Wajarkah Bila Anak Jadi Lebih Cepat Gemuk Saat Puber?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak yang mulai memasuki masa remaja awal (alias puber) sering kali mengeluh berat badannya cepat naik, khususnya anak perempuan. Apalagi kalau teman-teman sebayanya mulai mengejeknya. Alhasil, anak jadi tak percaya diri, bahkan sampai memutuskan untuk diet. Padahal, wajar saja kalau berat badan anak naik saat puber.

Memahami pertumbuhan anak pada masa puber

berat badan naik saat haid

Puber atau pubertas merupakan tanda anak sudah mulai memasuki usia remaja. Di masa inilah terjadi puncak pertumbuhan (growth spurt) anak, alias masa pertumbuhan kedua tercepat setelah masa bayi.

Saat memasuki masa pubertas, anak akan mengalami banyak perubahan pada tubuhnya, baik secara fisik maupun emosional. Perubahan yang paling mudah dilihat tentu dari segi fisiknya, yaitu bertambahnya tinggi badan dan berat badan.

Ini artinya, berat badan naik saat puber merupakan hal yang normal dan sehat. Bahkan, Children’s Youth and Women’s Health Service (CYWHS) mengungkapkan bahwa berat badan yang tidak naik saat puber justru tidak baik untuk kesehatan remaja, seperti dilansir dari Livestrong.

Apa penyebab berat badan anak naik saat puber?

anak boleh diet

Berat badan anak naik saat puber disebabkan oleh perubahan hormon GnRH (gonadotropin-releasing hormone) yang diproduksi oleh otak. Hormon inilah yang bertugas untuk mematangkan fungsi organ-organ tubuh anak selama masa puber.

Ketika anak perempuan mengalami masa puber, tubuhnya akan mulai memproduksi lebih banyak lemak di bagian perut. Lemak ini kemudian akan mulai menyebar ke bagian pinggul, paha, hingga payudara. Itulah mengapa, anak perempuan yang sudah puber juga akan mengalami pertumbuhan payudara.

Sementara itu, anak laki-laki juga akan mengalami kenaikan berat badan yang sama seperti anak perempuan. Bedanya, hal ini tidak ditunjukkan dengan timbunan lemak di tubuh, tetapi lebih kepada peningkatan massa otot.

Ya, anak laki-laki yang sedang puber cenderung lebih berotot daripada sebelumnya, terutama otot di sekitar dada dan bahu. Itulah mengapa, anak laki-laki memiliki bahu yang lebih lebar dan dada yang lebih bidang saat beranjak remaja.

Bagaimana cara menjaga berat badan tetap sehat selama puber?

remaja perempuan butuh lebih banyak zat besi

Bila berat badan anak naik saat puber, anak mungkin jadi tidak percaya diri. Walau begitu, bukan berarti anak boleh diet asal-asalan supaya berat badannya turun dan kembali ideal.

Sebetulnya, anak tidak perlu diet hanya untuk menurunkan berat badannya yang naik saat puber. Bukannya membuat berat badannya langsing, hal ini justru dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan seksualnya.

Ketimbang membiarkan anak diet, sebaiknya atur pola makan anak supaya berat badannya tetap stabil. Berikan berbagai makanan yang sehat dan bergizi seperti daging rendah lemak tanpa kulit, ikan, biji-bijian, sayur, dan buah-buahan.

Kalau anak hobi makan junk food, makanan ringan, atau makanan manis, sebaiknya segera jauhkan semua jenis makanan ini dari jangkauan anak. Perlu dicatat bahwa makanan tersebut merupakan penyebab terbesar kenaikan berat badan pada anak.

Selain itu, hal ini juga perlu diimbangi dengan olahraga secara teratur. Selain mencegah risiko obesitas pada anak, rutin olahraga juga dapat membentuk postur tubuh yang ideal dan meningkatkan rasa percaya diri anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Fakta Menarik Tentang Pusar Alias “Udel” Manusia

Tahukah Anda bahwa udel alias pusar ternyata termasuk salah satu zona sensitif secara seksual? Simak berbagai fakta lain tentang pusar manusia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Masker dari Air Mani Pria Bisa Membuat Kulit Wajah Mulus dan Awet Muda?

Tren masker wajah yang mengandung air mani pria sempat booming karena katanya dapat menghaluskan keriput. Namun, hati-hati. Tidak semua klaim itu benar.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat teh chamomile

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Sinar Matahari Pagi, Siang, dan Sore: Mana yang Paling Sehat?

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit