Dapatkah Polusi Menyebabkan Stroke?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kita secara terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan sekitar kita. Apa yang terjadi dalam tubuh kita tidak bisa dipisahkan dari kejadian di lingkungan sekitar karena kita secara terus-menerus menghirup udara termasuk materi yang terhadap di dalamnya. Polusi udara dan kontaminasi terkenal akan dampaknya terhadap kesehatan pernapasan kita.

Dan menariknya, partikel udara yang kita hirup juga menunjukkan kontribusi dalam risiko stroke.

Pengaruh polusi terhadap stroke

Polusi udara berbeda pada setiap belahan dunia, baik dalam tingkat kontaminasi dan jenis polutan. Peneliti dari berbagai wilayah di seluruh dunia telah meneliti dampak polusi pada stroke.

Artikel ilmiah yang baru-baru ini diterbitkan pada edisi bulan September 2014 dalam Jurnal Medis Sao Paulo melaporkan bahwa hubungan antara stroke dan polusi udara di Sao Paolo, Brasil, sebuah kota yang dinilai memiliki tingkat polusi udara rendah. Hasilnya menunjukkan bahwa paparan partikel tertentu dan polutan udara sulfur dioksida meningkatkan risiko kematian stroke hingga 7%-10%. Sebuah investigasi yang sama dilakukan di Taipei, Taiwan menentukan bahwa tingkat tinggi paparan partikel berhubungan dengan peningkatan jumlah pasien rawat inap untuk stroke hemoragik.

Sejumlah analisis penelitian dari kota, populasi dan lingkungan berbeda menunjukkan penemuan yang sama.

Paparan polusi udara menghasilkan peningkatan dalam jumlah kecil hingga sedang dalam insiden stroke. Hanya satu analisis gagal menunjukkan keterlibatan secara langsung hubungan antara paparan partikel udara dengan stroke, tetapi menemukan hubungan antara partikel udara tertentu dengan atrial fibrilasi dan aritmia jantung, dimana keduanya diketahui sebagai faktor risiko stroke.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan polusi untuk menyebabkan stroke?

Penelitian lain di Brasil secara spesifik mengidentifikasi hari yang sama saat terpapar partikel tertentu, sulfur dioksida dan paparan ozon sebagai risiko untuk perawatan rawat inap di rumah sakit akibat stroke. Meta-analisis yang memeriksa total 34 penelitian terpisah terkait subjek ini, diterbitkan pada bulan Agustus 2014 dalam Jurnal Internasional Kardiologi mengkonfirmasi penemuan ini terkait hubungan jangka pendek antara paparan polusi udara dan terjadinya stroke. Meta-analisis juga mencatat bahwa polusi memiliki pengaruh jangka pendek pada risiko stroke, yang mungkin menandakan bahwa polusi udara tidak menyebabkan penumpukan risiko stroke dan risiko ini mungkin tidak berlangsung lama setelah paparan terhadap polutan udara menurun.

Jenis stroke apa yang berhubungan dengan polusi udara?

Sebuah analisis yang dilakukan di London mencari perbedaan jenis stroke tertentu yang berhubungan dengan paparan tinggi oksida nitrat dan partikel tertentu. Penelitian menentukan bahwa pasien cenderung terkena stroke, tetapi stroke tersebut cenderung ringan hingga sedang, bukan stroke berat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    dampak stroke pada anak

    Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit