Terlalu Banyak Alkohol di Usia Paruh Baya Meningkatkan Risiko Stroke

Oleh

Terlalu banyak alkohol di usia pertengahan dapat meningkatkan risiko stroke Anda dan juga tekanan darah tinggi atau diabetes, berdasarkan sebuah penelitian.

Orang yang rata-rata minum lebih dari dua gelas sehari memiliki risiko 34 persen lebih tinggi terkena stroke dibandingkan dengan mereka yang setiap hari rata-rata minum kurang dari setengah, demikian temuan yang diterbitkan pada 29 Januari dalam jurnal Stroke.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang minum banyak alkohol di usia 50 dan 60-an cenderung menderita stroke lebih dini dalam hidup dibandingkan peminum ringan atau yang bukan peminum.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa minum lebih dari dua minuman per hari dapat mempersingkat waktu untuk stroke sekitar lima tahun,” kata pemimpin penulis Pavla Kadlecova, ahli statistik di Pusat Penelitian Klinis Internasional Rumah Sakit Universitas St. Anne St. di Republik Ceko.

Risiko stroke yang disebabkan oleh peminum berat menyaingi risiko yang ditimbulkan oleh tekanan darah tinggi atau diabetes, menurut kesimpulan para peneliti. Pada usia 75 tahun, tekanan darah dan diabetes menjadi indikator stroke yang lebih baik.

Penelitian ini melibatkan 11.644 pasangan kembar Swedia usia menengah dalam upaya untuk menguji pengaruh genetika dan faktor gaya hidup pada risiko stroke. Peneliti menganalisis hasil dari registri kembar satu jenis kelamin di Swedia yang menjawab kuesioner antara tahun 1967 dan 1970. Pada tahun 2010, selang 43 tahun, dilakukan tindakan lanjutan, termasuk catatan rumah sakit dan data penyebab kematian.

Hampir 30 persen dari partisipan mengalami stroke. Mereka dikategorikan sebagai peminum ringan, sedang, berat atau bukan peminum berdasarkan kuesioner, dan peneliti membandingkan risiko dari alkohol dan risiko dari kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan merokok.

Peneliti menemukan bahwa bagi peminum berat, alkohol menyebabkan risiko tinggi stroke pada akhir usia menengah, dimulai saat usia 50. Menurut perbandingan, peminum ringan atau yang bukan peminum, risiko strokenya akan meningkat perlahan dengan bertambahnya usia.

Di antara kembar identik, saudara kandung yang mengalami stroke ternyata biasa minum lebih banyak dari saudara mereka yang tidak mengalami stroke. Ini menunjukkan bahwa minum di usia paruh baya menimbulkan risiko stroke terlepas dari genetika dan gaya hidup di masa muda, kata para peneliti.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca