Menjadi seorang ibu bisa menjadi perjalanan yang membahagiakan, tetapi tidak sedikit perempuan yang sudah merasa khawatir bahkan sebelum kehamilan dimulai.
Pertanyaan tentang kapan waktu yang tepat untuk memiliki anak, kesiapan fisik dan mental, kondisi finansial, hingga berbagai informasi mengenai kehamilan di media sosial dapat membuat seseorang merasa kewalahan.
Belum lagi ketika melihat teman sebaya sudah menikah, hamil, atau memiliki anak. Tanpa disadari, kebiasaan membandingkan perjalanan hidup sendiri dengan orang lain bisa menambah tekanan.
Padahal, perjalanan setiap perempuan tidak harus berjalan dalam timeline yang sama. Alih-alih terus tenggelam dalam kekhawatiran, rasa khawatir tersebut bisa menjadi pengingat untuk mulai mempersiapkan diri sesuai dengan tahap kehidupan masing-masing.
Wajar khawatir, tetapi setiap perempuan punya timeline berbeda
Media sosial membuat kita semakin mudah mengetahui apa yang sedang terjadi dalam kehidupan orang lain. Namun, apa yang terlihat di layar tidak selalu bisa dijadikan patokan untuk menentukan kapan seseorang harus menikah, memiliki anak, atau mencapai tahap kehidupan tertentu.
Hal ini turut disoroti dalam kampanye #SiapaTakutJadiIbu dari PRENAGEN yang tahun ini membawa pesan “Jangan Cuma Worry.”
Junita, Head of Brand PRENAGEN, mengatakan bahwa setiap tahap kehidupan perempuan memiliki dinamika tersendiri, mulai dari mengenal diri, menyiapkan masa depan, merencanakan kehamilan, hingga membesarkan anak.
“Setiap tahap kehidupan perempuan, mulai dari proses mengenal diri, menyiapkan masa depan, merencanakan kehamilan, hingga membesarkan buah hati, punya cerita dan dinamika tersendiri. Kami memahami bahwa worry adalah hal wajar di tengah derasnya arus informasi,” ujar Junita dalam acara PRENAGEN di Jakarta, 22 September 2026.
Menurutnya, kampanye tersebut ingin mendorong perempuan agar mampu menyaring informasi dan mengambil langkah sesuai dengan kebutuhannya, alih-alih merasa harus mengikuti timeline orang lain.
Pandangan serupa disampaikan Irene Suwandi, Art Content Creator.
“Menurutku, timeline hidup setiap orang itu berbeda dan tidak ada istilah terlambat atau terlalu cepat. Kita tidak perlu cemas hanya karena melihat orang lain berada di fase yang berbeda. Aku memilih fokus menjaga kesehatan, menikmati proses mengenal diri, dan menyiapkan masa depan sesuai ritmeku sendiri,” tuturnya.

Dari worry menjadi persiapan sebelum kehamilan
Bagi perempuan yang memang berencana memiliki anak, kekhawatiran dapat diterjemahkan menjadi langkah yang lebih konkret melalui persiapan sebelum kehamilan.
Persiapan ini bukan hanya perkara menentukan kapan akan hamil.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa perawatan prakehamilan bertujuan mengoptimalkan kesehatan sekaligus menangani faktor risiko yang masih dapat diubah sebelum kehamilan.
Beberapa hal yang dapat dibicarakan bersama dokter antara lain kondisi kesehatan yang sudah dimiliki, obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi, status imunisasi, pola makan, aktivitas fisik, hingga berat badan.
Kondisi kronis tertentu, seperti diabetes, hipertensi, gangguan tiroid, dan masalah kesehatan mental, juga sebaiknya dikelola dengan baik sebelum kehamilan karena dapat memengaruhi perjalanan kehamilan.
Dengan demikian, “siap menjadi ibu” tidak berarti seorang perempuan harus mengetahui semuanya sejak awal. Kesiapan justru dapat dibangun secara bertahap dengan mencari informasi dari sumber terpercaya dan mendapatkan pendampingan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Hal tersebut juga dirasakan oleh content creator Debi Sagita selama menjalani kehamilan.
“Menjalani kehamilan itu rasanya penuh kejutan. Aku belajar bahwa menjadi ibu yang siap bukan berarti harus serba tahu sejak hari pertama. Yang terpenting adalah mau belajar, memiliki support system yang tepat,” ungkapnya.
Nutrisi juga bisa dipersiapkan sebelum hamil
Selain pemeriksaan kesehatan, pemenuhan zat gizi merupakan salah satu bagian penting dalam persiapan kehamilan.
Salah satu zat gizi yang perlu diperhatikan sejak sebelum hamil adalah asam folat.
WHO merekomendasikan perempuan yang sedang mencoba hamil untuk mengonsumsi suplemen asam folat sebanyak 400 mikrogram (µg) setiap hari sejak mulai mencoba hamil hingga usia kehamilan 12 minggu. Asam folat berperan penting dalam membantu mencegah neural tube defects atau kelainan tabung saraf pada janin.
Selama kehamilan, kebutuhan tubuh terhadap beberapa zat gizi juga berubah. WHO, misalnya, merekomendasikan suplementasi zat besi dan asam folat setiap hari selama kehamilan untuk membantu mencegah anemia pada ibu serta sejumlah risiko kehamilan lainnya.
Namun, memenuhi kebutuhan nutrisi bukan berarti hanya mengandalkan satu makanan, minuman, atau suplemen tertentu.
Pola makan bergizi seimbang tetap menjadi fondasinya. Kebutuhan setiap ibu pun dapat berbeda tergantung kondisi kesehatan, pola makan, dan perjalanan kehamilannya. Oleh sebab itu, penggunaan suplemen dan kebutuhan nutrisi tertentu sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter atau tenaga kesehatan.
Ji Chang Wook ikut membawa pesan “Jangan Cuma Worry”
Menariknya, PRENAGEN menggunakan pendekatan pop culture untuk menyampaikan pesan tersebut dengan menggandeng aktor Korea Selatan Ji Chang Wook sebagai Brand Ambassador.
Kehadiran bintang drama Korea tersebut cukup relevan dengan kedekatan perempuan Indonesia terhadap Korean Wave.
Survei Jakpat Korean Drama Trends in Indonesia yang dilakukan terhadap 1.211 responden pada April 2025 menemukan bahwa 51% responden menonton drama Korea. Survei tersebut juga mengeksplorasi bagaimana budaya Korea telah menjadi bagian dari konsumsi hiburan masyarakat Indonesia.
Inisial Ji Chang Wook, yaitu JCW, kemudian diterjemahkan PRENAGEN menjadi “Jangan Cuma Worry”, sebagai kelanjutan kampanye #SiapaTakutJadiIbu.
“Drama Korea sering kali menjadi safe space dan tempat recharge bagi banyak perempuan. Beragam karakter hangat yang dibawakan Ji Chang Wook selalu sukses memberikan kebahagiaan dan rasa nyaman. Semangat hangat itulah yang kami terjemahkan ke dalam pesan Jangan Cuma Worry, sebuah ajakan santai agar perempuan tidak berhenti pada rasa takut, tetapi mulai melangkah sesuai timeline uniknya sendiri,” jelas Junita.
Dukungan nutrisi untuk perjalanan menjadi ibu
Selain melalui kampanye tersebut, PRENAGEN menghadirkan rangkaian produk nutrisi yang ditujukan untuk mendampingi perempuan mulai dari tahap persiapan kehamilan, kehamilan, hingga menyusui.
Salah satu inovasi terbarunya adalah PRENAGEN Mommy No Added Sugar yang tersedia dalam bentuk Stick Pack dan UHT.
Produk itu disebut bisa jadi sumber protein yang juga mengandung asam folat, zat besi, vitamin D, dan DHA. Sementara varian UHT No Added Sugar mengandung asam folat, tinggi kalsium, dan rendah lemak.
Kehadiran format stick pack dan ready to drink juga ditujukan untuk memberikan pilihan yang lebih praktis bagi perempuan dengan aktivitas sehari-hari yang padat.
Meski begitu, produk nutrisi bukan satu-satunya penentu kesiapan menjalani kehamilan. Kebutuhan gizi sebaiknya tetap dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang, sementara penggunaan suplemen atau produk nutrisi tambahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Pada akhirnya, tidak ada satu timeline yang berlaku untuk semua perempuan.
Jika saat ini Anda belum berencana memiliki anak, menjaga kesehatan fisik dan mental tetap menjadi investasi untuk diri sendiri. Sementara bila sudah mulai merencanakan kehamilan, rasa khawatir dapat diarahkan menjadi langkah nyata, seperti mengevaluasi pola hidup, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Menjadi siap bukan berarti harus bebas dari rasa khawatir. Yang lebih penting adalah mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika kekhawatiran tersebut muncul.
Kesimpulan
- Setiap perempuan memiliki timeline kehidupan dan kesiapan menjadi ibu yang berbeda.
- Persiapan kehamilan dapat dimulai dengan mengevaluasi kesehatan, pola makan, obat atau suplemen yang dikonsumsi, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan tertentu.
- Asam folat penting diperhatikan sejak sebelum kehamilan. WHO merekomendasikan 400 µg asam folat per hari sejak mulai mencoba hamil hingga usia kehamilan 12 minggu.
- Kebutuhan nutrisi meningkat dan berubah selama kehamilan sehingga pola makan bergizi seimbang tetap menjadi dasar pemenuhannya.
- Produk nutrisi dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi asupan, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.