Informasi Penting tentang Tubektomi atau Sterilisasi pada Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Jika sterilisasi pada laki-laki dikenal sebagai prosedur vasektomi, maka sterilisasi pada wanita disebut dengan tubektomi. Tubektomi umumnya dilakukan oleh pasangan suami istri yang sudah tidak menginginkan kehamilan. Meski demikian, Anda perlu mengetahui lebih lanjut mengenai tubektomi atau disebut masyarakat sebagai steril kandungan, sebelum memutuskannya. Berikut ulasan lengkap seputar tubektomi.

1. Apa itu tubektomi atau KB steril wanita?

Tubektomi adalah salah satu metode sterilisasi pada wanita, yaitu pencegahan kehamilan yang sifatnya permanen. Biasanya,  tindakan ini diambil oleh wanita yang sudah memiliki lebih dari tiga anak, berusia di atas 30 tahun, atau tidak menginginkan keturunan lagi. Sterilisasi juga kerap menjadi pilihan bagi mereka yang kehamilannya berisiko tinggi.

Mengingat sifatnya yang permanen, tubektomi tidak seperti pil KB atau spiral yang bisa dihentikan kapan pun ketika Anda memutuskan untuk hamil. Cara kerja KB steril tubektomi adalah dengan memotong atau mengikat saluran tuba falopi.

Dengan demikian, sel telur pun tidak akan bisa menemukan jalan menuju rahim. Sel sperma juga tak akan bisa mencapai tuba falopi dan membuahi sel telur. Tindakan tersebut berfungsi untuk mencegah pembuahan dan kehamilan.

2. Seberapa ampuh tubektomi dalam mencegah kehamilan?

Sebagai KB steril yang bersifat permanen, kemampuan tubektomi dalam mencegah kehamilan mencapai 99,9%. Artinya, dari setiap 100 wanita yang menjalani prosedur tubektomi, ada satu atau kurang dari satu orang wanita yang hamil.

Metode tubektomi ini memang dikenal lebih efektif karena dapat melindungi Anda dari kehamilan seumur hidup tanpa Anda harus menggunakan alat kontrasepsi cadangan atau melakukan rutinitas minum obat seperti saat Anda menggunakan pil KB.

Ini berarti tubektomi atau steril kandungan merupakan metode kontrasepsi yang sangat ampuh dalam mencegah kehamilan, meskipun tidak bisa menjamin sebesar 100 persen. Namun, tubektomi tidak bisa melindungi Anda dan pasangan dari penyakit kelamin.

Maka, penggunaan alat kontrasepsi yang bisa melindungi Anda dari penyakit kelamin seperti kondom laki-laki dan kondom wanita tetap dibutuhkan ketika berhubungan seks. Tujuannya memang bukan untuk mencegah kehamilan, tapi untuk mencegah penularan penyakit kelamin. 

3. Manfaat melakukan tubektomi atau KB steril wanita

Prosedur steril kandungan pada wanita ini tidak hanya efektif dalam mencegah kehamilan, tapi juga memiliki sejumlah manfaat bagi Anda, apalagi jika harus dibandingkan dengan sejumlah metode kontrasepsi lainnya. Selama prosedur ini dilakukan secara sempurna, tubektomi menawarkan keuntungan seperti berikut ini.

Terbukti efektif

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, steril kandungan atau tubektomi adalah metode KB yang sangat efektif. Bahkan, persentase keberhasilannya bisa mencapai lebih dari 99% dalam membantu Anda mencegah kehamilan. Dengan sifatnya yang permanen, Anda tidak mungkin mengalami kehamilan apapun yang terjadi, seumur hidup Anda.

Sangat memudahkan Anda

Setelah Anda menjalani steril kandungan seperti tubektomi ini, Anda tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi cadangan untuk mencegah kehamilan. Anda bisa sebebas apapun berhubungan seks dengan pasangan tanpa khawatir akan kehamilan. Anda tidak perlu rutin mengonsumsi pil KB atau tidak perlu pergi ke dokter untuk periode tertentu demi melakukan kontrol untuk kontrasepsi.

Tidak memengaruhi hormon

Salah satu kelebihan dari melakukan tubektomi atau steril kandungan ini adalah metode ini tidak memberikan pengaruh apapun terhadap perubahan hormon di dalam tubuh Anda. Maknanya, Anda tidak akan mengalami menopause dini dan Anda akan tetap mengalami menstruasi.

Membuat aktivitas seks lebih menyenangkan

Mengingat sterilisasi seperti tubektomi sifatnya permanen, Anda tidak perlu repot memakai kondom jika ingin berhubungan seks. Bahkan, Anda bisa menikmati hubungan seks dengan lebih bebas tanpa beban karena Anda tidak perlu khawatir akan hamil.

Namun, Anda mungkin perlu menggunakan kondom saat berhubungan intim demi pencegahan penyakit menular seksual.

4. Kapan waktu terbaik untuk menjalani tubektomi?

Sebelum menjalani tubektomi atau steril kandungan, sebaiknya Anda mempertimbangkan secara matang keputusan ini. Tubektomi bersifat permanen, sehingga Anda tidak bisa menghentikan kontrasepsi ini begitu saja karena tindakan medis sudah terlanjur dilakukan pada saluran tuba falopi Anda.

Anda juga disarankan untuk membicarakan dengan pasangan dan keluarga sebelum memilih KB steril ini. Jika Anda dan pasangan memang yakin dengan prosedur ini, Anda bisa menemui dokter dan ahli kebidanan yang terpercaya untuk merencanakan tubektomi.

Tergantung pada kondisi kesehatan Anda dan pilihan prosedur KB steril, Anda bisa menjalani prosedur sterilisasi pada wanita ini setelah Anda melahirkan normal atau dengan operasi Caesar. Untuk prosedur dengan pembedahan, biasanya Anda akan diminta untuk berpuasa beberapa jam sebelumnya. Tindakan KB steril juga bisa dilakukan kapan pun Anda siap dan dalam keadaan sehat, umumnya seminggu setelah mendapat haid.

5. Cara menjalani prosedur tubektomi atau KB steril wanita

Sebenarnya, ada tiga cara yang bisa Anda tempuh untuk menjalani prosedur sterilisasi pada wanita ini.

  • Minilaparotomy, yaitu prosedur yang dilakukan tepat setelah proses persalinan normal yang dilakukan dengan memotong sebagian kecil kulit tepat di bawah pusar.
  • Saat sedang menjalani operasi Caesar.
  • Kapan pun sebagai pasien rawat jalan yang menjalani prosedur menggunakan paroscope dan anestesi lokal.

Untuk melakukan sterilisasi pada wanita, dokter akan menentukan cara mana yang bisa Anda tempuh, bergantung pada kondisi kesehatan Anda. Setiap orang mungkin memiliki kondisi yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda pula. 

6. Hal yang perlu diperhatikan sebelum, saat dan setelah tubektomi

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan untuk menjalani tubektomi atau sterilisasi pada wanita.

Sebelum prosedur tubektomi dilakukan

Sebelum Anda menjalani prosedur tubektomi untuk wanita ini, Anda mungkin akan melakukan tes kehamilan dahulu. Hal ini untuk memastikan apakah Anda sedang hamil atau tidak.

Saat prosedur tubektomi dilakukan

Jika Anda menjalani prosedur tubektomi atau steril kandungan ini sebagai pasien rawat jalan, Anda akan disuntik melalui pusar. Tujuannya, agar perut Anda bisa diisi dengan gas. Baru setelahnya, sebuah laparoscope dimasukkan ke dalam perut Anda.

Meski tidak semua pasien akan mengalami ini, sering kali dokter akan menyuntikkan untuk kedua kalinya di tempat yang sama untuk memasukkan sebuah alat ke dalam perut. Dokter biasanya menggunakan alat tersebut untuk menutup tuba falopi dengan cara menghancurkan beberapa bagian dari tuba atau dengan menutupnya menggunakan cincin yang terbuat dari plastik.

Namun, jika Anda melakukan sterilisasi setelah proses persalinan normal, dokter biasanya akan menyuntik Anda di bawah pusar. Tujuannya, memberikan akses yang lebih mudah menuju ke rahim dan tuba falopi.

Sementara itu, jika prosedur ini dilakukan saat operasi Caesar, dokter atau seorang ahli medis profesional hanya akan menggunakan sayatan yang telah dibuat untuk mengeluarkan bayi dari dalam rahim Anda.

Setelah prosedur tubektomi dilakukan

Setelah prosedur tubektomi dilakukan, gas yang telah dimasukkan ke dalam perut akan dikeluarkan kembali. Kemudian, hanya dalam hitungan jam Anda mungkin sudah diperbolehkan untuk pulang. Bahkan, sekali pun Anda baru saja melahirkan, Anda tetap tidak akan diminta untuk tinggal di rumah sakit lebih lama hanya karena menjalani prosedur ini.

Namun, Anda harus memahami bahwa Anda mungkin merasakan beberapa efek samping ringan setelah menjalani tubektomi atau sterilisasi pada wanita yang dilakukan, misalnya:

  • kram perut
  • rasa lelah
  • pusing
  • perut kembung
  • pundak terasa sakit

Jika Anda merasakan hal-hal tersebut saat Anda masih berada di rumah sakit, segera beri tahu dokter atau ahli medis profesional lainnya. Anda baru diperbolehkan mandi setelah dua hari, tapi Anda tetap tidak diperkenankan untuk menggosok area tempat jarum suntik sempat disuntikkan. Begitu pula dengan sayatan bekas operasi Caesar sekaligus prosedur tubektomi.

Anda juga harus menghindari kegiatan yang terlalu berat, misalnya mengangkat benda-benda berat. Tak hanya itu, Anda sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda hingga waktu yang telah ditentukan oleh dokter. Lebih baik, lakukan kegiatan yang ringan-ringan saja terlebih dahulu hingga Anda sudah benar-benar pulih dari prosedur ini.

Jika Anda merasa terjadi masalah pada proses pemulihan Anda, sebaiknya segera hubungi dokter atau ahli medis profesional, sebagai contoh:

  • Demam hingga 38 derajat celsius.
  • Perut terasa sakit dan semakin parah selama 12 jam.
  • Perdarahan hingga darahnya mengalir keluar dari perban.
  • Terdapat bau tak sedap pada luka Anda.

7. Risiko dan komplikasi tubektomi

Tubektomi adalah prosedur yang aman. Biasanya waktu pemulihan yang dibutuhkan setelah menjalani prosedur ini tidak lebih dari seminggu. Namun, pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, risiko dari tubektomi atau steril kandungan ini berupa kehamilan ektopik (di luar rahim).

Risiko lain yang mungkin ditimbulkan dari menjalani prosedur sterilisasi pada wanita ini adalah perdarahan, infeksi karena luka yang tidak sembuh secara sempurna, dan cedera pada bagian perut. Ada beberapa komplikasi yang mungkin meningkatkan risiko Anda terhadap efek samping prosedur ini.

Komplikasi tersebut antara lain penyakit diabetes, obesitas, dan radang panggul. Jika Anda memiliki sejarah penyakit-penyakit tersebut, konsultasikan dengan dokter Anda.   

8. Bisakah tubektomi atau KB steril wanita dibatalkan?

Operasi pembatalan tubektomi atau steril kandungan kan mengusahakan perbaikan saluran tuba falopi supaya bisa kembali pada fungsi normalnya lagi dan kehamilan bisa terjadi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa operasi pembatalan ini tidak terjamin keberhasilannya.

Kebanyakan kasus yang terjadi adalah saluran tuba falopi tidak bisa disambung kembali. Meskipun perbaikan tuba falopi berhasil dilakukan, mengusahakan kehamilan akan menjadi lebih sulit dibandingkan wanita yang tidak pernah melakukan steril kandungan. Maka dalam beberapa kejadian tertentu, proses yang rumit dan memakan biaya yang sama sekali tidak sedikit ini menjadi sia-sia.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Haid yang tidak teratur dapat membuat rencana liburan dan program hamil sulit terwujud. Berikut cara melancarkan haid yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit