Bukan Hanya Batuk Terus-menerus, Ini Gejala TBC yang Perlu Anda Waspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menurut WHO, setiap detik setidaknya ada satu orang yang terinfeksi tuberkulosis (TBC)di dunia. Bahkan menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Sayangnya, masih banyak yang tidak menyadari atau bahkan tidak tahu tentang penyakit ini, termasuk gejalanya. Sebenarnya, apa saja gejala TBC? Yuk, cari tahu gejala dari penyakit ini sedini mungkin pada ulasan berikut ini.

Mengenal penyakit tuberkulosis (TBC)

bakteri adalah

Menurut Pusat Data Kemenkes RI, jumlah kasus penyakit tuberkulosis di Indonesia mencapai lebih dari 400 juta jiwa orang pada tahun 2017. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang saluran pernapasan utama manusia, yaitu paru-paru. Sama seperti penyakit paru-paru lainnya, TBC juga menimbulkan gejala batuk terus-menerus.

Awalnya, bakteri menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, meludah, bersin, atau berbicara. Tetesan air liur yang dihinggapi bakteri akan terbang di udara bebas. Saat seseorang berada di area yang terkontaminasi tersebut, bakteri akan terhirup dan mengendap di permukaan alveoli paru.

Seiring waktu, bakteri yang aktif akan berkembang biak dan menyebabkan kerusakan di bagian alveolus sehingga menyebabkan tuberkulosis atau yang juga dikenal dengan TBC.

Jutaan orang diketahui memiliki bakteri penyebab TBC di dalam tubuhnya. Namun, tidak semuanya akan jatuh sakit ketika terpapar oleh bakteri ini. Hanya sekitar 5 hingga 10 persen yang menyebabkan penyakit tuberkulosis aktif dan menularkannya pada orang lain.

Penyebaran penyakit yang paling aktif terjadi ketika paru sudah mulai rusak akibat infeksi bakteri itu sendiri atau penyakit lain, contohnya bronkitis atau emfisema—jenis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Berdasarkan keaktifan bakterinya, TBC dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

  • TBC laten. Adanya bakteri dalam tubuh yang tidak aktif. Tidak menimbulkan gejala TBC pada awalnya dan tidak menular, namun dapat aktif sewaktu-waktu.
  • TBC aktif. Bakteri dalam tubuh aktif menyebabkan infeksi sehingga menimbulkan gejala dan menular pada orang lain.

Siapa saja yang berisiko dengan tuberkulosis?

paru-paru basah

Berdasarkan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Inggris), sekitar 10% orang dengan TBC laten tidak menerima pengobatan untuk membunuh infeksi. Inilah sebabnya bakteri akan membangun pertahanan di tubuh dan terus berkembang sehingga dapat menimbulkan TBC di kemudian hari.

Secara umum, orang yang berisiko tinggi terkena TBC antara lain:

  • Orang yang memiliki masalah medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuhnya, seperti HIV
  • Pengguna narkoba jenis suntikan
  • Orang-orang yang hidup di lingkungan kumuh
  • Orang yang berimigrasi ke wilayah dengan tinggi kasus atau penularan TBC
  • Kontak langsung secara rutin dengan penderita TBC atau penyakit menular lainnya yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Orang yang pernah menjalani transplantasi organ

Gejala TBC yang perlu Anda waspadai

penyebab batuk berdahak dan batuk kering

Gejala yang dirasakan pasien tuberkulosis bermacam-macam. Namun, ada pula pasien dengan penyakit yang sama tidak merasakan gejala apa pun. Jika tidak segera diobati, bakteri bisa terbawa bersama darah dan menyerang organ penting, seperti ginjal, sumsum tulang belakang, otak, dan akhirnya menyebabkan kematian.

Tidak hanya batuk terus-menerus, ternyata ada banyak gejala tuberkulosis lainnya yang perlu Anda ketahui. Mari kupas satu per satu gejalanya berdasarkan tingkat keparahannya.

Gejala TBC yang menyerang paru

Bakteri awalnya menyerang paru. Bila sudah terinfeksi, gejala tuberkulosis pada paru yang mungkin terjadi meliputi:

Batuk terus-menerus

Hampir semua penyakit yang menyerang saluran pernapasan akan menimbulkan gejala batuk, salah satunya penyakit tuberkulosis. Ya, ini terjadi karena adanya infeksi yang terjadinya mengganggu jalannya pernapasan, sehingga tubuh akan berusaha membersihkannya dengan batuk.

Infeksi ini kadang menyebabkan lendir berlebih sehingga menyebabkan batuk berdahak. Namun, ada juga yang tidak memicu peningkatan produksi lendir sehingga menyebabkan batuk kering.

Batuk yang terjadi tidak sekali atau dua kali, namun sangat sering terjadi. Biasanya tidak akan sembuh lebih dari 3 minggu. Jika sudah parah, batuk tidak hanya mengeluarkan dahak tapi juga darah.

Nyeri dada dan sesak napas

Batuk yang terjadi terus-menerus tentu dapat membuat Anda sesak. Selain itu, pada waktu tertentu nyeri dada dan perut juga bisa muncul. Ini terjadi akibat batuk mendorong diafragma berkali-kali ke atas.

Demam

Demam menandakan bahwa tubuh sedang menyerang infeksi. Bakteri TBC yang aktif menimbulkan infeksi pasti merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawannya. Ini sebabnya pasien akan merasakan demam yang hilang kambuh.

Jika demam disertai tubuh menggigil berkeringat terjadi lebih dari 3 minggu, tidak jelas penyebabnya, dan membuat pasien merasa tidak pernah sembuh, maka bisa dicurigai sebagai gejala tuberkulosis.

Berat badan turun drastis

Semua gejala tuberkulosis yang ditimbulkan pasti membuat pasien tidak nafsu makan. Apalagi batuk di tengah-tengah makan bisa membuat pasien tersedak. Hal ini tentu membuat pasien semakin enggan untuk makan. Akibatnya, asupan nutrisi tidak tercukupi dan menyebabkan tubuh lemas dan lelah.

Gejala TBC selain di paru-paru

gejala demam

Penyakit tuberkulosis memang biasanya berkembang di paru-paru. Namun, ketika infeksi tidak diobati secepatnya maka infeksi akan menyerang bagian tubuh lainnya. Bila sudah terjadi, maka gejala yang ditimbulkan kemungkinan akan berbeda. Berikut masing-masing gejala TBC yang sudah menyerang bagian tubuh lainnya.

Tuberkulosis limfadenitis

Penyakit ini adalah jenis tuberkulosis yang telah menjalar ke kelenjar getah bening. Pada tubuh Anda kelenjar getah bening terdapat di banyak tempat. Namun, pada kasus TB, biasanya yang lebih rentan terinfeksi bakteri yaitu kelenjar getah bening di sekitar leher. Gejala tuberkulosis limfadenitis yang umumnya terjadi, meliputi:

  • Demam
  • Tubuh kelelahan
  • Kelenjar getah bening biasanya di sekitar leher membengkak
  • Berat badan menurun tanpa penyebab yang jelas
  • Tubuh berkeringat di malam hari

Tuberkulosis tulang

Penyakit ini terjadi ketika bakteri yang menginfeksi paru dan kelenjar getah bening memengaruhi tulang, termasuk sumsum tulang belakang dan persendian.

Meskipun jarang terjadi, penyakit ini biasanya rentan dialami pasien HIV karena sistem kekebalan tubuh mereka yang sudah lemah. Awalnya, tuberkulosis tulang tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring waktu bagian tulang yang terinfeksi akan menimbulkan gejala. Berikut gejala tuberkulosis tulang yang umumnya terjadi, yakni:

  • Sakit punggung parah
  • Sendi terasa kaku
  • Bagian sendi tertentu di tubuh membengkak
  • Muncul abses, yaitu luka bernanah
  • Bentuk tulang berubah dari orang normal pada umumnya

Tuberkulosis milier

Penyakit ini terjadi ketika infeksi bakteri tuberkulosis sudah memengaruhi satu atau beberapa organ, yaitu paru dengan sumsum tulang belakang dan hati. Namun, juga bisa antara paru, sumsum tulang belakang, otak, dan jantung.

Pada jenis tuberkulosis ini, gejala yang ditimbulkan bergantung bagian tubuh yang terlibat. Misalnya, tuberkulosis milier pada sumsum tulang belakang, maka gejala khasnya adalah jumlah sel darah merah yang sangat rendah, munculnya ruam pada kulit, diikuti dengan gejala umum TBC di paru.

Tuberkulosis genitourinari

Genitourinari mengarah pada area genital, yaitu alat kelamin dan saluran kemih. Jenis TBC ini awalnya menyerang paru, kemudian mengalir melalui darah mencapai ginjal dan saluran kemih. Infeksi yang menyebar ke area genital ini dapat menular melalui hubungan seks, namun jarang terjadi.

Jenis tuberkulosis ini dapat menyebar melalui hubungan seks, meskipun ini jarang terjadi. Orang yang terkena penyakit ini biasanya mengembangkan tukak (luka) di area penis atau vagina. Selain itu, gejala tuberkulosis genitourinari lain yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Ukuran testis membengkak
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Aliran urin tersendat-sendat atau tidak lancar
  • Nyeri panggul
  • Volume sperma menurun sehingga bisa menyebabkan ketidaksuburan

Tuberkulosis liver

Penyakit ini dikenal juga dengan TBC hati. Penyebaran infeksinya berawal dari paru, ke saluran cerna, kelenjar getah bening hingga ke bagian vena porta. Gejala TBC jenis ini sering terjadi, mencakup:

  • Demam
  • Sakit perut di bagian atas
  • Pembesaran hati
  • Janudice (kondisi kulit, kuku, dan putih mata berwarna kekungingan)

Tuberkulosis gastrointestinal

Penyakit ini menandakan bahwa infeksi TBC sudah menyebar ke saluran pencernaan. Jika tidak diatasi, infeksi bisa menyebar ke area mulut hingga anus. Jenis TBC ini menyebabkan gejala yang mirip dengan penyakit Crohn, yaitu:

  • Sakit perut
  • Kehilangan selera makan dan berat badan menurun
  • Sering diare atau sembelit
  • Mual dan muntah

Tuberkulosis meningitis

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak. Kondisi ini juga bisa disebabkan akibat infeksi bakteri TBC menyerang selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang melalui aliran darah. Tidak seperti meningitis lainnya, TBC meningitis biasanya berkembang lebih lama dan secara bertahap. Gejala TBC jenis ini meliputi:

  • Badan terasa nyeri
  • Tubuh kelelahan
  • Nafsu makan menurun drastis
  • Sakit kepala terus-menerus
  • Demam ringan disertai mual dan muntah
  • Lebih lanjut, akan menimbulkan gejala sakit kepala parah, kekakuan pada leher, dan sensitif ketika melihat cahaya terang

Tuberkulosis peritonitis

Penyakit TBC ini sudah menyerang bagian peritoneum, yaitu lapisan jaringan yang menutupi bagian dalam perut Anda dan sebagian besar organ-organnya. Jenis TBC ini hampir menyerang orang dengan TBC gastrointestinal sebanyak 58 persen.

Gejala paling khas dari jenis tuberkulosis ini adalah asites dan demam. Asites merupakan penumpukan cairan di perut yang menyebabkan pembengkakan, kembung, dan terasa nyeri ketika ditekan. Selain itu, gejala tuberkulosis lainnya yang menyertai, antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri pada perut hingga menembus bagian dada

Tuberkulosis perikarditis

Jenis tuberkulosis ini menandakan peradangan sudah menyebar hingga ke perikardium. Perikardium adalah dua lapisan tipis pada jaringan menahan jantung yang dipisahkah oleh cairan. Ada beberapa jenis TBC perikarditis yang perlu Anda ketahui, yaitu perikarditis konstriktif, efusi perikardial, atau perikarditis efusif-konstriktif.

Gejala tuberkulosis perikarditis yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Sakit sakit di dada
  • Demam
  • Jantung berdebar kencang
  • Sesak napas dan terus-menerus batuk

Tuberkulosis cutaneous (kulit)

Infeksi bakteri TBC bisa memengaruhi kulit, namun sangat jarang terjadi bahkan di negara-negara yang sangat umum dengan kasus TBC. Gejala utama dari jenis TBC ini adalah luka atau lesi di kulit, terutama di siku, tangan, bokong, area belakang lutut, dan kaki.

Luka yang muncul pun beragam, mungkin dapat menyerupai beberapa bentuk di bawah ini:

  • Datar dan tidak menimbulkan rasa sakit
  • Bisa berbentuk benjolan kecil seperti kutil
  • Berwarna kemerahan atau merah kecokelatan
  • Dapat berupa bisul (benjolan berisi nanah)

Bagaimana tuberkulosis didiagnosis?

penyebab sirosis hati

Ada beberapa penyakit yang menimbulkan gejala yang sama dengan tuberkulosis. Untuk menegakkan diagnosis TBC, dokter akan meminta Anda melakukan beberapa tes kesehatan, di antaranya:

Tes fisik

Tes kesehatan ini dilakukan paling awal, dengan memeriksa kesehatan pasien secara fisik. Biasanya dimulai dengan mengetahui gejala TBC yang dirasakan pasien. Kemudian, memeriksa suhu tubuh dan pembengkakan yang mungkin terjadi di kelenjar getah bening dengan stetoskop. Dengan cara ini pula, dokter dapat dengan cermat mendengarkan suara yang dihasilkan saat Anda bernapas.

Tes darah

Tes kesehatan yang selanjutnya dilakukan pasien adalah tes darah. Cara ini dapat mendeteksi adanya bakteri penyebab TBC dalam darah sekaligus mengetahui apakah tipe TBC yang dimiliki laten atau aktif. Tes darah biasanya cukup efektif untuk mendiagnosis TB ketika tes kulit menunjukkan hasil yang negatif.

Tes kulit

Selain tes darah, tes kulit sederhana juga akan dilakukan. Sejumlah kecil zat yang disebut PPD tuberculin akan disuntikkan tepat di bawah kulit lengan bagian dalam. Dalam waktu 48 hingga 72 jam, dokter atau tim medis akan memeriksa kondisi lengan Anda. Jika terjadi pembengkakan keras dan terlihat merah di lengan, kemungkinan diagnosis TBC adalah positif.

Meskipun tes kulit umum dilakukan, kadang-kadang hasilnya sering kali salah. Ini bisa terjadi jika pasien yang disuntikkan PPD tuberculin sebelumnya divaksinisasi dengan vaksin bacillus Calmette-Guerin (BCG). Selain itu, bisa juga terjadi pada orang yang baru saja terinfeksi namun sistem imun dalam tubuhnya belum bereaksi dengan bakteri.

Tes pencitraan

Jika tes kulit Anda positif, dokter akan melanjutkan dengan rontgen dada atau CT scan. Ini dilakukan untuk melihat adanya bintik-bintik putih di paru-paru atau perubahan pada gambar paru-paru akibat infeksi.

Tes dahak

Orang dengan TBC yang mengalami gejala batuk berdahak, bisa menjalani tes kesehatan ini. Caranya, dokter akan mengambil sampel dahak yang keluar saat Anda batuk. Kemudian, sampel akan diuji untuk melihat adanya bakteri penyebab TBC.

Selain mengetahui adanya bakteri, sampel dahak juga dilakukan untuk mengetahui resistensi bakteri terhadap obat. Ini membantu dokter untuk memilih obat-obatan yang paling ampuh membunuh bakteri, Biasanya tes ini memakan waktu 4 hingga 8 minggu untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca