnya saat melakukan beberapa aktivitas, termasuk berjalan dan naik turun tangga.

Bahkan, tak hanya meningkatkan risiko nyeri lutut, berat badan yang berlebih dapat meningkatkan risiko Anda mengalami osteoarthritis karena kondisi ini meningkatkan risiko kerusakan pada tulang rawan.

2. Otot yang tidak fleksibel dan kuat

Jika Anda memiliki otot yang terlalu kaku dan lemah, Anda mungkin lebih berisiko mengalami cedera lutut. Pasalnya, otot yang kuat dapat membantu menstabilkan dan melindungi persendian. Sementara itu, otot yang fleksibel dapat membantu Anda untuk melakukan berbagai gerakan.

3. Beberapa jenis olahraga dan kegiatan lainnya

Menurut Mayo Clinic, ada beberapa jenis olahraga yang dapat menekan atau meningkatkan stres fisik pada lutut, dibanding olahraga lainnya. Salah satu contohnya adalah olahraga basket. Saat bermain basket, Anda akan sering lompat dan melakukan perubahan gerakan secara tiba-tiba.

Hal tersebut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami cedera lutut. Di sisi lain, ada pula pekerjaan yang mungkin mengharuskan Anda melakukan gerakan berulang yang menimbulkan stres fisik di area lutut, seperti pekerjaan di konstruksi, dan sejenisnya.

4. Cedera yang sebelumnya pernah terjadi

Jika Anda pernah mengalami cedera lutut sebelumnya, Anda akan lebih berisiko mengalami cedera lutut lagi. Hal inilah yang memicu timbulnya rasa nyeri pada area lutut.

Cara mengatasi rasa sakit di area lutut

kompres es setelah cedera

Setelah mengenali penyebabnya, kini Anda bisa tahu bagaimana cara mengatasi sakit atau nyeri pada area lutut. Berikut ini adalah beberapa pengobatan yang bisa meredakan nyeri lutut secara umum:

1. Penggunaan obat-obatan

Salah satu cara untuk meredakan nyeri di area lutut adalah menggunakan obat-obatan. Obat yang dapat mengatasi rasa sakit di lutut adalah:

  • Obat nonsteroid anti-inflamasi (NSAID), seperti ibuprofen, aspirin, dan naproxen.
  • Obat kortikosteroid, baik oral maupun yang diberikan secara injeksi.
  • Obat analgesik.

2. Pengobatan alami

Sebagian dari Anda mungkin lebih nyaman jika mengonsumsi bahan-bahan alami demi meredakan rasa nyeri di area lutut. Anda bisa saja mengonsumsi beberapa bahan alami yang memang dipercaya dapat mengurangi rasa nyeri, seperti berikut.

  • Ekstrak jahe.
  • Kunyit.
  • Kulit pohon willow.

3. Pengobatan alternatif

Pengobatan alternatif yang dimaksud adalah aktivitas yang mungkin dapat membantu pengobatan untuk meringankan rasa nyeri yang terasa di lutut. Di antaranya:

Olahraga dan manajemen berat badan

Melakukan latihan sehari-hari dapat mengurangi nyeri lutut dengan menjaga sendi aktif dan mencegah kekakuan. Semakin Anda kelebihan berat badan, semakin banyak tekanan pada lutut Anda, sehingga sangat penting untuk mengelola berat badan yang sehat.

Terapi kompres panas dan dingin

Kompres panas atau dingin dapat mengurangi nyeri lutut. Gunakan kompres es atau air panas dan terapkan pada daerah nyeri Anda dapat secara efektif mengurangi rasa sakit.

Tai chi

Tai chi adalah latihan untuk meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas. Kegiatan ini juga mengajarkan Anda untuk fokus dan mendisiplinkan pikiran Anda. Tai Chi dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan gerakan bagi mereka yang mengalami nyeri lutut.

4. Operasi

Jika rasa nyeri di lutut disebabkan oleh cedera, mungkin saja Anda direkomendasikan dokter untuk menjalani prosedur operasi. Biasanya, prosedur ini tidak langsung dilakukan setelah Anda didiagnosis mengalami cedera lutut.

Anda akan diminta untuk mempertimbangkan keuntungan dan kerugian menjalani operasi, serta keuntungan dan kerugian menjalani pengobatan lainnya. Hal ini membantu Anda memastikan bahwa keputusan untuk menjalani apapun jenis pengobatannya merupakan keputusan terbaik untuk kondisi kesehatan lutut.

Tips perawatan di rumah untuk sakit lutut

Untuk mengelola nyeri lutut di rumah, ikuti tips berikut:

  • Istirahatkan lutut Anda dan hindari beban kerja yang lebih.
  • Terapkan kompres es pada daerah yang sakit untuk mengurangi rasa sakit.
  • Kompres, atau membungkus lutut untuk mengurangi pembengkakan.
  • Tinggikan lutut dengan meletakkan bantal di bawahnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Knee pain. Retrieved 20 November 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003187.htm

What is knee pain? Retrieved 20 November 2020, from https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/conditions/knee-pain/

Knee Pain. Retrieved 20 November 2020, from https://www.asahq.org/madeforthismoment/pain-management/types-of-pain/knee-pain/

Knee pain. Retrieved 20 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/knee-pain/diagnosis-treatment/drc-20350855

Oh, my aching knees. Retrieved 20 November 2020, from https://www.health.harvard.edu/pain/oh-my-aching-knees

Knee Pain. Retrieved 20 November 2020, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/k/knee-pain.html

Get the facts about knee pain. Retrieved 20 November 2020, from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/get-the-facts-about-knee-pain

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 20/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x