Skoliosis adalah kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas dengan kisaran usia 10 hingga 15 tahun. Anak laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama untuk mengidap skoliosis ringan, namun anak perempuan lebih rentan untuk mengalami perburukan gejala sehingga memerlukan penanganan yang memadai. Jika Anda atau anak Anda mengalami hal ini, Anda bisa pertimbangkan mencoba salah satu terapi skoliosis berikut ini.

Terapi skoliosis dengan penggunaan brace

Jika Anda memiliki lengkungan sebesar 25 sampai 40 derajat pada tulang belakang, dan masih dalam masa pertumbuhan, dokter mungkin merekomendasikan Anda untuk memakai brace. Tujuan dari pemakaian brace ini adalah untuk menjaga lengkungan tulang belakang tidak menjadi semakin parah pada masa pertumbuhan Anda.

Untuk skoliosis progresif, brace yang dirancang tersendiri akan diperlukan untuk menjaga tulang belakang tetap lurus. Brace tersebut dibuat dengan menyangga pada panggul sampai dada atau ketiak, dan harus dipakai selama 16-20 jam sehari. Brace tersebut dipakai hingga tulang berhenti bertumbuh dengan cepat, biasanya ketika remaja akan mencapai tinggi maksimal.  Jenis brace yang paling umum dipakai yaitu boston brace.

Untuk kebanyakan pasien-pasien muda, memakai brace ke sekolah akan menjadi hal yang sangat membuat frustasi dan stres. Konseling dan dukungan akan membantu anak-anak dan remaja untuk menyesuaikan dan menghadapi perasaan yang negatif. Tanpa bantuan brace (dan kadang-kadang walaupun sudah digunakan), skoliosis dapat menjadi lebih parah dan memerlukan operasi.

Pilihan alternatif selain boston brace yaitu dynamic spinecor brace. Brace ini lebih fleksibel dan terbukti lebih diterima oleh pasien-pasien. Namun demikian, tidak semua kasus skoliosis sesuai untuk jenis brace ini. Skoliosis idiopatik  pada remaja merupakan kasus yang sesuai untuk penggunaan spinecor brace. Sebaliknya, skoliosis kongenital atau neuromuskular bukan merupakan kandidat yang cocok untuk penggunaan spinecor brace.

Fisioterapi untuk skoliosis

Fisioterapis akan bekerja sama dengan spesialis tulang belakang untuk memberikan program latihan dan terapi tambahan untuk mengatasi rasa nyeri dan ketidakseimbangan otot yang bisa berkaitan dengan skoliosis. Fisioterapi bisa menjadi alat tambahan bagi pasien skoliosis, tetapi metode ini tidak mengesampingkan kebutuhan penggunaan brace.

Perawatan untuk menghindari komplikasi akibat skoliosis

Meskipun kebanyakan kasus skoliosis yang menimpa anak-anak bersifat ringan dan tidak memerlukan perawatan, namun harus diawasi secara saksama dan disarankan untuk menjalani X-ray secara rutin untuk mengetahui perkembangannya dan menghindari komplikasi lanjutan.

Sulit bernapas dan nyeri hebat biasanya akan dirasakan oleh penderita skoliosis remaja dan dewasa jika tulang belakang yang melengkung bertambah parah. Oleh karena itu, deteksi dini diperlukan untuk mencegah skoliosis mencapai tingkat keparahan lebih lanjut.

Perawatan atau terapi skoliosis yang dilakukan akan didasari kepada tingkat keparahan, usia, lokasi dan pola lengkungan, serta jenis kelamin penderita. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Observasi

Observasi dengan pemeriksaan fisik dan X-ray dapat dilakukan tiap empat hingga enam bulan untuk memantau perkembangan lengkungan. Kebanyakan skoliosis yang diderita anak-anak tidak parah dan tidak memerlukan perawatan karena tulang yang melengkung bisa kembali normal seiring perkembangan anak.

2. Penyangga

Penyangga diperlukan untuk menghentikan lengkungan tulang belakang bertambah parah dan biasanya diberikan kepada penderita skoliosis anak-anak dalam usia pertumbuhan. Walau tidak bisa menyembuhkan skoliosis, memakai penyangga bisa mencegah skoliosis bertambah parah.

3. Obat

Perawatan dengan menggunakan obat-obatan biasanya diberikan kepada penderita skoliosis dewasa dan bertujuan meredakan rasa nyeri. Obat yang diberikan biasanya parasetamol atau obat antiinflamasi non-steroid (AINS), seperti ibuprofen. Jika kondisi yang dialami cukup parah, dokter mungkin akan menyuntikan obat steroid untuk meredakan nyeri, walau hanya untuk jangka pendek.

4. Operasi

Operasi hanya dilakukan jika perawatan skoliosis lainnya tidak berhasil. Operasi akan memperkuat tulang belakang dengan menggunakan sekrup dan tangkai baja. Selain itu, orang dewasa dengan kelainan piring sendi tulang belakang bisa melakukan operasi dekompresi untuk mengangkat tulang yang menekan saraf tersebut. Walau jarang terjadi, namun operasi memiliki beberapa risiko, seperti pasien mengalami pergeseran tangkai baja, infeksi, pembekuan darah serta kerusakan saraf.

Selain obat-obatan dan operasi, olahraga rutin atau fisioterapi kerap disarankan dokter untuk menguatkan postur dan melenturkan tubuh. Tanyakan dengan dokter jenis olahraga yang tepat untuk kondisi Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca