Apa itu otak-trauma?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu trauma otak?

Trauma otak adalah kondisiyang sering terjadi karena berbagai macam hal termasuk perdarahan dan syok hebat pada otak. Trauma-trauma ini diklasifikasikan menurut tingkat keparahan atau tipe trauma . Ditambah lagi,  trauma dapat juga diklasifikasikan menurut tingkat keretakan tengkorak, luka pada otak, atau lokasi pendarahan dalam.

Banyak orang pernah terkena trauma kepala ringan. Namun trauma kepala yang menyebabkan trauma otak beratdapat membuat komplikasi hingga penyakit yang parah atau bahkan kematian.

Seberapa umumkah trauma otak?

Trauma otak umumnya terjadi pada orang-orang di bawah usia 35 tahun dan pada lansia. Kejadian pada pria dua kali lipat lebih umum terjadi dibandingkan pada wanita. Anda dapat mengurangi faktor risiko terkena kondisi ini. Hubungi dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala trauma otak?

Gejala dari trauma otak tergantung pada tipe dan tingkat keparahan dari trauma. Gejala-gejala dapat terjadi langsung atau berkembang secara perlahan. Orang-orang dengan trauma otak ringan dapat juga kehilangan kesadaran sementara.

Gejala-gejala lain yang terkait termasuk sakit kepala, gangguan perilaku, pusing, vertigo, tinnitus, dan kelelahan. Pasien juga dapat mengalami gangguan tidur dan gangguan emosional, kesulitan dalam mengingat, kesulitan berkonsentrasi, memperhatikan, atau berpikir.

Trauma otak sedang atau berat dapat mengakibatkan sakit kepala yang parah, muntah, mual, kejang, tidak dapat bangun, mydriasis, dan kesulitan berbicara. Di samping itu, kelelahan yang parah, kelumpuhan, kehilangan koordinasi, kebingungan, kegelisahan, atau agitasi juga dapat terjadi.

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Temui dokter apabila Anda mengalami trauma pada kepala lalu merasa tidak nyaman atau ada perubahan pada perilaku. Apabila telah mengalami trauma belakangan ini, segeralah periksakan ke rumah sakit.

Penyebab

Apa penyebab trauma otak?

Trauma otak dapat terjadi karena benturan tiba-tiba pada kepala atau saat sesuatu membentur otak. Penyebab umum adalah cedera pada kepala, kecelakaan mobil, jatuh, diserang atau dipukul, atau olahraga. Dapat juga terjadi karena tembakan peluru di kepala dan objek lain seperti pisau atau tulang di kepala.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk trauma otak?

Trauma otak adalah kondisi yang bisa terjadi akibat beberapa faktor risiko. Secara lebih spesifik, kelompok usia berikut memiliki risiko lebih tinggi:

  • Anak-anak khususnya bayi hingga balita
  • Orang-orang dengan usia muda khususnya di antara usia 15-24 tahun.
  • Lansia berusia 75 tahun ke atas.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk trauma otak?

Untuk kasus trauma ringan, umumnya hanya dilakukan observasi dan mengobati gejala-gejalanya (misalnya obat penghilang rasa sakit untuk sakit kepala). Dalam 24 jam pertama sejak trauma, pasien harus dibangunkan setiap 2 jam untuk memeriksa tanda-tanda dari trauma sekunder. Mengonsumsi obat penenang dan mengangkat kepala dapat membantu mengontrol gejala-gejala.

Saat tekanan di dalam tengkorak dan otak meningkat, pasien akan dimonitor. Apabila terdapat beberapa peradarahan atau ada perdarahan yang parah, kemungkinan operasi diperlukan (contoh: craniotomy untuk mengangkat gumpalan darah). Proses membersikan luka terbuka dan lesi diperlukan untuk mengurangi kemungkinan infeksi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk trauma otak?

Trauma otak adalah kondisi yang hanya bisa didiagnosis  oleh dokter dengan cara melakukan pemeriksaan klinik (khususnya lewat pergerakan mata dan pupil) dan pemeriksaan dasar (pemeriksaan pernapasan, sirkulasi). Ini diperlukan untuk membuat diagnosis yang akurat. Skala Glasgow (dengan jangkauan 3-15) akan digunakan untuk memastikan tingkat keparahan dari cedera kepala. CT scan dilakukan untuk menentukan cedera kepala sedang dan parah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi trauma otak?

Trauma otak adalah kondisi yang bisa diringankan gejalanya dengan haya hidup dan pengobatan rumahan berikut:

  • Gunakan perlengkapan keselamatan apabila beraktivitas di jalanan dan olahraga (misalnya bersepeda, skateboarding, atau bermain olahraga ekstrem);
  • Patuhi peraturan lalu lintas;
  • Apabila dalam anggota keluarga terdapat anak-anak yang cedera otak, pastikan anak tersebut dibawa ke rumah sakit dan dimonitor setelah cedera pada kepala, khususnya jika cedera berat;
  • Jangan mengonsumsi alkohol apabila akan berkendara, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah ke dokter untuk memahami solusi yang terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 9, 2018

Yang juga perlu Anda baca