Cangkok ginjal biasanya menggunakan sumbangan ginjal dari donor yang sudah meninggal. Tapi tetap mungkin bagi seseorang yang sehat walafiat untuk mendonorkan ginjalnya jika diperlukan, asalkan ginjal tersebut cocok dan aman untuk tubuh si penerima ginjal. Orangtua, anak, suami, istri, teman, rekan kerja, bahkan orang asing sekalipun bisa jadi calon donor ginjal. Tapi tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya. Apa saja syarat donor ginjal?

Syarat donor ginjal yang harus dipenuhi

Pada umumnya, donor ginjal hidup harus memenuhi beberapa persyaratan dasar berikut ini:

  • Usia di atas 18 tahun
  • Sehat mental dan fisik
  • Memiliki golongan darah yang sama dengan penerima donor
  • Tekanan darah normal
  • Tidak memiliki diabetes (termasuk diabetes gestasional)
  • Tidak punya kanker dan/atau bukan pasien kanker, termasuk juga riwayat kanker baru-baru ini
  • Tidak memiliki penyakit autoimun, seperti lupus eritematosus sistemik, PCOS
  • Tidak punya penyakit pembuluh darah, misalnya deep vein thrombosis (DVT)
  • Tidak terlalu gemuk (BMI harus kurang dari 35)
  • Tidak memiliki kelainan ginjal, misalnya batu ginjal
  • Tidak memiliki penyakit menular lewat darah, seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C
  • Tidak memiliki riwayat penggumpalan darah
  • Tidak memiliki penyakit paru dengan gangguan oksigenasi atau ventilasi
  • Memiliki protein dalam urin < 300 mg per 24 jam (dibuktikan dalam tes fungsi ginjal)

Sejumlah persyaratan di atas akan dibuktikan dalam serangkaian uji pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan donor. Kriteria medis/fisik ini sangat penting untuk menyeleksi sumbangan organ, tapi ada juga yang lainnya. Beberapa syarat donor ginjal lainnya juga memainkan peran penting dalam menemukan calon donor yang baik. Donor yang baik seharusnya juga:

  • Bersedia untuk menyumbang sukarela. Pendonor tidak boleh berada di bawah tekanan, ancaman, iming-iming, atau paksaan untuk menyumbang. Memperjualbelikan organ dapat dikenakan tindak pidana
  • Diinformasikan dengan baik. Calon donor yang baik harus memiliki pemahaman yang kuat mengenai risiko, manfaat, dan hasil akhirnya — yang baik dan buruk, baik bagi donor maupun penerima
  • Tidak menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol, baik masih aktif maupun riwayat
  • Mendapatkan dukungan dari keluarga

Saya memenuhi semua syarat di atas, tapi saya merokok. Apa masih boleh donor ginjal?

Perokok aktif bisa menjadi donor. Namun pusat donor yang berbeda memiliki kebijakan yang berbeda mengenai donor yang merokok.

Calon pendonor yang merokok sangat berisiko tinggi mengalami berbagai komplikasi terkait operasi. Merokok dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi mengancam pernapasan selama atau segera setelah pembiusan operasi. Merokok juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah di pembuluh darah kaki yang bisa lepas dan bergerak menuju paru, yang juga berpotensi menyebabkan kematian.

Merokok menyebabkan peningkatan produksi lendir dan penurunan kemampuan paru-paru membersihkan diri yang bisa menyebabkan pneumonia. Merokok juga menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Calon pendonor biasanya tidak akan dipertimbangkan untuk sumbangan kecuali jika mereka bebas tembakau (termasuk mengunyah tembakau) setidaknya selama 4 minggu sebelum mendonor dan mereka ditekankan untuk tidak merokok selama 6 minggu setelah operasi. Merokok dapat memperlambat proses penyembuhan luka operasi.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca