Infeksi Dapat Meningkatkan Risiko Terserang Stroke

Oleh

Apakah Anda tahu bahwa infeksi mungkin bisa meningkatkan risiko stroke Anda? Pada semua kalangan usia baik anak-anak, dewasa dan lanjut usia, terdapat peningkatan risiko stroke dalam kurun waktu sebulan setelah terjadinya infeksi.

Cari tahu langkah penting yang bisa Anda ambil untuk menjaga kesehatan Anda dan anak-anak Anda dan untuk menurunkan risiko stroke setelah terjadinya infeksi.

Jenis infeksi seperti apa yang bisa meningkatkan risiko stroke?

Anak-anak dapat mengalami stroke setelah infeksi meningitis atau ensefalitis, yang merupakan infeksi di dalam otak atau di sekitar otak. Anak-anak juga bisa mengalami stroke setelah sepsis, yang merupakan infeksi serius pada aliran darah. Meningitis, ensefalitis, dan sepsis adalah jenis infeksi berat langka cenderung terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Tetapi, mengejutkannya, infeksi ringan seperti cacar air atau bahkan flu biasa pun dapat meningkatkan risiko stroke pada anak-anak.

Orang dewasa dapat mengalami peningkatan risiko stroke setelah serangan pneumonia, yang merupakan infeksi paru-paru, biasanya memerlukan rawat inap. Herpes Zoster, yang merupakan virus cacar, juga dapat meningkatkan risiko stroke pada orang dewasa, bukan hanya anak-anak. Infeksi HIV telah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke. Kebanyakan penyakit menular seksual, seperti sifilis dan herpes, juga dapat meningkatkan risiko stroke. Infeksi tropis dan parasit yang tidak biasa juga tercatat bisa meningkatkan risiko stroke, kadang-kadang secara drastis.

Apa yang bisa saya lakukan untuk mencegahnya?

Imunisasi

Mendapatkan imunisasi sesuai dengan pedoman yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian Penyakit adalah cara yang paling ampuh untuk menghindari infeksi ini. Vaksin influenza tahunan juga membantu mencegah jenis infeksi influenza parah. Menariknya, imunisasi influenza telah dikaitkan dengan penurunan risiko stroke.

Mencegah penyebaran kuman

Salah satu hal mudah yang dapat Anda lakukan setiap hari untuk mencegah infeksi dan mengurangi risiko stroke adalah dengan mencegah diri bersentuhan langsung dengan kuman yang dapat menyebabkan infeksi.

Baik anak-anak dan orang dewasa akan mendapatkan keuntungan dari mencuci tangan secara teratur, yang merupakan cara paling efektif untuk menghentikan penyebaran infeksi. Mencuci makanan Anda dengan benar dapat melindungi Anda dari infeksi perut. Seimbangkan gizi, termasuk berbagai macam vitamin dan mineral, dapat menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat. Ketika Anda mengontrol stress dan gangguan mood seperti depresi, ini juga membantu Anda menjaga fungsi sistem kekebalan agar tetap optimal.

Seks yang aman adalah langkah penting dalam melindungi diri Anda dari penyakit menular seksual, infeksi yang mudah menyebar melalui aliran darah dan meningkatkan risiko stroke.

Kenapa terdapat hubungan antara infeksi dan stroke?

Alasan terdapat peningkatan risiko stroke selama dan sesudah infeksi adalah karena infeksi mengubah kegiatan psikologis tubuh Anda saat bekerja melawan penyakit ini. Sering kali, fungsi pembekuan darah Anda menjadi terlalu aktif dalam menangani infeksi. Pada saat yang sama, dehidrasi dapat mengganggu aliran darah secara teratur, menyebabkan lebih tinggi kemungkinan terjadinya pembekuan darah. Selain itu, infeksi dapat merusak pembuluh darah, membuat mereka lebih tidak teratur dan lengket dan karena itu cenderung untuk membentuk gumpalan darah. Tekanan darah Anda mungkin berubah dengan cara meningkatkan pembentukan gumpalan darah, yang mengarah ke stroke. Kadar gula darah dapat terganggu, dan juga meningkatkan risiko stroke Anda.

Apa yang harus saya lakukan saat terkena infeksi?

Bila Anda terkena infeksi, risiko stroke tertinggi terjadi pada kurun waktu minggu pertama, dan kemudian risiko stroke akan menurun saat infeksi sembuh. Ada langkah-langkah yang bisa Anda ambil untuk melindungi diri Anda. Cara terbaik yang bisa Anda lakukan saat terkena infeksi adalah dengan cukup istirahat sehingga Anda bisa sembuh, dan minum cairan non-kafein dalam jumlah sedang sepanjang hari untuk mencegah diri Anda terkena dehidrasi.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 2, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca