Bolehkah Medical Check Up Saat Haid?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Medical check up merupakan rangkaian pemeriksaan kesehatan di rumah sakit untuk memeriksa kondisi tubuh secara keseluruhan. Selain sebagai pemeriksaan rutin, medical check up juga berguna untuk mendeteksi secara dini penyakit yang muncul di tubuh Anda. Namun, banyak wanita yang mempertanyakan apakah medical check up saat haid dibolehkan? Pasalnya, menstruasi sering kali datang tiba-tiba setiap bulannya. Untuk menjawabnya, simak ulasannya berikut ini.

Bolehkah medical check up saat haid?

Meskipun pada setiap wanita siklus menstruasinya berbeda-beda, umumnya perdarahan haid berlangsung selama 3-7 hari. Nah, kedatangannya yang tiba-tiba dan bisa saja membuat perencanaan yang telah Anda buat sedikit berantakan, salah satunya rencana untuk medical check up. 

Mengapa begitu? Hal ini dikarenakan melakukan medical check up saat haid tidak disarankan karena dapat mengganggu hasil tes. Sebenarnya hal ini tidak dilarang, tapi sebaiknya ditunda sampai haid berakhir, yakni tujuh hari setelah menstruasi (bukan hari ke-7 setelah hari pertama perdarahan). Pasalnya, salah satu prosedur wajib dalam pemeriksaan kesehatan adalah tes urine. Tes urine dilakukan untuk mendeteksi penyakit tertentu di awal kemunculannya seperti penyakit ginjal, hati, infeksi saluran kencing, dan diabetes.

Dikutip dari Healthline, dokter akan menganalisis urine dengan tiga cara, yaitu:

  • Pemeriksaan mikroskopis untuk memeriksa zat-zat kecil yang seharusnya tidak ada di dalam urine.
  • Pemeriksaan secara visual untuk memeriksa warna, bau, dan tampilan urine.
  • Pemeriksaan dengan tes dipstick menggunakan strip plastik tipis yang akan ditandai dengan perubahan warna sesuai kandungan di dalam urine.

Untuk memeriksa kandungan urine secara akurat, tentu diperlukan urine murni tanpa tambahan apa pun di dalamnya. Sedangkan saat Anda haid, urine kemungkinan besar bercampur dengan darah dan cairan keputihan. Hal ini diakibatkan vagina dan lubang kencing jaraknya berdekatan sehingga sulit untuk mendapatkan urine yang tidak tercemari oleh darah haid. Darah inilah yang nantinya bisa memengaruhi dan membuat hasil tes urine menjadi tidak akurat. Selain itu, adanya kontaminasi pada sampel urine bisa mengarah pada diagnosis positif palsu yang membuat dokter menyimpulkan adanya kerusakan pada sistem kemih Anda akibat adanya darah di urine.

Oleh karena itu, jika Anda sudah membuat jadwal dan tiba-tiba tamu bulanan Anda datang, sebaiknya segera bicarakan dengan petugas kesehatan Anda. Namun, jika pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bersifat darurat karena Anda sedang mengalami kondisi yang sangat parah, kemungkinan dokter akan tetap menjalankan tes urine. Hal ini dilakukan untuk membantu mendiagnosis penyebab dari masalah kesehatan yang sedang Anda alami berdasarkan gejala-gejala yang menyertainya.

Anda bisa menampung urine dengan menahan sementara laju menstruasi. Caranya dengan menutup bukaan vagina menggunakan kain bersih atau handuk yang dapat menyerap darah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko urine terkontaminasi oleh darah.

pergi ke dokter kandungan

Selain haid, hal apa lagi perlu diperhatikan sebelum pemeriksaan kesehatan?

Selain memerhatikan jadwal haid, Anda juga perlu mempersiapkan hal lainnya untuk membantu mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat. Biasanya, Anda perlu mempersiapkan beberapa hal berikut seperti:

  • Daftar obat yang sedang dikonsumsi, baik obat dokter maupun herbal.
  • Gejala dan keluhan yang selama ini dialami.
  • Riwayat kesehatan dan operasi.
  • Berpuasa sesuai dengan anjuran dokter dan petugas medis.
  • Melepas semua perhiasan untuk melancarkan proses pemeriksaan.

Selalu konsultasikan dengan dokter atau petugas medis sebelum Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan. Jangan sungkan untuk menanyakan hal-hal yang masih mengganjal dan ingin Anda tanyakan agar semua informasi dapat dengan jelas Anda dapatkan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Medical check up dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan yang dimiliki. Tes pemeriksaan apa saja yang biasa dilakukan dalam medical check up?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Uji Tusuk Kulit (Skin Prick Test Allergy)

Uji tusuk kulit adalah tes untuk memeriksa dan mengetahui jenis alergi Anda. Ketahui persiapan dan proses tes alergi ini dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Tes Tempel (Skin Patch Test)

Tes tempel (skin patch test) adalah metode untuk memastikan apa pemicu alergi Anda. Cari tahu persiapan, proses, dan cara baca hasilnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pelancar haid

6 Obat Pelancar Haid untuk Anda yang Sering Telat Datang Bulan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
setelah kuret

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyakit dismenore

Dismenore

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit