Apa Itu Ventricular Tachycardia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu ventricular tachycardia?

Ventricular tachycardia (VT) atau ventrikel takikardi adalah kondisi serius yang menyebabkan jantung berdetak jauh lebih cepat dari biasanya (takikardi). Pada kondisi yang normal, jantung Anda berdetak 60-100 kali per menit. Detak sebanyak ini cukup untuk menyuplai volume darah menuju paru-paru dan sirkulasi periferal.

Namun, pada kondisi VT, jantung Anda berdetak sebanyak lebih dari 100 detak per menit, dengan setidaknya 3 detak jantung yang tidak normal berturut-turut (heart circle).

Percepatan detak jantung umumnya disebabkan oleh masalah pada aliran listrik atau elektrik pada jantung. Namun, tidak menutup kemungkinan terdapat masalah lain pada jantung yang dapat memicu terjadinya kondisi ini.

Seberapa umumkah ventricular tachycardia?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, pada wanita dan pria. Pada pasien dengan penyakit jantung yang berisiko tinggi terkait dengan aritimia ventrikel atau pasien muda atau paruh baya tanpa kelainan struktur jantung.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ventricular tachycardia?

Jika detak jantung Anda bertambah cepat (berdebar-debar) hanya beberapa detik, Anda mungkin tidak merasakan ada yang salah. Jika kondisi berlangsung lebih lama, Anda dapat menyadari jantung Anda berdetak lebih cepat, kencang, atau berhenti selama sepersekian detik. Jenis perubahan detak jantung ini disebut palpitasi. Gejala lainnya meliputi:

  • Pusing
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Pingsan (syncope)

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter atau ambulans bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit

Jika Anda tidak mengalami gejala ini, namun sering merasa jantung Anda berdetak cepat atau tidak teratur, konsultasikanlah dengan dokter atau perawat Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu memeriksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh ventricular tachycardia?

Komplikasi atau masalah yang diakibatkan oleh ventrikel takikardi tergantung pada tingkat keparahannya, durasi percepatan detak jantung, seberapa sering kondisi tersebut terjadi, serta adanya masalah jantung lainnya.

Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin dapat terjadi:

  • Jantung tidak mampu memompa darah yang cukup (gagal jantung)
  • Sering pingsan dan tidak sadarkan diri
  • Henti jantung (cardiac arrest) yang berpotensi menyebabkan kematian

Penyebab

Apa penyebab ventricular tachycardia?

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh masalah pada sistem elektrik atau listrik pada jantung. Ventrikel jantung (bagian utama dari jantung yang memompa darah) mengirimkan sinyal elektrik abnormal yang mempercepat detak jantung.

Selain itu, peningkatan detak jantung juga terkadang merupakan respon normal terhadap masalah otot perut, dan hal tersebut merupakan mekanisme refleks normal.

Kondisi-kondisi tersebut meningkatkan ritme dan laju jantung menyediakan volume darah  yang diperlukan tubuh secara efisien. Namun, jika terlalu sering terjadi, takikardi dapat membahayakan otot jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan baik.

Masalah sistem elektrik biasanya disebabkan oleh kondisi jantung lain, seperti:

  • Penyakit jantung
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Operasi jantung
  • Infeksi pada jantung, atau miokarditis

Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh:

  • Obat-obatan untuk mengendalikan penyakit ritme jantung
  • Perubahan pada darah (seperti memiliki terlalu sedikit atau terlalu banyak zat kimia tertentu dalam darah)
  • Tidak mendapatkan cukup oksigen

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami ventricular tachycardia?

Ventricular tachycardia adalah suatu penyakit yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari apa kelompok usia dan golongan rasnya. Namun, terdapat berbagai jenis faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini.

Perlu Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terserang suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Dalam beberapa kasus, terdapat penderita penyakit tertentu yang tidak memiliki satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu kondisi ini:

1. Usia

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien dewasa dan berusia lanjut. Semakin bertambah usia Anda, maka semakin tinggi pula risiko Anda untuk terkena penyakit ini.

2. Menderita penyakit jantung koroner atau kelainan jantung lainnya

Jika Anda memiliki masalah pada jantung, seperti penyakit jantung koroner atau kardiomiopati hipertropik, peluang Anda untuk mengalami percepatan detak jantung jauh lebih besar.

3. Riwayat penyakit keluarga

Apabila terdapat anggota keluarga Anda yang menderita kondisi yang sama, kesempatan Anda untuk mengalami takikardi pun jauh lebih besar.

Faktor-faktor risiko lainnya yang dapat memengaruhi kondisi ini adalah:

  • Percepatan detak jantung mendadak yang terus menerus berlangsung
  • Sejarah keluarga terhadap SCD prematur
  • Sering pingsan tanpa penyebab jelas
  • Respon tekanan darah abnormal terhadap olahraga
  • NSVT

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana ventricular tachycardia didiagnosis?

Untuk mendiagnosis ventrikel takikardi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pertama, Anda akan ditanyai mengenai gejala-gejala yang dialami, riwayat penyakit Anda, serta anggota keluarga yang juga memiliki masalah jantung.

Dokter akan melakukan beberapa tes yang dapat memberikan hasil diagnosis lebih akurat. Dalam beberapa kasus, kondisi ini mungkin menjadi keadaan gawat darurat yang membutuhkan diagnosis dan pertolongan sesegera mungkin.

Berikut adalah beberapa tes yang umumnya dilakukan dokter dalam mendiagnosis:

1. Elektrokardiogram (EKG)

Tes elektrokardiogram atau EKG adalah salah satu prosedur yang paling umum dilakukan untuk mendiagnosis masalah jantung. Tes ini menggunakan alat yang mendeteksi dan merekam aktivitas listrik jantung Anda, dengan menggunakan sensor kecil (elektrokda) yang ditempelkan di dada dan lengan Anda.

EKG merekam waktu dan kekuatan sinyal listrik jantung Anda. Dokter dapat melihat pola sinyal tersebut untuk menentukan jenis takikardia apa yang Anda derita, serta bagaimana masalah pada jantung dapat memicu percepatan detak jantung.

Dokter juga mungkin akan menyarankan penggunaan alat EKG portable yang dapat Anda gunakan di rumah. Alat-alat tersebut adalah:

  • Holter monitor
  • Event monitor
  • Monitor transtelefonik
  • Implantable loop recorder

2. Tes pencitraan

Dokter juga mungkin akan melakukan beberapa jenis tes pencitraan atau pengambilan gambar yang lebih detail pada jantung Anda. Tes ini dapat membantu melihat struktur jantung serta aliran darah tubuh Anda.

Berikut adalah jenis-jenis tes pencitraan yang direkomendasikan:

  • Ekokardiogram

Tes ekokardiogram menghasilkan tampilan visual bergerak dari jantung Anda, dengan menggunakan gelombang suara melalui alat yang ditempelkan di dada Anda.

Gelombang suara tersebut dapat mendeteksi adanya kelainan pada katup dan otot jantung, yang dapat memengaruhi aliran darah dari dan menuju jantung.

  • Magnetic resonance imaging (MRI)

MRI scan dapat menghasilkan gambar dan video yang mendetail dari aliran darah, sehingga dokter dapat mengetahui adanya kelainan pada jantung.

  • Computerized tomography (CT)

CT scan menggabungkan beberapa gambar hasil X-ray untuk menunjukkan gambar jantung dari berbagai sisi.

  • Angiogram koroner

Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana aliran darah pada jantung dan pembuluh darah Anda. Tes ini juga dapat membantu dokter mengetahui apakah ada penyumbatan atau penghalang pada pembuluh darah.

Tes ini dilakukan dengan tinta khusus yang disuntikkan ke dalam arteri koroner Anda. Kemudian, cairan tinta tersebut akan dideteksi dengan X-ray khusus.

3. Tes stres

Dokter akan merekomendasikan tes stres untuk melihat bagaimana jantung Anda bekerja ketika tubuh Anda sedang melakukan kegiatan berat, atau diberikan obat-obatan tertentu yang mempercepat detak jantung.

Pada tes ini, elektroda akan ditempelkan di dada Anda untuk memantau kinerja jantung Anda selama Anda berolahraga, biasanya dengan berjalan di treadmill.

4. Tes elektrofisiologikal

Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda melakukan tes elektrofisiologikal untuk mengetahui aktivitas listrik jantung Anda secara lebih mendalam.

Pada tes ini, dokter akan memasukkan kateter kecil dengan elektroda di bagian ujungnya. Kateter ini dimasukkan melalui pangkal pada atau leher, yang kemudian akan melewati pembuluh darah dan menuju beberapa titik jantung Anda.

Bagaimana ventricular tachycardia ditangani?

Tujuan dari pengobatan ventrikel takikardi adalah mengembalikan detak jantung Anda ke ritme semula, mengatur denyut jantung, serta mencegah terjadinya kemungkinan kambuh.

Pengobatan tergantung pada penyebab dibalik percepatan detak jantung, serta tingkat keparahan yang Anda derita.

Terdapat 2 jenis ventricular tachycardia, yaitu berkelanjutan dan tidak berkelanjutan. Pada jenis yang tidak berkelanjutan, percepatan detak jantung hanya terjadi selama 30 detik dan akan mereda dengan sendirinya.

Sementara itu, jika percepatan detak jantung berlangsung selama lebih dari 30 detik dan memengaruhi aliran darah dalam tubuh, kondisi ini tergolong dalam jenis yang berkelanjutan.

Beberapa jenis pengobatan dan perawatan meliputi:

1. Pengobatan darurat

Ventrikel takikardi berkelanjutan umumnya dapat mengakibatkan kematian mendadak dan membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.

Pengobatan biasanya dilakukan dengan cara mengalirkan arus listrik menuju jantung dengan alat defibrilasi. Prosedur ini juga dapat dilakukan dengan pemberian obat melalui infus atau diminum.

2. Penanganan untuk mencegah percepatan detak jantung

Pasien dengan takikardi jenis berkelanjutan dan tidak berkelanjutan sama-sama membutuhkan penanganan medis yang dapat mencegah percepatan jantung kembali terjadi atau munculnya komplikasi.

  • Ablasi kateter

Prosedur ini dilakukan ketika percepatan detak jantung diakibatkan oleh aliran listrik jantung yang tidak normal.

Dokter akan memasukkan kateter melalui pangkal paha atau leher, kemudian masuk menuju pembuluh darah pada jantung Anda.

Lalu, ujung kateter yang dilengkapi dengan elektroda akan menghantarkan suhu panas, dingin, atau energi frekuensi radio untuk memengaruhi aliran listrik pada jantung.

  • Pacemaker

Perangkat yang disebut pacemaker akan dipasangkan oleh dokter ke tubuh Anda. Pacemaker mengirimkan sinyal listrik ke jantung untuk mengendalikan detak jantung.

  • Obat-obatan

Obat-obatan anti-aritmia, diberikan untuk mencegah percepatan detak jantung apabila dikonsumsi secara rutin.

  • Implantable cardioverter-defibrillator (ICD)

Alat kecil bernama ICD ini ditanam di dada Anda. ICD akan memantau detak jantung Anda, mendeteksi adanya peningkatan denyut jantung, serta memberikan aliran listrik secukupnya untuk mengembalikan detak jantung.

  • Operasi

Operasi dilakukan untuk menciptakan jaringan luka pada jantung. Hal ini dapat menghambat aliran sinyal listrik yang abnormal.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ventricular tachycardia?

Memiliki jantung yang bermasalah dapat memicu terjadinya berbagai komplikasi kesehatan, termasuk ventrikel takikardi. Namun, faktor-faktor pemicu tersebut tentunya dapat Anda cegah dengan cara melakukan perubahan gaya hidup.

Dengan mengikuti tips di bawah, kesehatan jantung Anda tetap terjaga, sehingga penyakit jantung pun dapat dicegah.

1. Berolahraga

Apabila Anda menerapkan gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga, Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Tidak perlu melakukan olahraga yang berat dan terlalu intens. Yang terpenting adalah Anda melakukannya dengan rutin, misalnya 4-5 kali seminggu selama 30 menit.

2. Menjaga pola makan yang sehat

Sama dengan berolahraga, memilih menu makanan yang sehat dan bernutrisi juga dapat membantu mengurangi peluang Anda mengalami masalah jantung.

Kombinasi olahraga dan pola makan sehat dapat membantu Anda memiliki berat badan yang ideal. Masalah pada jantung, termasuk ventrikel takikardi, akan lebih muda terjadi pada tubuh dengan berat badan berlebih atau obesitas.

3. Berhenti merokok

Rokok dapat menimbulkan beragam masalah pada tubuh secara keseluruhan, termasuk ventrikel takikardi. Maka dari itu, usahakan untuk mulai mengurangi rokok, lalu berhenti sama sekali.

Jika Anda mengalami kesulitan berhenti merokok, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.

4. Tidak minum alkohol berlebihan

Jika Anda masih ingin minum minuman beralkohol, minumlah secukupnya. Untuk orang dewasa, sebaiknya tidak minum lebih dari  1 atau 2 gelas sehari. Namun, akan lebih baik apabila Anda benar-benar berhenti minum.

5. Gunakan obat-obatan bebas berdasarkan dosis

Beberapa obat demam dan flu yang dijual bebas tanpa resep dokter dapat memicu percepatan detak jantung. Sebaiknya tanyakan ke dokter jenis obat apa yang harus Anda hindari.

6. Batasi konsumsi kafein

Kafein yang berlebihan juga dapat menyebabkan percepatan detak jantung. Maka dari itu, ada baiknya Anda mengurangi atau membatasi konsumsi kafein. Hindar minum kopi lebih dari 2 gelas sehari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 29, 2019

Sumber