Benarkah Dongeng Bisa Mengurangi Penyakit Stroke?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mendongeng sering dikaitkan dengan dunia anak. Namun, secara mengejutkan, dongeng juga memiliki manfaat besar bagi penderita stroke. Bagaimana bisa kegiatan mendongeng membawa manfaat baik untuk penderita stroke? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Manfaat mendongeng untuk penderita stroke

Ditemui dalam acara temu media di bilangan Senayan, Jakarta Selatan (13/11), dr. Herbowo Soetomenggolo, seorang dokter spesialis saraf anak menjelaskan bahwa mendongeng tak hanya membawa manfaat untuk anak, tapi juga untuk penderita stroke.

“Dengan mendongeng, bagian otak yang mengalami kerusakan dan tidak terpakai akan aktif kembali dipicu oleh cerita yang disampaikan,” jelas dr. Herbowo.

Hal itu dikarenakan saat mendengarkan seseorang mendongeng, seluruh bagian otak dapat menjadi aktif.

Cara kerja dongeng untuk penderita stroke

Kegiatan mendongeng meliputi beberapa hal, termasuk neural coupling, yakni mendengarkan, memproses informasi, mengolah informasi sesuai imajinasinya.

Lebih lanjut, dr. Herbowo menerangkan, tahap berikutnya yang terjadi saat Anda mendongeng untuk penderita stroke adalah mirroring. Kondisi ini adalah ketika otak pendengar, memiliki cara kerja yang sama dengan otak pendongeng.

Dalam kondisi tersebut, otak kemudian melepaskan beberapa hormon, seperti dopamin, kortisol, dan oksitosin.

“Hormon-hormon tersebut dapat mengatur perubahan emosi, kewaspadaan, dan empati. Hasilnya, pendengar dapat mengingat alur cerita dengan baik,” paparnya.

Terapi mendongeng untuk penderita stroke

Manfaat mendongeng untuk stroke juga telah dibuktikan dengan dijadikan sebagai terapi yang diterapkan di beberapa negara. Melansir dari Latrobe, Profesor Marshall dari University of London dan timnya sedang memperluas terapi mendongeng yang dirancang oleh Dr. Carrgher.

Hal senada juga disampaikan oleh dr. Herbowo. Menurutnya mendongeng terbukti mengaktifkan hampir semua bagian-bagian otak. Itu sebabnya, mendongeng bisa melatih bagian otak yang bermasalah, termasuk penyakit stroke.

“Untuk memperbaiki fungsi otak butuh latihan dan mendengarkan dongeng bisa membantu. Mendongeng tidak selalu harus berbentuk khayalan. Mendengarkan cerita kegiatan seseorang sehari-hari juga bisa sebagai terapi,” jelas dr. Herbowo.

Meski manfaat mendongeng untuk stroke bisa dipakai sebagai terapi, ia juga menganjurkan untuk tetap melakukan terapi dan pengobatan secara medis agar kemajuan yang lebih baik.

Dongeng juga bermanfaat untuk penderita demensia

Tak hanya penderita stroke, mendongeng rupanya juga membawa manfaat untuk penderita demensia? Stroke merupakan kondisi di mana suplai darah ke otak terganggu karena sumbatan atau perdarahan yang bisa mengakibatkan tubuh kehilangan fungsi otak.

Salah satu gangguan akibat stroke bisa terjadi adalah demensia atau kepikunan yang dapat mengubah kepribadian dan tingkah laku penderita. Nah, mendongeng disebut-sebut bisa menjadi salah satu terapi yang mampu membuat penderita stroke dan demensia menjadi lebih baik.

Peneliti dari University of Missouri menemukan bahwa dongeng berpengaruh positif pada keterampilan komunikasi dan memori penderita demensia atau Alzheimer.

Melansir dari Medicalxpress, sebuah program bernama TimeSlips dilakukan untuk para penderita demensia. Secara berkelompok, mereka didorong untuk bercerita dengan memakai imajinasi. 

“TimeSlips memberi banyak ruang untuk penderita demensia berinteraksi dengan orang lain, sambil melatih kekuatan komunikasi individu,” jelas Lorraine Phillips, asisten dosen di Sinclair School of Nursing.

Philips mengatakan, hasil program TimeSlips yang diadakan setiap dua minggu sekali dengan durasi satu jam, selama enam minggu berturut-turut, menunjukkan penderita demensia mengalami peningkatan ekspresi bahagia dan komunikasi. 

Mendongeng merupakan kegiatan yang mudah dan tidak memakan banyak biaya. Selain terapi utama secara medis, Anda juga bisa menggunakan metode tambahan seperti mendongeng untuk mendampingi penderita stroke dan demensia mengembalikan fungsi otaknya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca