Stroke Pada Anak-anak: Apa Pengaruhnya Saat Mereka Dewasa?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/03/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pengaruh stroke semasa kecil dapat bermacam-macam. Banyak faktor yang dapat menentukan, namun hanya beberapa yang sudah dipahami alasannya. Oleh karena itu, sulit untuk menentukan apa yang akan terjadi di masa depan anak setelah ia mengalami stroke. Ini bergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi stroke.

Penurunan kemampuan akibat stroke biasanya hanya terasa buruk di awal kondisi ketika stroke baru terjadi, dan hampir semua anak-anak akan kembali pulih seiring berjalannya waktu. Namun, beberapa masalah baru terlihat setelah otak berkembang beberapa tahun kemudian, seperti kejang ringan atau masalah belajar, yang baru bisa diketahui pada masa sekolah di kemudian hari.

Kebanyakan anak yang mengalami stroke menderita beberapa keterbatasan saraf meskipun banyak juga yang tumbuh normal dan sehat. Potensi komplikasi yang mungkin terjadi akibat stroke di masa kecil ini di antaranya adalah:

Hemiparesis

Kelemahan permanen di satu sisi tubuh merupakan komplikasi banyak terjadi. Kondisi ini mempengaruhi lengan dan tangan dan mempengaruhi banyak aktivitas hidup sehari-hari dengan konsekuensi yang signifikan terhadap kualitas hidup. Gangguan pada bagian tubuh bawah mempengaruhi cara berjalan dan melakukan kegiatan masa kecil yang normal. Pengelolaan kondisi ini memerlukan pemeriksaan dan metode pengobatan dari terapis okupasi dan fisik anak. Pengobatan dengan terapi dapat dilakukan dengan terapi induksi gerakan. Perhatian terhadap komplikasi yang terkait dengan kelenturan dan komplikasi ortopedi (kontraktur, scoliosis) oleh para ahli saat rehabilitasi sangat penting.

Epilepsi

Kejang yang berulang setelah stroke kecil mungkin terjadi, yang sering muncul bertahun-tahun kemudian. Kebanyakan kejang jarang terjadi dan dapat dikelola dengan obat antikonvulsan, tapi epilepsi yang lebih kompleks mungkin terjadi. Kejang dapat memiliki dampak besar pada kehidupan sehari-hari dan kesehatan mental seseorang anak. Pendekatan komprehensif berdasarkan ilmu praktis epilepsi pada anak diperlukan.

Gangguan bicara dan gangguan menyusun kata-kata

Meskipun kondisi ini hanya mempengaruhi sebagian kecil dari penderita stroke anak-anak, namun memiliki konsekuensi besar terhadap kegiatan sehari-hari, keberhasilan akademik, dan kesejahteraan sosial. Gangguan yang mungkin terjadi termasuk kesulitan dengan kejelasan bicara (dysarthria) dan menyusun atau memahami bahasa (disfasia). Pemeriksaan dan terapi dari seorang ahli patologi anak diperlukan.

Gangguan gerak

Hemidystonia juga dapat terjadi setelah stroke kecil, terutama yang mempengaruhi basal ganglia. Pengobatan bisa menjadi menantang karena efektivitas obat mungkin  terbatas. Penggunaan botulinum toksin secara regional mungkin efektif.

Gangguan kognitif /kebiasaan

Stroke anak mungkin memiliki efek yang luas pada fungsi otak yang lebih tinggi, termasuk kemampuan belajar dan kognisi. Penyebab komplikasi telah dijelaskan. Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) biasanya sangat umum dengan stroke ganglia basal pada anak-anak dan dapat diobati dengan perawatan medis dan terapi perilaku. Gangguan sistem otak yang lebih tinggi, termasuk fungsi memori dan fungsi eksekutif, membutuhkan pemeriksaan lanjut. Pemeriksaan oleh seorang neuropsikolog anak, diikuti oleh komunikasi yang terintegrasi dengan guru, ahli pendidikan, orangtua, dan anak, diperlukan untuk mengoptimalkan terapi.

Komplikasi psikologis

Efek pada kesehatan mental tidak diteliti dengan baik pada stroke kecil tetapi kemungkinan besar terjadi. Depresi pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk diobati dan menjadi penyebab kedua tingkat bunuh diri yang tinggi dan implikasi bagi kesehatan mental dewasa. Skrining untuk depresi, kecemasan dan komplikasi kesehatan mental lainnya harus dimasukkan dalam perawatan anak-anak dengan stroke.

Sakit kepala

Frekuensi sakit kepala tampaknya lebih umum pada anak-anak dengan stroke. Banyak gangguan sakit kepala berupa sakit kepala primer dan dapat diobati. Namun, sakit kepala baru harus diwaspadai untuk kemungkinan kondisi tertentu seperti sindrom moyamoya, vaskulitis, atau CSVT.

Efek pada orangtua dan keluarga

Efek pada orang tua dan keluarga tidak dipelajari begitu dalam tapi kemungkinan besar terjadi. Rasa bersalah ibu dan kecenderungan menyalahkan orang lain harus ditangani. Metode perawatan yang berpusat pada keluarga dan komunitas dukungan dapat menawarkan manfaat untuk merawat anak-anak dengan stroke. Jaringan yang luas dari orangtua akan memberikan dukungan yang berharga bagi anak.

Bagaimana mencegah stroke anak kambuh lagi di kemudian hari?

Stroke anak memiliki risiko kambuh yang tinggi. Persentase risiko kambuhnya stroke pada anak-anak dengan arteriopati dapat melebihi 50%. Namun, sebagian besar risiko tersebut terjadi pada awal perjalanan penyakit. Gangguan kronis lainnya, seperti penyakit jantung bawaan dan Moyamoya, dapat menyebabkan risiko jangka panjang. Tingkat kekambuhan CSVT jauh lebih rendah dan biasanya terkait dengan kondisi kronis seperti penyakit radang usus atau trombofilia.

Kambuhnya stroke hemoragik juga sangat bervariasi dari 2-4% per tahun untuk luka seperti AVMs, hingga 0% untuk gangguan perdarahan.

Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko kambuhnya stroke adalah:

  • Terapi anti-trombotik dengan ASA dilanjutkan pada sebagian besar anak-anak dengan AIS, terutama mereka yang memiliki arteriopati menerus.
  • Kondisi yang berisiko tinggi tertentu mungkin memerlukan terapi antikoagulan jangka panjang, bersamaan dengan warfarin (Coumadin). Kondisi jantung adalah contoh umum, dan pedoman baru untuk terapi pencegahan stroke antitrombotik pada penyakit jantung anak pada masa sekarang telah tersedia.
  • Anak-anak dengan risiko tinggi terkena kondisi serebrovaskular kronis memerlukan pemeriksaan tindak lanjut rutin dan melakukan pemeriksaan saraf secara berkala (contoh termasuk CNS vasculitis, penyakit sel sabit, sindrom moyamoya, dan lain-lain).

Ikuti selalu pedoman untuk arteri sehat demi kesehatan jangka panjang dan pencegahan stroke, termasuk:

  • Diet seimbang
  • Olahraga  rutin
  • Menghindari merokok
  • Skrining untuk diabetes, hipertensi, dan dislipidemia.
  • Sindrom moyamoya mungkin memerlukan operasi revaskularisasi untuk menyediakan jalur alternatif untuk sirkulasi darah otak. Para pasien yang sama harus dinasihati untuk menghindari dehidrasi (misalnya selama gastroenteritis) yang mungkin merendahkan tekanan perfusi serebral dan mengakibatkan stroke.
  • Anak-anak dengan penyakit sel sabit membutuhkan skrining tahunan, termasuk transcranial Doppler USG dimulai pada usia 3 tahun atau MRI untuk menampilkan bukti penyakit pembuluh besar atau stroke. Terapi transfusi mungkin diperlukan. Terapi berbasis sel dapat menjadi obat yang potensial.
  • Stroke berhubungan dengan kondisi inflamasi kronis mungkin memerlukan terapi immunomodulation jangka panjang di bawah bimbingan rheumatologist untuk meminimalkan kambuhnya stroke.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . 4 mins read

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 mins read

    Sindrom Moyamoya, Penyakit yang Dapat Jadi Pemicu Stroke pada Anak

    Kegiatan meniup balon dapat berujung pada kematian saat orang dengan kondisi sindrom moyamoya melakukannya. Apa itu sindrom moyamoya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Stroke, Health Centers 12/06/2020 . 4 mins read

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . 5 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    dampak stroke pada anak

    Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . 4 mins read
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 mins read
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read