Pantangan Setelah Facial Wajah demi Kesehatan Kulit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Pantangan sesudah facial wajah perlu diketahui demi menjaga kesehatan kulit Anda. Ada beberapa hal yang patut Anda hindari setelah melakukan perawatan facial di klinik kecantikan. Jika tidak, Anda mungkin tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan dari perawatan tersebut. Dana yang sudah digelontorkan pun terasa sia-sia. Karena itu, Anda perlu menyimak ulasan lengkap di bawah ini.

Mengapa Anda perlu melakukan facial wajah?

jenis facial wajah

Facial merupakan perawatan yang dilakukan oleh profesional untuk kulit. Menurut Joanna Vargas, celebrity facialist, kepada Men’s Health, facial biasanya terdiri dari pembersihan, eksfoliasi, pijat, ekstrasi, dan masker.

Tak peduli jenis facial yang Anda lakukan, Anda akan mendapatkan keuntungan berikut ini:

  • Facial merupakan power wash untuk wajah Anda
  • Facial menyingkirkan komedo lebih baik daripada produk pore pack
  • Facial melakukan eksfoliasi (pengelupasan kulit) lebih baik daripada perawatan di rumah
  • Melakukan facial merupakan cara yang baik untuk mempelajari kulit Anda
  • Para profesional facial punya alat-alat yang lebih canggih
  • Facial dapat membuat Anda menikmati waktu santai.

Anda tidak perlu terlalu sering melakukan perawatan facial wajah dengan profesional. Seorang spesialis facial dan perawatan kulit, Debbie Thomas, kepada Women’s Health menyebutkan bahwa facial perlu dilakukan setiap lima sampai tujuh minggu sekali.

Apa pantangan setelah facial wajah?

panduan facial wajah ala salon di rumah

Idealnya, kulit Anda menjadi sangat lembut setelah melewati facial wajah. Tak hanya itu, kulit wajah juga bisa menjadi sangat sensitif. Itulah mengapa merawat wajah dengan benar setelah facial sangat penting.

Berikut pantangan setelah facial wajah yang perlu Anda perhatikan:

Jangan memencet komedo atau jerawat sendiri

Anda memang direkomendasikan untuk selalu menghindari perilaku ini. Namun, pantangannya semakin tinggi ketika Anda baru menyelesaikan sesi facial wajah.

Memencet komedo atau jerawat sendiri dapat menyebabkan luka dan membuat bagian kulit tersebut terlihat semakin parah.

Jangan menggunakan makeup berat dan produk perawatan kulit

Jika kulit Anda beraksi terhadap facial wajah, yaitu merah dan sangat sensitif. Coba menghindari penggunaan makeup selama 24 jam untuk memberi waktu pada kulit agar lebih tenang.

Setelah facial apapun, pori-pori akan terbuka setelah sesi ekstrasi dan steaming. Kalau seudah begini, bakteri akan lebih mudah menyusup ke dalam kulit. Jadi, penting untuk membiarkan kulit pulih selama beberapa waktu.

Jangan terlalu kasar saat membersihkan wajah

Ingatlah bahwa wajah Anda menjadi begitu sensitif setelah melakukan facial. Jadi, Anda perlu bersikap hati-hati dan lembut saat membersihkan wajah Anda.

Hindari pemakaian toner

Hindari pemakaian toner satu hari hingga dua hari setelah pelaksanaan facial wajah, terlebih jika toner mengandung alkohol. Penggunaan zat kimia tersebut dapat membuat iritasi dan kulit kering.

Hindari ruangan atau cuaca panas

Pantangan setelah facial wajah berikutnya adalah berada pada ruangan panas, seperti sauna atau apapun. Kulit Anda telah di-steam ketika facial dan tambahan panas setelahnya dapat membuat kulit lebih sensitif lagi.

Anda juga tidak disarankan melakukan aktivitas di bawah paparan sinar matahari hingga beberapa hari setelah facial wajah. Setelah setidaknya tiga hari setelahnya, Anda diperbolehkan beraktivitas di bawah matahari, tapi jangan lupa untuk menggunakan tabir surya.

Jangan berolahraga

Anda mungkin berencana mengeluarkan keringat dengan berolahraga setelah melakukan facial wajah. Namun, sebaiknya Anda menunda niat tersebut.

Kenaikan panas pada kulit dan keringat dapat menciptakan iritasi pada kulit yang baru dieksfoliasi.

Jangan melakukan waxing

Melakukan waxing juga menjadi pantangan setelah facial wajah. Namun, Anda tak perlu menunggu lama, Anda dapat melakukannya 4-7 hari setelah facial.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 8, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca